ALODOKTER Dorong Percepatan Vaksinasi di Indonesia melalui Pelatihan Vaksinator

0
177

Menjadi salah satu platform kesehatan besar digital di Indonesia, ALODOKTER melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah (Puslatkesda) dan Ikatan Dokter Indonesia untuk mengadakan pelatihan vaksinator.

Pelatihan tersebut menargetkan lebih dari 10.000 tenaga kesehatan untuk berpartisipasi dan mendapatkan sertifikasi vaksinator COVID-19. Tujuannya untuk membantu percepatakan program vaksinasi pemerintah yang menargetkan lebih dari 180 juta orang Indonesia pada kuartal pertama 2022.

Hari ini (7/4), ALDOKTER mengadakan acara virtual press conference untuk peresmian pelatihan vaksinator. Acara tersebut dihadiri oleh Suci Arumsari sebagai Presiden Direktur & Co-Founder dari ALODOKTER, dr. Verry Adrian, M.Epid selaku Kepala Seksi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Nisma Hiddin, SH, MH selaku Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta dan dr. Fery Rahman, MKM selaku Sekretaris IDI Wilayah DKI Jakarta.

Dalam acara tersebut, mereka membahas seputar upaya pemerintah yang secara gencar memutus rantai penularan COVID-19 dengan cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergis. Sejauh ini, respon yang diberikan oleh masyarakat terkait vaksinasi cenderung positif dan antusias.

Meski, memang jumlah dan sebaran vaksinator juga menjadi kunci percepatan dari program vaksinasi itu sendiri. Beberapa daerah juga telah mengalami kendala terbatasnya penyuntikan vaksin per hari diakibatkan kurangnya jumlah vaksinator.

Oleh karena itu, rasio dan populasi vaksinator haru seimbang sehingga target vaksin harian pun dapat tercapai. Hal tersebutlah yang menjadi pertimbangkan dari terbuatnya program pelatihan ini, guna mencetak lebih banyak vaksinator lagi ke depannya.

“ALODOKTER melalui ALOMEDIKA merasa bangga dilibatkan dalam program kolaborasi pelatihan vaksinator akbar ini. Kami percaya pemanfaatan teknologi digital secara optimal dapat memberi peluang yang lebih besar bagi percepatan vaksinasi di Indonesia,” ucap Suci Arumsari, Presiden Direktur & Co-founder ALODOKTER.

Suci juga menjelaskan bahwa pelatihan ini sesuai dengan misi ALOMEDIKA untuk membantu pelaku industri kesehatan, khususnya di era heatlh-tech dalam meningkatkan mutu pelayanan medis. ALOMEDIKA sendiri merupakan komunitas dokter terbesar di Indonesia dengan lebih dari 40.000 dokter bergabung di dalamnya.

Komunitas tersebut berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para dokter dengan menyediakan berbagai fitur seperti, SKP Points, informasi, panduan, forum serta kesempatan bekerja. Melalui pernyataan Suci, ALODOKTER juga terus berupaya untuk dapat mewujudkan Indonesia yang bebas COVID-19.

“Upaya memutuskan mata rantai penularan virus COVID 19 melalui upaya pemberian vaksin merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien. Kami optimis bahwa Indonesia akan segera pulih dengan adanya pelatihan-pelatihan virtual seperti ini. Kita semua harus bertindak dengan cepat dan tepat agar capaian vaksinasi di lapangan maksimal. Metode pelatihan akan dilaksanan secara full online dengan platform yang paling mudah diikuti oleh semua peserta.” kata dr. Verry Adrian, M.Epid, Kepala Seksi
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Tenaga dan logistik adalah dua hal yang harus kita perhatikan saat ini untuk memperlancar proses vaksinasi. Setelah mengikuti pelatihan, maka peserta akan mampu melakukan pelayanan vaksinasi COVID-19 sesuai dengan protokol, yang antara lain menjelaskan epidemiologi dan patofisiologi COVID-19, melakukan microplanning dan pengelolaan rantai dingin vaksin, melakukan pelayanan vaksinasi, melakukan pencatatan dan pelaporan vaksinasi, melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan vaksinasi, serta melakukan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Ini mengapa pelatihan sangat penting karena vaksinator harus bersertifikat. “ tegas dr. Nisma Hiddin, SH, MH, selaku Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta.

“Upaya sosialisasi terkait program vaksinasi yang promotif telah berjalan dengan baik, sekarang kita perlu fokus pada penatalaksanaan vaksinasi yang merata di Indonesia. IDI telah secara konsisten melakukan pelatihan vaksinator dari akhir tahun kemarin guna persiapkan sumber daya manusia saat vaksin terlah tersedia. Kolaborasi pelatihan
massal seperti ini sangat dibutuhkan sekarang agar seluruh daerah di Indonesia terjangkau.” dr. Fery Rahman, MKM, Sekretaris IDI Wil DKI Jakarta.

Program Pelatihan Vaksinator ini kana dilaksanakan dalam 3 gelombang. Gelombang pertama akan dimulai minggu ini. Sertifikat pun juga akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan memnuhi persyaratan.

Syaratnya ialah telah mengikuti minimal 95% dari keseluruhan jumlah jam pembelajaran. Serta, memenuhi minimal 70 dari hasil evaluasi pelatihan.

Baca juga, Dukung Program Vaksinasi COVID-19, ALODOKTER Berikan Edukasi Vaksin secara Digital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here