Lima tahun berinovasi, Halodoc optimis dapat menyelesaikan tantangan kesehatan di Indonesia

0
168
Halodoc

Didukung kemampuan inovasi dan teknologi, Halodoc turut menjawab tantangan kesenjangan akses kesehatan di Indonesia dan menciptakan “rumah sakit tanpa dinding”.

Genap lima tahun melayani negeri, Halodoc telah tumbuh menjadi platform layanan kesehatan terintegrasi yang menghubungkan jutaan masyarakat Indonesia dengan produk dan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

Terlebih di masa pandemi, melalui akses layanan kesehatan berbasis daring, Halodoc mampu merespon kondisi dan kebutuhan masyarakat dengan sangat cepat di berbagai daerah.

Tercatat, dengan total pengguna aktif bulanan mencapai 20 juta, Halodoc mampu menjangkau hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk daerah terluar seperti Aceh, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Lima Tahun Beroperasi

Sejak berdiri, Halodoc fokus pada inovasi guna menjawab kebutuhan masyarakat akan kesehatan yang semakin kompleks.

Halodoc merupakan perusahaan telehealth pertama yang mengintegrasikan layanan konsultasi dokter secara daring dengan pengantara obat ke rumah di tahun 2016.

Selain itu, perusahaan juga terus berinovasi untuk mengembangkan bisnis model B2B dengan menggandeng provider asuransi di 2018. Kini, tercatat lebih dari 1.000 mitra korporasi yang telah memanfaatkan layanan kesehatan digital dari Halodoc.

Capaian serta pertumbuhan yang menjanjikan membuat Halodoc mendapatkan pendanaan seri B di tahun 2019, termasuk menjadi startup di sektor kesehatan pertama yang menerima pendanaan dari Bill & Melinda Gates Foundation.

Di tahun yang sama, Halodoc juga meluncurkan layanan terbaru, yaitu Buat Janji yang dapat mengakomodasi penjadwalan ke rumah sakit, lab, bahkan homecare.

Secara transaksi, Halodoc juga mengalami pertumbuhan signifikan sejak 2018, yaitu hingga 16 kali lipat.

Lebih lanjut, dengan pertumbuhan pengguna aktif mencapai 25 kali lipat dalam periode waktu yang sama, ekosistem Halodoc pun kini telah didukung lebih dari 20.000 mitra dokter berlisensi, 2.000 RS/klinik/lab, serta 4.000 apotek terdaftar yang tersebar di ratusan kota di Indonesia.

Upaya dan kerja keras ini juga diakui oleh dunia internasional dengan terdaftarnya Halodoc sebagai satu-satunya startup kesehatan dari Asia Tenggara yang masuk daftar bergengsi Digital Health 150 dari CB Insights.

Selanjutnya, di usia yang keempat Halodoc dihadapkan pada momentum yang merubah hampir seluruh industri, baik ke arah yang lebih baik maupun sebaliknya.

Namun, dengan tetap mengedepankan semangat membangun negeri, Halodoc secara sigap melihat kesempatan atas banyaknya tantangan kesehatan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Halodoc memulai terobosan dengan menjadi pioner penyelenggara rapid test drive thru dan kini menjadi operator Test COVID-19 terbesar di Indonesia dengan 32 lokasi di 20 kota. Halodoc juga menjadi telehealth pertama yang fokus pada Kesehatan Jiwa dengan menggandeng 200 tambahan psikolog klinis, serta meluncurkan layanan Kesehatan Hewan.

Pada 2021, fokus utama pelaku industri kesehatan adalah bersama-sama menyukseskan program vaksinasi nasional dan Halodoc menjadi mitra resmi pertama dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan menghadirkan Pos Pelayanan Vaksinasi COVID-19 yang merupakan bentuk kontribusi karya anak bangsa pada program percepatan vaksinasi nasional.

Hanya dalam satu bulan, Halodoc telah berhasil menghadirkan pos pelayanan vaksinasi COVID-19 secara drive thru di tujuh lokasi di Indonesia yang secara kumulatif telah berhasil memvaksinasi hampir 80.000 masyarakat Indonesia.

Memperingati lima tahun beroperasi, Halodoc juga mengumumkan pendanaan seri C sebesar USD 80 juta yang dipimpin oleh Astra, bersama sejumlah investor lainnya termasuk Temasek, Telkomsel Mitra Inovasi, Novo Holdings, Acrew Diversify Capital Fund, serta Bangkok Bank.

Beberapa investor terdahulu juga turut berpartisipasi dalam seri ini seperti UOB Venture Management, Singtel Innov8, Blibli Group, Allianz X, Openspace Ventures, dan lainnya. Pendanaan ini akan dialokasikan untuk memperluas penetrasi Halodoc di berbagai vertikal kesehatan utama serta meningkatkan pengalaman pengguna melalui teknologi.

“Halodoc percaya bahwa digital bukan satu-satunya cara untuk merevolusi sektor kesehatan di Indonesia. Kekuatan kami adalah menggabungkan teknologi dengan layanan layanan offline sehingga dapat meningkatkan pengalaman dan kenyamanan pengguna. Bagi kami, inovasi bukan hanya sekadar meluncurkan aplikasi canggih, tujuan utama Halodoc adalah untuk menyelesaikan tantangan kesehatan di Indonesia salah satunya melalui teknologi agar tidak hanya memperluas akses kesehatan untuk lebih banyak orang, tetapi juga untuk memberikan pengalaman pengguna yang seamless dan tanpa ribet,” ungkap Jonathan Sudharta, CEO & Co-Founder Halodoc.

Baca juga, Halodoc resmi hadirkan Pos Pelayanan Vaksinasi COVID-19 yang dibuka hari ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here