Aplikasi

4 Tools untuk Menulis Skrip Film Bagi Pemula

post-img

Source : gadgetDiva

Gadgetdiva.id — Dengan teknologi menulis skrip film menjadi mudah, apalagi untuk pemula. Setiap tools menulis skrip film yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan serta preferensi pengguna.

Bagi penulis skrip pemula, berikut beberapa rekomendasi tools menulis yang bisa dicoba.

Layanan Paylater Atome Gandeng Sektor Baru di Kuartal pertama 2023
  • Kemudahan penggunaan: Scrivener, WriterDuet, dan Highland 2 adalah beberapa tools menulis skrip film yang paling mudah digunakan dan memiliki antarmuka yang user-friendly.
  • Kelengkapan fitur: Final Draft, Movie Magic Screenwriter, dan Celtx adalah tools menulis skrip film yang sangat lengkap dengan fitur-fitur profesional yang sangat membantu proses menulis.
  • Online atau Offline: WriterDuet dan Celtx adalah tools menulis skrip film yang dapat digunakan secara online, sehingga memungkinkan kolaborasi dengan orang lain dari jarak jauh. Sedangkan tools menulis skrip film seperti Scrivener, Highland 2, dan Fade In Pro hanya dapat digunakan secara offline.
  • Perlu diperhatikan juga bahwa ada 2 jenis tools menulis, yaitu yang gratis dan berbayar. Bagi pemula, mungkin bisa mencoba tools gratis seperti Celtx atau Trelby. Bila ada budget, baru lah coba tools berbayar seperti Final Draft, Movie Magic Screenwriter, atau Scrivener.

tools penulis skrip film

Khusus untuk tools menulis yang berbayar, biasanya ada versi trial yang bisa manfaatkan selama beberapa hari untuk mencoba menggunakannya secara gratis.

Manfaat Tools Menulis Skrip Film Bagi Penulis

Untuk mengetahui seberapa jauh manfaat dari tools menulis dalam mendukung kinerja penulis skrip, Pricebook berkesempatan untuk berbincang dengan Witra Asliga, seorang penulis yang pernah menulis skrip untuk film 3SUM (2013) di bagian cerita Insomnights, dan film horor berjudul The Returning (2018).

Saat menulis, Witra menggunakan tools bernama Final Draft, yang merupakan sebuah perangkat lunak untuk menulis naskah film. Witra merasa terbantu dengan adanya tools menulis ini, terutama ketika dirinya perlu melakukan tracking scene.

Fitur tersebut membantunya untuk bisa memaksimalkan character traits yang dikerjakan. Sebelum menggunakan Final Draft, Witra biasanya melakukan ini dalam Ms Word dengan bantuan catatan-catatan kecil di post-it atau buku ide.

Selain Witra, kami juga menghubungi Kanya Priyanti, seorang penulis yang menelurkan naskah untuk series Tunnel versi Indonesia di tahun 2019, dan series Gadis Kretek yang rencananya akan tayang tahun ini (2023) di platform Netflix.

Dalam menulis, Kanya menggunakan beberapa tools secara bergantian, mulai dari Word Processor (Pages dan Ms Word), hingga Final Draft untuk melanjutkan pekerjaan dalam format naskah skrip.

Selain itu, Kanya juga pernah menggunakan tools bernama Celtx, namun baginya, tools ini kurang efisien untuk bekerja, karena naskah yang dihasilkan menggunakan format .txt, sedangkan mayoritas industri film di Indonesia menggunakan format .fdx.

Kanya menambahkan bahwa manfaat dari menggunakan tools (Final Draft) adalah kemudahannya, karena sudah otomatis dibuat dalam format standar industri. Fitur-fiturnya lengkap, sehingga memudahkannya untuk tracking perubahan skrip dari draft awal hingga akhir.

Selain tools menulis yang membantu mempermudah pekerjaan para penulis naskah skrip film, internet juga menjadi faktor penting lainnya di era digital ini. Kehadiran internet bukan hanya mempermudah pekerjaan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membangun relasi.

Sebelum internet, penulis skrip terkendala dengan keterbatasan akses informasi dan referensi, kesulitan melakukan riset, dan keterbatasan komunikasi dan kolaborasi. Semua hal tersebut pada masanya dilakukan secara manual.

Layanan internet provider yang cepat dan stabil sangat dibutuhkan dalam proses pengerjaan skrip film. Teknologi fiber optic yang mampu menampung bandwith besar membuat koneksi menjadi lancar untuk mengakses internet, hingga berkolaborasi melalui video call.

Salah satu layanan internet provider dengan teknologi fiber optic adalah IndiHome dari Telkom Indonesia yang menjadi salah satu yang terbaik saat ini. Dengan internet cepat, maka proses pengerjaan skrip film akan lancar dan efisien.


author-img_1

Siti Sarifah Aliah

Reporter

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids. update

Artikel Terkait

Huawei AppGallery Rilis Game Ragnarok Origin
Aplikasi

Huawei AppGallery Rilis Game Ragnarok Origin

Gadgetdiva.id – Ragnarok Origin (ROO) akan tersedia di AppGallery mulai 6 April. Menyambut ..

Layanan Paylater Atome Gandeng Sektor Baru di Kuartal pertama 2023
Aplikasi

Layanan Paylater Atome Gandeng Sektor Baru di Kuartal pertama 2023

Gadgetdiva.id – Memasuki tahun ketiganya, Atome telah berhasil memperluas penetrasi bisnisn..

Duduki Peringkat Top 10 di App Store, Ini Lemon8 Aplikasi Saingan Instagram dari ByteDance
Aplikasi

Duduki Peringkat Top 10 di App Store, Ini Lemon8 Aplikasi Saingan Instagram dari ByteDance

Gadgetdiva.id — Nama Lemon8 sempat ikut populer beberapa pekan belakangan ini di tengah pe..

Musisi Indie Terbantu Platform Streaming, Terima Kasih Internet
Aplikasi

Musisi Indie Terbantu Platform Streaming, Terima Kasih Internet

Gadgetdiva.id — Platform streaming musik diyakini cukup membantu meningkatkan cuan untuk pa..


;