Majukan UMKM Indonesia, Shopee Gandeng KADIN dan Pemerintah

0
236

Shopee Indonesia melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk memajukan sinergi antara UMKM dan marketplace. Tujuannya untuk meningkatkan gaya saing, memperluas pasar dan meningkatkan ekspor.

Rosan P. Roestani selaku Ketua Umum Kadin Indonesia menyatakan bahwa berbagai stimulus yang telah diberikan kepada UMKM di masa pandemi ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah agar mereka bisa bertahan. Melalui dukungan itu, diharapkan masalah yang dihadapi UMKM sifatnya hanya sementara dan tidak permanen.

Sementara itu, Rosan juga berharap UMKM dapat kembali bergairah untuk ikut menopang perekonomian nasional. Di samping, dorongan dari pemerintah, UMKM dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai marketplace antara lain Shopee Indonesia.

Menrutnya, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional bisa terus ditingkatkan karena kontribusinya belum optimal. Yakni, baru menyumbang sekitar 14,3%.

“Data Bank Pembangunan Asia (ADB) sekitar 50% UMKM kita terdampak pandemi Covid-19. Keberadaan UMKM ini penting karena menyumbang 60% untuk PDB dan sekitar 96% untuk tenaga kerja. Namun, untuk ekspor itu harus kita dorong lagi,” papar Rosan dalam Dialog KADIN dan Shopee Indonesia yang digelar virtual, Senin (14/6/2021). 

Acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Kadin, Dialog KADIN dan Shopee Indonesia bertema “UMKM Indonesiia Menuju Pasar Global” ini menghadirkan narasumber Teten Masduki, Menteri Koperasi & UKM Republik Indonesia, Bahlil Lahadila, Menteri Perdagangan Republik Indoensia, Arsjad Rasjid, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional dan Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia.

Seperti diketahui, UMKM menjadi salah satu penggerak perekonomian dan pilar keberlanjutan Indonesia. Sektor ini telah berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto nasional dan 97% terhadap penyerapan tenaga kerja yang terdampak pandemi.

Diharapkan melalui dialog ini koordinasi antara para pelaku, pendukung kegiatan UMKM di Indonesia dan elemen masyarakat termasuk pemerintah dan swasta, dapat terus terbangun dalam melakukan inisiatif untuk memulihkan ekonomi Indonesia dan masyarakat yang terdampak akibat pandemi.

“Diperlukan gotong royong dari berbagai pihak dalam mengembangkan potensi daerah, terutama dari sektor UMKM lokal sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. KADIN terus berupaya membantu merangkul para pelaku usaha melakukan sinergi dan kolaborasi untuk membangun ekonomi ke depan,” tutur Arsjad Rasjid, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dalam paparannya.

Shopee sendiri memiliki misi yang sama dengan pemerintah terkait memperkuat UMKM. Saat ini, Shopee telah menjadi rumah bagi 4 juta lebihh penjual di Indonesia.

 “Sebagai platform e-commerce yang dekat dengan masyarakat, kami terus memperkuat serta mempersiapkan UMKM melalui berbagai program dan inovasi seperti program digitalisasi di Jawa Barat yang menyasar hingga 5000 desa hingga Kampus Ekspor Shopee pertama di Solo untuk untuk mempersiapkan lebih banyak UMKM yang Go Ekspor. Upaya ini sejalan beriringan dengan visi dan misi pemerintah dalam mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dan kolaborasi Shopee bersama Kementerian Koperasi dan UKM untuk membangun sekolah ekspor dengan target 500.000 UMKM,” jelas Handhika Jahja, selaku Direktur Shopee Indoensia. 

Dalam mendukung bisnis UMKM, Shopee mengedepankan lima fokus utama dengan memberi edukasi yang berkesinambungan, penyaluran pendanaa, pemasaran online, sistem pembayaran dan logistik, serta ekspor.

Platform tersebut terus berupaya mendukung UMKM Indonesia agar dapat bersaing dalam pasar global, kerjasama antara para pelaku yang bersinergi dengan pemerintah berperan penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi digitaal yang memberi dampak nyata bagi UMKM Indonesia.

Sementara itu, Teten Masduki, Menteri Koperasi & UKM Republik Indonesia mengatakan sejak pandemi Covid-19, pemerintah memiliki berbagai program stimulus untuk UMKM. “Sebanyak 20% APBN di tahun 2020 ditujukan untuk UMKM. Mulai dari restrukturisasi pinjaman, subsidi suku bunga sampai ke modal kerja untuk usaha mikro,” katanya. Teten juga menekankan pentingnya menjaga keseluruhan ekosistem produktivitas UMKM secara holistik baik kapasitas produksi, kualitas dan market dari produknya.

Menurut Bahlil Lahadila, selaku Menteri Investasi Republik Indonesia menyatakan bahwa posisi UMKM sangat strategis dalam kerangka pertumbuhhan ekonomi. “UMKM Indonesia harus membangun daya saingnya sehingga mampu menjangkau peluang di pasar yang lebih luas. Berkolaborasi dengan berbagai pihak kami terus membantu peningkatan ini, termasuk menghimbau investasi yang masuk harus berkolaborasi dengan UMKM Indonesia.” 

”Peluang pengembangan UMKM di masa pandemi ini justru besar, termasuk disrupsi teknologi yang diharapkan justru akan memacu peningkatan kemampuan dan daya saing UMKM Indonesia. Terlebih lagi ketika logistik terintegrasi dengan digital teknologi maka akan semakin membuka pengembangan UMKM di Indonesia,” tutup Muhammad Lutfii, selaku Menteri Perdagangan Republik Indonesia. 

Baca juga, ShopeeTalk: Bagikan Tiga Kunci Utama Merintis Startup 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here