Sentinel Jadi Aplikasi Keamanan Seluler Pertama di Asia Tenggara Besutan Protergo

0
Sentinel

Gadgetdiva.id — Sentinel baru saja diluncurkan oleh Protergo pekan lalu. Aplikasi tersebut dicanang sebagai aplikasi keamanan seluler pertama di Asia Tenggara.

Aplikasi Sentinel sendiri berfungsi untuk mendeteksi dan menganalisis virtus secara real-time. Serta, memblokir semua ancaman virus termasuk serangan Zero Day sehingga dapat secara proaktif melindungi perangkat dari malware.

“Protergo memahami bahwa masyarakat Indonesia semakin dekat dengan teknologi dan menggunakan ponsel untuk berbagai kebutuhan, baik untuk berkomunikasi maupun bertransaksi secara digital. Hal ini berdampak pada kebutuhan akan perangkat mobile yang aman dari segala ancaman dunia maya,” tukas Marco Cioffi, Co-Founder PT Protergo Siber Sekuriti. 

Pihaknya juga berkomitmen untuk memberi layanan keamanan siber kepada setiap pengguna. Menurutnya, Sentinel merupakan solusi bagi masyarakat di Indonesia untuk memberi perlindungan holistik terhadap perangkat seluler yang mereka gunakan.

Sentinel akan membawa fitur kemanan dengan pembaruan firmware yang dapat membantu antivirus bekerja lebih optimal. Salah satunya melalui fitur Safe Web.

Sentinel

Fitur Safe Web sendiri dapat membantu pengguna aplikasi mengamankan dan memblikir akses dari kejahatan di internet seperti spam, phishing, domain buruk atau situs yang tak diinginkan menggunakan DNS Penjelajahan Bersih. Aplikasi juga akan bertugas memeriksa sistem keamanna perangkat yang mencakup kata sandi, pin atau otentikasi lain yang diperlujan untuk memuka kunci perangkat.

Lebih lanjut, Sentinel juga dapat digunakan untuk membantu pengguna menghindari kehilangan perangkat seluler dengan adanya kemampuan melacak lokasi perangkat. Serta, menunjukkan kepada pengguna likasi perangkat sesuai dengan tempat terakhir kali masuk.

Aplikasi Sentinel bisa mencegah pengguna dari peretasan dengan memindai semua aplikasi yang terinstal. Sehingga, perangkat dapat terlindung dari malware, phishing, maupun virus.

Dalam upaya mencegah pelanggaran email, Sentinel akan melaporkan setiap upaya pelanggaran email sehingga memungkinkan pengguna untuk segera mengubah kata sandi mereka jika perlu. Lebih dari itu, Sentinel dapat melindungi pengguna di media sosial khususnya Instagram dengan fitur Instagram Protection. Sentinel dapat secara otomatis memeriksa keamanan Instagram hanya dengan memasukkan akun Instagram pengguna.

Latar Belakang dibuatnya Sentinel

Mengklaim Sentinel dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia untuk memberikan perlindungan holistik terhadap penrangkat seluler yang mereka gunakan, Protergo juga turut mengungkap laporan terkait masyarakat Indonesia dengan internet.

Laporan Profil Internet Indonesia 2022 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menyoroti pengguna internet di Indonesia pada awal tahun 2022 dilaporkan telah mencapai 210 juta orang dengan penetrasi internet sebesar 77,02%. Dari jumlah tersebut, mayoritas pengguna mengakses internet melalui ponsel. Para pengguna ponsel tidak hanya membuka media sosial tetapi juga melakukan transaksi online untuk mengakses layanan keuangan digital.

Serangan seluler meningkat secara dramatis pada tahun 2022. Protergo saat ini mendeteksi dan memblokir 15.000 serangan per hari dan telah memperhatikan bahwa dalam 6 bulan terakhir, ancaman seluler telah meningkat secara eksponensial. Serangan mobile di Indonesia telah mencapai 1,3 juta dalam 3 tahun terakhir menurut data National Cyber ​​Security Index (NCSI). Di era digital di mana setiap orang menggunakan ponsel mereka, pengguna harus mengantisipasi ancaman atau serangan.

Tingginya produktivitas masyarakat pengguna ponsel menjadi tantangan tersendiri bagi keamanan data di dunia maya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah terjadi kerugian sebesar Rp246 miliar akibat serangan siber terhadap perbankan Indonesia selama semester I 2020 hingga semester I 2021. Pada periode Januari-November 2021, jumlah percobaan serangan siber di Indonesia mencapai 1,3 miliar. Data terbaru mengungkapkan, Indonesia bahkan mengalami 11 juta serangan siber pada kuartal pertama tahun 2022.

“Kami optimis digitalisasi di Indonesia akan semakin maju dengan dukungan dari berbagai pihak tidak hanya dalam memberikan edukasi cyber security kepada masyarakat, tetapi juga pengembangan teknologi sebagai upaya preventif dalam mencegah ancaman cyber seperti komitmen Protergo. Kedepannya, Protergo akan lebih fokus dan lebih lanjut tentang cloud dan pengembangan konsumen, keamanan dan operasi,” tutup Marco Cioffi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini