Studi dari Lazada nyatakan Logistik Jadi Tantangan Terbesar UMKM Indonesia

0
158
Lazada Google
BANGKOK, THAILAND - 2018/07/26: The Lazada application seen displayed on a iPhone. (Photo by Guillaume Payen/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

Studi dari Lazada yang berjudul “Percepatan ekonomi Digital Indonesia melalui e-Commerce” menyatakan bahwa ternyata 87% UMKM di Indonesia belum terdigitalisasi. Lebih dari separuh (65%) UMKM kategori ini merasa logistik menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan usaha mereka.

Sementara itu, 92% dari UMKM yang telah terdigitalisasi dan menggunakan platform e-commerce sepakat bahwa layanan daring sangat membantu kebutuhan logistik mereka.

Studi Lazada yang belum lama diluncurkan ini menunjukkan bahwa ragam fakta seputar industri e-Commerce serta perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia.

Studi dilaksanakan dengan dukungan dari YCP Solidiance, konsultan manajemen ternama di Asia dan bertujuan untuk jalankan misi dukung pemerintah indonesia memberdayakan bisnis dan individu dalam menjalankan transformasi digital dan bertumbuh dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Situasi luar biasa saat ini jelas mendorong perubahan perilaku konsumen dan meningkatkan transaksi penjualan berbasis digital. Menurut laporan e-Conomy SEA 2020 dari Google, Temasek, Bain & Company 2020, dimana nilai ekonomi digital di Indonesia di tahun 2020 lalu mencapai USD44 miliar, eCommerce memegang peranan penting dalam percepatan terbentuknya perekonomian digital.

Nilai tersebut diperkirakan bisa mencapai USD124 milar di tahun 2025. Laporan yang sama menunjukkan adanya enam faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital terpadu, dan logistik merupakan salah satu penyokong terpenting untuk merealisasikan angka tersebut. 

“Misi Lazada adalah untuk mempercepat kemajuan ekonomi di Asia Tenggara melalui commerce dan teknologi. Hasil studi ini membantu kami memahami dukungan apa yang dapat kami lakukan untuk mendorong bisnis, khususnya UMKM, bertransformasi menuju penerapan ekonomi digital melalui dukungan teknologi canggih seperti solusi logistik yang holistik, pemberdayaan data, serta ekosistem eCommerce yang kami miliki,”  Monika Rudijono, selaku Chief Marketing Officier Lazada Indonesia ikut angkat bicara. 

Dalam Studi Lazada yang dilakukan pada kuartal keempat tahun 2020 lalu, perusahaan dan UMKM yang sudah terdijitalisasi merajuk pada perusahaan dan UMKM yang setidaknya sudah menggunakan platform e-Commerce sebagai salah satu strategi bisnisnya. Studi tersebut juga menunjukkan digitalisasi melalui e-Commerce mendukung inklusi digital UMKM melalui penyediaan akses ke berbagai fitur digital.

Saat ini, kemudahan akses digital pada e-Commerce ini baru dinikmati 13% UMKM di Indonesia. Selain merasakan sistem logistik yang efektif, 94% dari UMKM yang telah terdigitalisasi juga merasakan manfaat program marketing dari e-Commerce.

Kemudahan bisnis melalui eCommerce juga dirasakan dari sisi teknologi, inovasi produk, akses pendanaan, infrastruktur dan kapabilitas SDM, hingga manajemen pelanggan dan akses pasar. 

Baca juga, ShopeePay Gandeng Kitabisa.com untuk Berbagi Melalui Gerobak Usaha 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here