Penelitian: Masyarakat Indonesia Berencana Tingkatkan Belanja Online dan Pesan-Antar Makanan selama Ramadan 2021

0
228

Penelitian dari The Trade Desk menyatakan bahwa masyarakat Indonesia berencana untuk meningkatkan belanja online dan pesan-antar makanan selama Ramadan 2021. Mengingat sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan.

Ramadan sendiri merupakan salah satu perayaan yang dinantikan oleh umat Islam di Indonesia. Penelitian dari The Trade Desk ini memperlihatkan adanya rencana peningkatan belanja online dan pesan-antar makanan selama Ramadan, karena hampir 1 dan 2 orang Indonesia berencana untuk tidak melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan tradisi mudik.

Dengan adanya rencana untuk tidak melakukan perjalanan, masyarakat akan mengalokasikan kembali dana mudik yang mereka miliki. Tercatat 63 persen dari responden yang biasanya berbelanja selama Ramadan, mengatakan bahwa mereka akan melakukan lebih banyak Ramadan secara online tahun ini dibandingkan tahun lalu. Angka tersebut naik hingga 68 persen untuk milennial, kelompok usia yang sangat diidamkan bagi kalangan pengiklan.

Responden juga berencana untuk meningkatkan jumlah makanan pesan antar yang dipesan secara online untuk menyesuaikan perayaan Ramadan mereka di era COVID019. Di antara pengguna aplikasi pesan-antar makanan tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Tren ini sangat menonjol di antara keluarga yang memiliki anak-anak karena mereka tidak dapat keluar rumah sebanyak yang biasanya dilakukan selama bulan puasa.

 

Riset ini juga menemukan abhwa E-wallet telah memiliki daya tarik di Indonesia. 1 dari 3 masyarakat Indonesia telah menggunakan E-wallet untuk membayar pengeluaran harian mereka.

Mengingat, pengiklan harus memikirkan kembali bagaimana memperoleh data mengenai pesan-antar makanan, tren belanja bahan makanan dan produk, serta pembelian di dalam toko dengan E-wallet untuk mengimbangi penggunaan E-wallet yang terus bertambah.

Meningkatnya penggunaan e-wallet menwarkan peluang kepada mereka untuk memahami bagaimana iklan digital diubah menjadi penjualan.

Melalui kemitraan The Trade Desk dengan Gojek, pengiklan yang memanfaatkan aplikasi Gojek kini dapat memperoleh insights atas dampak iklan online mereka dan bagaimana mengaitkannya dengan transaksi pembelian yang terjadi. Baik secara online maupun offline.

“Saat masyarakat Indonesia menghabiskan Ramadan  dan Idul Fitri di rumah, mereka juga memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan uang secara online, hal tersebut menciptakan peluang yang lebih berarti bagi mereka untuk menjangkau dan melibatkan  konsumen saat mereka berbelanja, makan, dan membayar kebutuhan sehari-hari menggunakan kanal digital,” jelas Florencia Eka selaku Country Manager Indoensia. Dirinya menilai bulan Ramadan berpeluang bagi pengiklan untuk mempertajam strategi medianya. 

Pada sisi konsumsi media, riset The Trade Desk menemuakan bahwa streaming video online juga akan meningkat selama bulan Ramadan 2021.

Satu dari dua masyarakat Indonesia yang disurvei menyatakan untuk berencana menghabiskan waktu luang Ramadan dengan menonton film dan serial TV (48 persen), sementara jumlah yang hampir setara berencana untuk streaming musik online (42 persen). Dengan kehadiran 40 juta konsumen Indonesia pada platform OTT yang didukung iklan, mereka dapat memanfaatkan saluran baru ini agar senantiasa menjadi top-of-mind.

“Pergeseran perilaku konsumen saat Ramadan dengan meningkatnya belanja online dan pesan-antar  makanan, serta konsumsi tayangan OTT, menunjukkan tren lebih besar yang telah kami amati meningkat  selama pandemi, dan kami tidak melihat ini berbalik,” kata Eka.

Eka juga menyatkaan semakin banyak orang Indonesia yang beralih ke saluran digital baru seperti E-wallet dan streaming video OTT. Oleh karena itu, akan lebih banyak pengiklan yang mengikuti ke mana konsumen akan membawanya.

“Saluran digital ini menawarkan kepada kemampuan  bagi pemasar modern untuk melampaui metrics digital tradisional dan sebagai gantinya, membuktikan ROI  dari pengeluaran iklan mereka dengan hasil bisnis nyata dengan menerapkan data presisi yang lebih tinggi  dan melalui kemampuan pengukuran yang lebih baik,” tutupnya. 

Baca juga, Gredu Ungkap Fenomena dan Dampak Fatherless di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here