Makin Kacau, Mantan Karyawan Twitter Bikin Spill

0
Spill

Gadgetdiva.id — Spill merupakan platform media sosial yang mengutamakan budaya. Platform ini akan segera diluncurkan dalam waktu sektiar enam hingga delapan minggu ke depan.

Dibesut oleh Alphonzo Terrell dan DeVaris Brown, Spill merupakan alternatif media sosial baru. Mereka ialah mantan karyawan Twitter yang beberapa waktu lalu sempat terdampak perampingan perusahaan.

Sebelum diberhentikan oleh Twitter, Terrell merupakan seorang Head of Social & Editorial Twitter. Sedangkan, Brown merupakan lead product Manager Twitter, ia meninggalkan perusahaan di tahun 2020 untuk mendirikan Meroxa.

Pada Jumat (16/12) lalu, keduanya mengumumkan bahwa waitlist untuk pendaftaran dalam Spill. Mereka berharap platform tersebut akan diluncurkan dalam waktu sektiar enam hingga delapan minggu.

Dilansir dari TechCrunch, Spill digambarkan sebagai platform percakapan real time yang mengutamakan budaya. Layaknya Twitter, Spill akan memiliki live news feeds.

“Saya pikir ini benar-benar masalah platform. Bagaimana kamu menghasilkan uang? Apakah ada platform yang mendukung kamu? Apakah ide Spill menarik minat kamu?” tutur Terrell yang dikutip dari TechCrunch, Selasa (20/12).

Spill Sebagai Platform Media Sosial

Sehingga, penting bagi para pendiri bahwa Spill menghadirkan fitur monetisasi sejak awal. Platform ini akan menggunakan teknologi blockchain untuk memetakan bagaimana postingan menjadi viral dan memberi kompensasi kepada kreator di baliknya.

“Ini bukan masalah web3. Tetapi penggunaan blockchain adalah untuk mengkredit kreator dan menyiapkan model bagi kami untuk memberi kompensasi kepada mereka secara otomatis,” imbuhnya.

Memungkinkan pengguna untuk memposting “spills” (mirip “toots” dari Mastodon”. Mereka disebut “spill” karena diadaptasi dari frasa “spill the tea”. Terrell menyatakan bahwa mereka akan memiliki motif teacup. Bahkan, situs web mereka sendiri menampilkan meme menyesap teh Kermit.

Spill

Dalam platformnya, Spill akan menyertakan fitur tea parties. Dimana pengguna dapat menyelenggarakan acara online dan IRL, kemudian mereka bisa mendapatkan bonus dalam aplikasi untuk diterapkan pada hal-hal seperti meningkatkan postingan mereka.

Brown yang menjabat sebagai CTO Spill akan memperluas komitmen perusahaan untuk menghormati produksi budaya ke dalam tatanan platform.

“Ini mungkin yang pertama, model moderasi konten bahasa besar menggunakan AI yang sebenarnya dibangun oleh orang-orang dari budaya tersebut,” tutur Brown.

Spill sendiri dibangun dengan tim yang kecil, bahkan kurang dari 10 orang. Mereka memiliki tiga penasihat, termasuk Dantley Davis, mantan kepala desain Twitter.

Dengan tim sebesar ini, Spill yakin bahwa mereka tidak akan jatuh ke dalam masalah keamanan yang dialami oleh beberapa media sosial lainnya.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini