Wednesday, 19 May 2021
More

    Latest Posts


    Social Bella garap peluang pertumbuhan di tengah pandemi Covid-19

    Startup beauty-tech di Indonesia, Social Bella mendapatkan pendanaan dari investor Global untuk perusahaan di tengah krisisnya berbisnis pada pandemi Covid-19 saat ini. Pendanaan yang didalam Social Bella bukan hanya dari investor Global, melainkan termasuk Temasek dari Singapura, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures.

    Putaran pendanaan terbaru akan lebih meningkatkan pertumbuhan perusahaan di pasar perawatan kecantikan dan pribadi di Indonesia, yang menurut Euromonitor, diperkirakan akan tumbuh hingga USD 8,5 miliar pada tahun 2022.

    Dengan dukungan berkelanjutan dari para investornya, Social Bella berada pada posisi yang baik untuk membuka potensi pertumbuhan itu dengan model bisnis yang berkelanjutan dan ekosistem yang komprehensif.

    “Ini menghasilkan peningkatan organic traffic secara signifikan pada platform kami selama periode karantina. Kami juga mencatat rekor ukuran keranjang belanja tertinggi secara online di Sociolla berkat kepercayaan konsumen kami di tengah COVID-19. Oleh karenanya, kami sangat berterima kasih atas kepercayaan para investor di tengah masa yang sulit ini,” kata Christopher Madiam, selaku Co-Founder dan Presiden Social Bella.

    Social Bella yang sudah diluncurkan sejak tahun 2015 ini telah mengalami pertumbuhan yang cepat, berkembang dari sebuah e-commerce kecantikan dengan pertumbuhan paling cepat menjadi sebuah ekosistem lengkap untuk menggarap pasar kecantikan dan perawatan diri Indonesia yang berkembang.

    Fyi, Social Bella telah memiliki beberapa unit bisnis dan diperkirakan akan menjangkau sekitar 30 juta pengguna pada tahun 2020. Pertama, SOCO, platform online ulasan konsumen terbesar untuk produk kecantikan dan perawatan diri di Indonesia.

    Kedua, Beauty Journal, media online kecantikan dan gaya hidup terkemuka dengan layanan pemasaran O2O dari hulu ke hilir. Ketiga yaitu Sociolla, e-commerce kecantikan dan perawatan diri di Indonesia, yang sekarang juga memiliki beberapa toko offline dengan konsep OmniChannel.

    Selanjutnya yang ke empat ada Lilla by Sociolla, e commerce kecantikan dan perawatan diri komprehensif yang dirancang khusus untuk para ibu Indonesia dan keluarga yang dicintainya. Terakhir ke lima, Brand Development, unit bisnis yang menawarkan layanan distributor end-to-end untuk merek kecantikan dan perawatan diri, dipercaya oleh banyak produsen internasional terkemuka.

    Tahun lalu, Social Bella melengkapi ekosistemnya sebagai perusahaan beauty-tech yang terintegrasi dan distributor merek kecantikan di Indonesia dengan meluncurkan Sociolla Store berkonsep omni channel di Lippo Mall Puri. Hingga saat ini, Social Bella sudah memiliki 6 toko offline di seluruh Indonesia.

    Selain Sociolla, Social Bella juga baru meluncurkan Lilla by Sociolla, e-commerce terlengkap untuk memenuhi kebutuhan kecantikan dan perawatan diri bagi para ibu dan orang yang dicintainya.

    Sebelumnya, Social Bella mengumumkan investasi Seri D sebesar USD 40 juta pada September 2019. Pendanaan ini dipimpin oleh East Venture Growth (EV Growth), Temasek, Pavilion Capital dan Jungle Ventures.

    “Pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keseluruhan bisnis secara global. Namun, kami beradaptasi dengan cepat untuk melayani kebutuhan konsumen kami. Dengan ekosistem kami yang terintegrasi, didukung oleh teknologi serta pemahaman yang mendalam tentang konsumen Indonesia, kami mampu melayani konsumen dengan relevan dan tetap kompetitif,” ujar Christopher.

    Baca juga, Sociolla hadirkan official store “Edit by Sociolla” di platform Shopee

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR