Wednesday, 4 August 2021
More

    Latest Posts


    Gojek Luncurkan Layanan Baru dalam Fitur GoGreener Carbon Offset pada Aplikasi

    Mudahkan pengguna dalam jalani gaya hidup peduli lingkungan, hari ini (4/2) Gojek menambah layanan baru dalam fitur GoGreener Carbon Offset-nya. Fitur ini merupakan hasil dari kolaborasinya dengan startup Jejak.in pada September 2020 lalu.

    Sebelumnya, peluncuran fitur yang diikuti dengan penanaman 1.500 pohon mangrove (bakau) di Jakarta, Demak dan Bontang pada bulan Desember 2020 lalu telah berlangsung dengan sukses.

    Baca juga, Gojek Luncurkan Fitur GoGreener Carbon Offset

    Gojek masih terus berinovasi dalam mengembangkan fiturnya ini dengan membawa rangkaian layanan baru seperti berikut.

    • Penambahan empat jenis jejak karbon untuk diserap:

    Selain mampu menyerap jejak karbon dari kendaraan bermotor, layanan baru ini memungkinkan pengguna untuk mendukung jejak karbon dari barang elektronik. Seperti, televisi, AC, Kulkas dan Laptop.

    • Penambahan wilayah penanaman:

    Gojek menambah dua lokasi penanaman pohon baru, yakni di Semarang dan Surabaya.

    • Penegasan komitmennya untuk menggandakan jumlah pohon:

    Gojek menegaskan komitmennya untuk menggandakan jumlah pohon yang ditanam oleh konsumen di total lima lokasi di Indonesia.

    Layanan baru ini merupakan pengembangan fitur yang melengkapi layanan yang ada sebelumnya, yakni, Kalkulator karbon ilmiah yang merajuk pada Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Konversi hasil perhitungan jejak karbon ke jumlah yang dibutuhkan, Monitoring dashboard untuk melihat status pohon yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

    “Pengembangan fitur ini tidak lepas dari tingginya antusiasme para pelanggan terhadap fitur GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya target penanaman pohon dalam kurang dari tiga bulan sejak diluncurkan, bahkan target pohon untuk wilayah DKI Jakarta telah tercapai hanya dalam satu bulan. Selanjutnya, kami menambahkan pilihan jejak karbon lainnya seperti jejak karbon dari penggunaan televisi, AC, kulkas dan laptop, seiring dengan kondisi pandemi COVID-19 di mana kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah lebih relevan,” ujar Tanah Sullivan, Group Head of Sustainability Gojek.

    Tanah juga menegaskan pentingnya transparasi dalam fitur GoGreener Carbon Offset melalui monitoring dashboard. Ia menambahkan, “Kami percaya bahwa untuk membangun perilaku baru atau mengadopsi gaya hidup baru, perlu diciptakan sebuah proses yang transparan dan mudah dipahami. Seluruh tahapan GoGreener Carbon Offset, dari perhitungan jejak karbon di awal, konversinya ke satuan pohon yang perlu ditanam, sampai di mana serta kapan pohon akan ditanam, sangat transparan.”

    Menurut Tanah, transparansi juga menjadi prinsip Gojek dalam melengkapi fitur ini dengan monitoring dashboard yang menyajikan data pertumbuhan pohon, seperti diameter dan tinggi batang, sampai foto pohon untuk melihat warna dan tingkat kesehatan daun.

    Pengguna dapat lebih mudah untuk menggunakan fitur GoGreener Carbon Offset karena seluruh proses dari menghitung jejak karbon, memilih lokasi penanaman, hingga melakukan pembayaran GoPay yang dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek tanpa harus pindah ke platform lain.

    Dr Beria Leimona, selaku peneliti senior dari The World Agroferesty Center (ICRAF) juga turut mendukung adanya fitur GoGreener Carbon Offset-nya ini. Menurutnya, “GoGreener Carbon Offset adalah bukti bahwa bila dijalankan dengan baik, sains yang diakselerasi dengan teknologi menjadi lebih kuat dalam mendorong perubahan.”

    Dirinya juga menyatakan bahwa fitur ini memiliki elemen produk lingkungan yang lengkap, yakni dalam perhitungan berbasis sains yang mengacu pada IPCC dan rekomendasi KLHK, komunikasi sains yang dipahami dan transparasi penuh menjadi kunci untuk menarik adaptor baru.

    Menuju masyarakat Indonesia yang lebih peduli lingkungan melalui teknologi

    Menurut laporan yang bertajuk Southeast Asia’s Green Economy Potential dari Bain & Company pada Desember 2020 lalu, memperkirakan bahwa emisi karbon dioksida (CO2) di Asia Tenggara akan meningkat hingga 60% pada tahun 2040.

    Padahal, peningkatan kadar CO2 dapat memengaruhi peningkatan suhu bumi yang berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

    Menanggapi hal tersebut, Arfan Arlanda, selaku Founder dan CEO Jejak.in menyatakan, “Kesamaan misi yang kuat dengan Gojek dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup merupakan salah satu alasan keberlanjutan kolaborasi kami. Climate Actions atau aksi iklim untuk menjaga bumi, termasuk upaya-upaya untuk menekan peningkatan suhu bumi, membutuhkan usaha kolektif dari semua pihak. Kami yakin Gojek sebagai platform yang digunakan setiap hari dan memiliki jangkauan luas dapat membantu mempercepat perubahan perilaku dalam skala besar.”

    Dirinya menyatakan dalam berinovasi Gojek dan Jejak.in mengutamakan pengembangan teknologi berbasis data dan sains. Contohnya, dalam pemilihan penambahan wilayah penanaman pohon adalah karena di Semarang, terdapat tingkat abrasi yang tinggi dan dapat mengancam keberlangsung hidup nelayan pesisir Tambakrejo.

    Arfan juga mengungkap bahwa Lokasi Rehabilitasi Mangrove Desa Wonorejo di Surabaya juga merupakan lokasi yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Jawa Timur. Dimana penanaman pohon bakau ini bertujuan untuk mengembangkan habitat kepiting bakau (Syclla serrata) yang merupakan sumber penghidupan masyarakat sekitar.

    Selain itu, Arfan juga mengungkap alasan dipilihnya tanaman Bakau. Ia menyatakan bahwa, Indonesia punya jutaan hektar hutan dengan beragam jenis.

    Kebetulan hutan gambut & mangrove ini menyerap banyak karbon. Tak hanya itu, pohon ini juga membantu menahan erosi & abrasi di wilayah pesisir.

    Fyi, seluruh hasil inisiatif penyerapan jejak karbon dari pelanggan GoGreener Carbon Offset juga telah didaftarkan ke Sistem Registri Nasional (SRN).

    Sistem tersebut dikelola oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Peurbahan Iklim – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebgai kontribusi dari masyarakat Indonesia untuk membantu pencapaian target penurunan emisi 29% pada 2030.

    Baca juga, Gojek Gandeng BCA Luncurkan GoBiz PLUS

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR