BPJS Kesehatan rangkul WeCare.id untuk optimalkan program crowdfunding

0
239
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan kerjasama bersama WeCare.id kembangkan fitur donasi pada website BPJS Kesehatan maupun website dan aplikasi WeCare.id.

Sinergi ini dilakukan dalam rangka memperluas cakupan peserta JKN-KIS dan meningkatkan kolektibilitas iuran, khususnya dari segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Nah, untuk mempermudah paradiva dalam menyalurkan sumbangannya, WeCare.id telah menyediakan berbagai metode pembayaran yang sangat fleksibel, seperti berbagai uang elektronik, kartu debit/kredit, maupun transfer antar bank dengan virtual account. paradiva dapat menyalurkan sumbangannya mulai dari Rp 10.000,-.

WeCare.id sendiri merupakan platform penggalangan dana dalam bentuk website dan aplikasi yang didedikasikan khusus untuk membantu kebutuhan medis masyarakat. Melalui WeCare.id, donatur dapat melihat daftar dan informasi para penerima manfaat yang menerima donasi masyarakat.

Arief Witjaksono Juwono Putro, selaku Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, saat peluncuran fitur program crowdfunding bersama WeCare.id bahwa pihaknya terus mengupayakan langkah donasi ini sebagai salah satu alternatif dan inovasi pendanaan.

“Dengan adanya program crowdfunding ini diharapkan masyarakat Indonesia yang belum terlindungi jaminan kesehatan oleh negara maupun secara mandiri, dapat segera memiliki perlindungan JKN-KIS. Bersama WeCare.id, kami mengajak masyarakat yang berkondisi finansial mapan, untuk ikut membantu peserta JKN-KIS dalam membayarkan iuran kepesertaannya melalui program donasi ini,” lanjutnya.

Arief mengungkapkan, diluncurkannya program crowdfunding JKN-KIS diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk membantu sesama agar memiliki perlindungan jaminan kesehatan.

Menurutnya, animo masyarakat untuk berdonasi dalam program crowdfunding JKN-KIS terbilang cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan jumlah dana crowdfunding yang diterima oleh BPJS Kesehatan per 31 Desember 2020 mencapai Rp 1,329 miliar dan telah disalurkan kepada 3.784 peserta JKN-KIS.

Selanjutnya Arief juga menambahkan pihaknya juga secara intens mendorong keterlibatan badan amal, perusahaan, pemberi kerja, dan pihak-pihak lainnya untuk turut berkontribusi mendaftarkan dan membiayai masyarakat sekitar yang belum menjadi peserta JKN-KIS.

“Hal tersebut juga sebagai bentuk implementasi dari sistem gotong royong yang diterapkan BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Program JKN-KIS,” ujar Arief.

Baca juga, Aplikasi BPJSTKU sekarang tersedia di AppGallery Huawei

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here