Tuesday, 26 January 2021

Olike Lifestyle kenalkan si smart bottle yang bisa berbicara

Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Produk pertama yang diperkenalkan oleh Olike Lifestyle adalah Smart...
More

    Latest Posts


    Youtap: Pemain baru alami lonjakan jumlah UMKM sepanjang 2020

    Youtap kali ini catat lonjakan jumlah UMKM pemain baru yang bergabung hingga 15 kali lipat sepanjang 2020. Meskipun Indonesia mengalami pandemi, Youtap telah memproses lebih dari 2.5 juta transaksi dan diadopsi oleh lebih dari 100 ribu pedagang dari berbagai kalangan.

    Meskipun baru hadir di tahun ini, Youtap Indonesia sudah berhasil menjalin kerja sama dengan banyak mitra strategis, seperti: LinkAja, Shopeepay, BRI, Cashbac, Kredivo, dan lainnya.

    Youtap bersama mitra penerbit juga mendukung implementasi standardisasi QRIS. Selain digunakan oleh ratusan merchant berskala UMKM, layanan Youtap juga sudah diadopsi merchant di skala enterprise besar seperti McDonalds, Solaria, dan AstraPay.

    Youtap mencatat pertumbuhan signifikan UMKM yang bermigrasi ke digital. Tercermin melalui data internal, jumlah merchant yang tergabung dalam ekosistem digital Youtap meningkat 15 kali lipat di semester kedua jika dibandingkan dengan semester pertama.

    Kini, platform Youtap telah digunakan oleh lebih dari 100.000 merchant di kelas enterprise dan UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan 40% dari merchant Youtap didominasi oleh sektor kuliner seperti tempat makan dan kedai kopi.

    Data-Driven Company

    Di tahun ini banyak riset yang dilakukan untuk memahami pasar dan yang berkaitan dengan situasi pandemi, seperti riset 100 hari new normal (Juli-September 2020).

    Riset ini mencatat adanya pertumbuhan signifikan dari para pelaku UMKM yang bermigrasi ke sistem digital dan mengadopsi pembayaran non tunai sebesar 5 kali lipat, dibandingkan pada masa PSBB pertama (Maret – Juni 2020).

    Data dari riset pasar untuk menangkap aspirasi dari pelaku usaha terhadap solusi digital dengan mengidentifikasikan profil pelaku usaha yang dibagi ke dalam 4 persona, yaitu Pejuang Harian (yang menjalankan usaha untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan harian) dengan persentase sebesar 33%.

    Selanjutnya Pengikut Arus (sadar adanya resiko usaha namun membutuhkan informasi untuk mengatasinya) dengan persentase tertinggi sebesar 38%.

    Kemudian Pencari Peluang (yang sudah memiliki rencana jangka pendek dan paham adanya resiko dalam memiliki usaha) dengan angka sebesar 20%) dan terakhir Pemimpi Tangguh (sudah memiliki rencana bisnis dalam hitungan jangka panjang dan memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui support yang dibutuhkan) sebesar 10%.

    “Riset menjadi hal yang wajib kami lakukan. Bukan hanya agar kami bisa membaca kebutuhan target pasar saja, tapi juga karena kami melihat bahwa data yang kami dapat, bisa menjadi solusi bagi para pelaku usaha. Karena itu, kedepannya, Youtap akan secara berkelanjutan mengedepankan riset demi memberi solusi tepat guna oleh para pelaku usaha baik dari level enterprise hingga mikro,” ujar Herman Suharto, selaku CEO Youtap Indonesia.

    Pemberdayaan Pelaku UMKM melalui Ekosistem

    Upaya digitalisasi UMKM Indonesia juga digalakkan Youtap melalui berbagai langkah edukasi, termasuk juga bekerja sama dengan beberapa Pemerintah Kota seperti Pemkot Semarang, Bandung dan Medan untuk digitalisasi beberapa ekosistem UMKM strategis.

    Di kuartal 4 2020 ini, Youtap juga bekerja sama dengan Dinas UMKM Kota Bandung, Dinas UMKM Kota Medan, dan Dinas KUKM Kabupaten Garut dalam mengedukasi UMKM binaan dan khalayak umum lewat webinar yang ditayangkan di media sosial seperti Youtube, Facebook, dan Instagram, yang disaksikan lebih dari 20.000 viewers.

    Dengan total merchant yang didominasi oleh 98% para pelaku UMKM, pengguna Youtap tersebar di 411 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

    Jumlah ini meningkat sebesar dua kali lipat dibandingkan semester pertama, 139 kota dan kabupaten. Pengguna Youtap sendiri dapat ditemui hingga di area Indonesia Timur seperti Nabire, Donggala dan Manokwari.

    Yang menarik, Bandung merupakan kota dengan dengan jumlah merchant Youtap terbanyak, sebesar 12%. Disusul Semarang di peringkat kedua sebanyak 9% dan Surabaya sebesar 7%.

    Apresiasi Solusi Bisnis

    Diawal dengan tiga jenis layanan, yaitu pengelolaan barang, sistem pembayaran, dan pembuatan laporan, beberapa fitur baru Youtap ikut dikembangkan untuk memudahkan pelaku usaha.

    Setelah peluncuran resmi “Aplikasi Dagang Youtap” pada bulan Agustus, Youtap terus berinovasi dengan menyediakan opsi pembayaran non tunai sehingga pelaku usaha dapat melakukan transaksi secara aman dan mudah melalui transaksi TTM (Tanpa Tatap Muka).

    Kode QR merchant cukup dikirimkan kepada pembeli aplikasi chatting dan pembeli dapat langsung melakukan pembayaran.

    Melihat adanya kebutuhan untuk memberikan informasi lebih terperinci dalam memantau penjualan, Youtap kemudian meluncurkan “Portal Dagang Youtap” untuk merespons kebutuhan tersebut dan disusul dengan “Youtap Print” yang dapat menjawab tuntutan fleksibilitas pelaku usaha dalam melakukan transaksi di mana pun.

    Upaya Youtap yang konsisten mengembangkan inovasi serta mendorong pasar UMKM menembus digitalisasi pun berhasil mendapatkan pengakuan, melalui penghargaan sebagai Indonesia Best Newcomer Company 2020 in MSMEs Startup dari Warta Ekonomi, sebagai bentuk penghargaan atas upaya tiada henti Youtap di tahun pertamanya dalam membantu pelaku usaha di Indonesia.

    Pengakuan lainnya juga turut diberikan oleh Majalah Marketeers Editor’s Choice Award kategori Omni Marketing Activation of the Year untuk Program Sejuta Usaha Mantap yang berfokus pada pasar UMKM.

    Peluang di Masa Kebangkitan Ekonomi

    Di penghujung tahun luar biasa ini, Youtap masih konsisten mengembangkan layanannya. Herman menjelaskan, “Saat ini kami juga sedang uji coba beberapa layanan baru dari Youtap. Fitur ini sedang kami siapkan untuk diluncurkan awal tahun 2021 dan akan menjadi fitur yang sangat menarik bagi para merchant, baik UMKM maupun enterprise. Layanan ini akan membuat para teman dagang (merchant) kami dapat melayani konsumen nya dengan baik dan untuk menjangkau lebih banyak peluang bisnis.”

    Optimis dengan kondisi di tahun depan, Herman yakin perkembangan bisnis di tahun depan akan sangat menarik.

    “Berbeda dengan tahun ini, dimana semua bisnis masih belajar beradaptasi dan melakukan perubahan. Di 2021, semua sektor industri sudah akan jauh lebih tangguh dan siap mendorong pengembangan bisnisnya ke level yang lebih tinggi. Kami sudah sangat siap untuk membantu memaksimalkan semua sektor industri memperoleh pencapaian terbaiknya di 2021.” tutup Herman.

    Baca juga, Dukung Gerakan Toko Bersama, Youtap bantu para pelaku UMKM retail

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR