Perluas Ekosistem Kecantikan, Social Bella Raih Pendanaan Rp. 818 M

0
97

Perusahaan beuty-tech Social Bella mengumumkan bahwa mereka menerima pendanaan senilai 818 Miliar Rupiah dari empat investor yang dipimpin oleh L Catterton pada Rabu (5/5) lalu. Investor tersebut merupakan perusahaan investasi dan pengelola dana (private equity firm) yang bepusat di Amerika Serikat.

L Catterton sendiri telah melakukan pendanaan ke lebih dari 200 perusahaan terkemuka dari berbagai segmen dan industri. Salah satunya adalah LVMH, yakni perusahaan terkemuka di dunia dengan produk berkualitas tinggi. Indies Capital bersama dua pegang saham Social Bella sebelumnya, East Ventures dan Jungle Ventures turut berpartisipasi pada pendaan di putaran kali ini.

Pendanaan Social Bella ini merupakan investasi pertama L Catterton di Indonesia. Sementara itu, bagi Social Bella, selain menujukkan potensi industri ritel yang begitu besar di Indonesia, pendanaan ini juga membuktikan kapabilitas serta kepemimpinan perusahaan yang solid di industri.

“Tahun 2020 merupakan tahun  yang sulit bagi kita semua. Akibat pandemi, kesehatan dan mobilitas masyarakat sangat terdampak. Di  tengah semua tantangan tersebut, kami sangat bangga melihat upaya konsisten tim Social Bella untuk  menghadirkan layanan omnichannel terbaik untuk pelanggan kami. Kami akan terus meningkatkan  layanan kami dengan mengedepankan aspek kepercayaan, kenyamanan dan kurasi produk terbaik dari  Social Bella untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kerjasama dan investasi dari L Catterton, Indies  Capital, East Ventures dan Jungle Ventures akan mendorong kapabilitas kami dalam menghadirkan inovasi  berbasis teknologi terdepan serta produk-produk terbaik bagi pelanggan kami di Indonesia, Vietnam dan  wilayah-wilayah lainnya,” ujar Christoper Madiam, selaku President dan Co-foudner Social Bella.

“Penetrasi industri kecantikan dan perawatan diri di Asia Tenggara terus berkembang pesat dengan  ‘pemain’ yang inovatif seperti Sociolla yang menyediakan lebih banyak pilihan, produk-produk premium  dan meningkatkan jangkauannya baik secara online maupun offline terhadap konsumennya,” jelas Yock  Siong Tee, Principal di L Catterton and Investment Lead for Southeast Asia.

Dia juga menambahkan, “Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Sociolla mampu memuaskan baik konsumen serta brand principal secara  seimbang. Kami sangat senang untuk bekerja sama dengan tim yang telah menunjukkan rekam jejak luar  biasa dalam membantu berbagai brand kecantikan tumbuh berkembang dengan pesat di Indonesia dan  menjadi platform kecantikan dengan skala besar. Kami tidak sabar untuk mendukung Sociolla pada tahap  pertumbuhan berikutnya.”

Social Bella juga menyambut baik kerjasama dengan Indies Capital yang menjadi salah satu investor baru di putaran pendanaan kali ini.  Indies Capital merupakan manajer investasi multi aset alternatif terdepan  dengan spesialisasi di investasi private credit untuk kawasan Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun  belakangan Indies Capital secara aktif berkecimpung di ekonomi baru dan growth equity.

Pandu Sjahrir,  Managing Partner Indies Capital menjelaskan, “Social Bella mampu menjawab perkembangan kebutuhan  kecantikan dan perawatan diri masyarakat dengan pendekatan unik, termasuk lewat inovasinya dalam  memperkenalkan konsep omnichannel pertama di Indonesia.” 

“Social Bella telah turut mentransformasi lanskap ritel di Indonesia, dan kami percaya  keberlangsungan model bisnis ini dalam jangka panjang. Dipimpin oleh tim yang dinamis, tidak hanya  menunjukkan resiliensi selama pandemi, Social Bella bahkan mampu membukukan pertumbuhan yang  solid. Kami senang sekali dapat menjadi bagian dalam perjalanan Social Bella baik di Indonesia maupun di  pasar-pasar lain kedepannya,” tambah Harold Ong, Partner di Indies Capital. 

East Ventures dan Jungle Ventures yang sudah menjadi investor Social Bella selama beberapa tahun  belakangan ini juga telah menyaksikan perjalanan perusahaan dan mengenal dekat tim di balik Social  Bella.

Willson Cuaca, Co-founder dan Managing Partner di East Ventures, menyatakan, “Selama pandemi tahun lalu  kami melihat pertumbuhan perusahaan yang luar biasa. Social Bella mampu beradaptasi dengan cepat di  tengah kondisi yang menantang. Kami optimis melihat potensi kedepannya dan siap untuk terus  mendukung Social Bella dalam berinovasi dan berkreasi guna menjadi perusahaan beauty-tech terdepan  di Asia Tenggara.” 

Sebelumnya, Social Bella telah mendapatkan pendanaan dari investor terkemuka termasuk Temasek yang  berpusat Singapura, Pavilion Capital dan Jungle Ventures. Di tengah tantangan pandemi Social Bella tetap  mampu merealisasikan dan mengembangkan konsep omnichannel-nya dengan impresif. Tahun lalu,  perusahaan telah mengembangkan bisnis B2C-nya, Sociolla, ke Vietnam dan kini telah membuka 21 toko  omnichannel di 9 kota di Indonesia dan 1 di kota Ho Chi Minh, Vietnam. 

Baca juga, LAZADA Berikan Solusi Logistik E-Commerce Untuk UMKM Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here