Dukung Pemberdayaan Pengusaha Perempuan, Investree Gelar Kelas Spesial untuk UMKM

0
235

Dalam rangka mendukung pemberdayaan pengusaha perempuan, Investree baru saja selesai melaksanakan Kelas Spesial untuk UMKM Vol.1, pada Minggu (28/3) lalu. Program tersebut merupakan kerja sama Investree dengan platform pembelajaran pendidikan kewirausahaan bagi UMKM Indonesia, yakni Femalepreneur Indonesia.

Program tersebut juga menjadi proyek CSR pertama yang dijalankan oleh Investree pada tahun 2021 ini. Pasalnya, selain berkontribusi nyata bagi peningkatan literasi keuangan, kelas ini juga terbuka untuk umum dan gratis.

Kelas Spesial untuk UMKM bertujuan untuk membina para UMKM masa depan yang dapat dipercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Program tersebut berlangsung selama dua minggu terdiri dari pelatihan langsung oleh para mentor dari Investree dan Femalepreneur Idnonesia kemudian dilanjut dengan pendampingan intens melalui WhatsApp.

Secara umum, pelatihan tersebut berfokus pada pnegembangan bisnis dan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan para pelaku UMKM. Dalam Kelas Spesial untuk UMKM Vol. 1, Investree membagiakan materi “Peluang Pembiayaan di Tengah Pandemi: Mudah dan Nyaman Gunakan Fintech!” dan disampaikan oleh VP Sharia, Arief Mediadianto. Sedangkan Femalepreneur Indonesia membahas dari sisi perencanaan keuangan agar bisnis untung. 

Dalam Kelas Spesial untuk UMKM Vol. 01 yang diadakan secara online melalui platform Zoom, terdapat 300 lebih pelaku UMKM yangmendaftar dan bergabung. Mereka berasal dari berbagai kota besar dan daerah di Indonesai dan mempunyai bidang bisnis bermacam-macam mulai dari makanan dan minuman, fashion hingga jasa seperti pijat dan pencucian.

“Antusiasme yang para peserta berikan sungguh luar biasa. Hingga kini, mereka juga masih bersemangat mengikuti pendampingan melalui WhatsApp untuk memperdalam materi kewirausahaan terutama yang berkaitan dengan keuangan dan permodalan. Contoh kecil ini saja dapat menjadi gambaran bagaimana sektor UMKM benar-benar memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia,” ujar Arief. 

Materi yang dibahas apda Kelas Spesial untuk UMKM Vol. 01 membahas sseputar pembiayaan syariah karena permintaan partisipan yang cukup ramai. Hal tersebut menjadi hal yang positif karena berarti semakin banyak para pelaku UMKM yang sadar dan tertarik untuk memperoleh pembiayaan secara syariah.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan, “Sebagai pionir fintech lending syariah, Investree senang berbagi wawasan dalam hal permodalan syariah bagi teman-teman pelaku UMKM karena ini dapat menjadi sinyal positif keuangan syariah kita bisa tumbuh semakin solid ke depannya. Kita doakan saja agar semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan pembiayaan syariah untuk mengembangkan usahanya.” 

Sebagai salah satu proyek CSR Investree pada 2021, Kelas Spesial untuk UMKM tidak akan berhenti sampai di sini saja. Aktivitas ini akan diselenggarakan berkelanjutan dengan agenda berikutnya, yakni UMKM Vol. 02.

Program lanjutan tersebut akan dilaksanakan pada 9 April mendatang di Yogyakarta. Peserta yang akan menerima materi adalah ibu-ibu pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem salah satu rekanan Inverstree, Gramindo Berkah Madani dan submerek yang mereka miliki, yakni Gayatri Microfinance.

Mereka yang memiliki karakteristik berkelompok, merupakan perempuan tanpa akses ke bank (unbankable), dan telah menjalankan usaha dengan skema konvensional maupun syariah akan mendapatkan pelatihan intensif yang berkaitan dengan mindset kewirausahaan dan perencanaan keuangan sederhana, langsung dari para mentor Investree dan Femalepreneur Indonesia.

“Kelas Spesial untuk UMKM Vol. 02 akan dilangsungkan bersamaan dengan prosesi pencapaian 1000 pengusaha ultra mikro binaan Gramindo yang resmi tergabung dalam ekosistem Investree. Kami akan “merayakan” babak baru dari kerja sama Investree dan Gramindo dengan melakukan Seremonial Potong Tumpeng dan kegiatan CSR ini secara hybrid di Yogyakarta. Dari pencapaian ini, kami ingin mengeksplorasi dukungan lainnya yang bisa Investree berikan dalam mengembangkan usaha para perempuan dengan bisnis ultra mikro yang tidak memiliki akses ke bank, membantu mereka meraih tujuan finansial untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Kami yakin, pelaksanaan kelas UMKM ini mampu mendorong peningkatan kesadaran dan literasi keuangan sehingga mereka bisa menjadi pelaku usaha yang lebih berdaya saing,” tutup Adrian.

Sejalan dengan strategi bisnis Investree 2021 yang berfokus pada penambahan kontribusi ritel, pemanfaatan kerja sama dengan ekosistem rekanan salah satunya Gramindo telah menyumbang angka sebesar 1200-an Borrower atau pengusaha perempuan atau kurang lebih 44% dari keseluruhan jumlah Borrower unik di Investree yang sampai saat ini hampir mencapai 3000. 

Baca juga,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here