Tuesday, 2 March 2021
[adrotate banner="3"]

Pembaruan Telegram Tambahkan Opsi auto-delete dalam Platformnya

Aplikasi Telegram baru saja memperbarui platformnya dengan membawa opsi auto-delete. Tak hanya itu, ternyata ada pula fitur invie links dan new unlimited groups. Pembaruan...
More

    Latest Posts

    [adrotate banner="4"]

    Begini dampak Covid-19 pada traffic situs e-commerce hingga kesehatan

    Pandemi Covid-19 di Indonesia faktanya mengubah perilaku masyarakat Indonesia di dunia maya. Begitu pula berdampak pada traffic situs e-commerce hingga situs kesehatan.

     Lifepal.co.id mencatat ada yang menunjukkan tren kenaikan, dan sebaliknya ada pula yang menunjukkan tren penurunan. Seperti situs e-commerce yang alih-alih meroket, traffic situs belanja online ini cenderung stabil dan bahkan sedikit menurun.

    Pandemi Covid-19 yang sudah bergulir sejak awal Maret 2020 di Indonesia juga diprediksi banyak pihak akan memicu lonjakan jumlah pengunjung situs-situs belanja online. Pasalnya, diyakini makin banyak orang yang memilih membeli berbagai keperluan dari rumah menggunakan aplikasi belanja online.

    Namun, data menunjukkan traffic cenderung stabil dan justru menunjukkan tren malah sedikit menurun. Item yang dibeli pengunjung pun bukan lagi fashion. Kategori item yang banyak dicari adalah produk-produk kesehatan, keperluan rumah tangga, makanan dan minuman serta hobi.

    Pada bulan April, lima situs yang dijadikan sampel, yaitu Tokopedia.com, Shopee.co.id, Bukalapak.com, Lazada.co.id, dan Blibli.com yang hasilnya meraup total 236 juta kunjungan. Namun, traffic di bulan tersebut tidak lebih tinggi dari traffic total situs tersebut di bulan Desember yang mencapai 258 juta kunjungan.

    Berbeda dengan situs e-commerce, situs kesehatan mendulang traffic di tengah pandemi. Tren kenaikan jumlah pengunjung juga ditunjukkan oleh situs-situs kesehatan. Lima situs yang dijadikan sampel, yaitu Alodokter.com, DokterSehat.com, KlikDokter.com, Halodoc.com, HelloSehat.com, dan SehatQ,com yang memperlihatkan grafik kunjungan meningkat. 

    Puncak kunjungan terlihat pada bulan Maret, tepat pada saat ditemukannya kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia. Total traffic ke lima situs tersebut mencapai 141 juta kunjungan, atau melonjak 19% dari bulan sebelumnya. 

    Fyi, situs-situs yang dijadikan sampel menawarkan beragam jasa, dari jasa konsultasi dokter via online, pemesanan obat-obatan, penebusan resep dan pengiriman obat, hingga artikel-artikel kesehatan. Hal ini menunjukkan, minat dan kebutuhan masyarakat akan layanan-layanan tersebut memang meningkat di masa pandemi.

    Namun, pada April, bukan peningkatan yang terjadi. Kunjungan ke lima situs kesehatan tersebut justru menurun 14 juta traffic atau 10% dari traffic bulan Maret. Penurunan diduga terjadi karena animo masyarakat untuk mencari informasi soal Covid-19 di internet juga sudah menurun pada bulan April.

    Pantauan Lifepal di Google Trends tentang istilah-istilah pencarian terkait topik virus ini juga memang menurun. Contohnya saja, volume pencarian istilah “corona” yang hanya memuncak di bulan Maret.

    Baca juga, KUMPUL cari startup digital ciptakan inovasi lawan pandemi COVID-19

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR