Kredivo berkolaborasi dengan Standard Chartered

0
123
Kredivo
Foto: Kredivo

Kredivo mengumumkan kolaborasi dengan Standard Chartered pada Jum’at (29/10) kemarin. Dimana kolaborasi ini bertujuan untuk menyalurkan kredit melaluo platform digital Beli Sekarang, Bayar Nanti (Buy Now, Pay Later/BNPL) ke segmen pasar retail atau massal.

Kolaborasi keduanya tentu memberi dampak bagi keduanya. Bagi Standard Chartered, kolaborasi ini membantu mereka untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih besar di masa pemulihan ekonomi akibat dampat pandemi. Melalui penyediaan akses layanan kredit yang murah serta mendorong pertumbuhan e-commerce dan merchant offline.

Sementara, bagi Kredivo, kolaborasi ini merupakan salah satu langkah mendekatkan perusahaan untuk mewujudkan misinya dalam melayani puluhan juta konsumen dengan layanan keuangan yang cepat, terjangkau dan mudah diakses.

Kredivo
Foto: Kredivo

Lebih lanjut, jangkauan pasar ritel yang luas dan kapabilitas penilaian kredit berbasis artificial intelligence Kredivo yang kuat, serta keahlian perbankan ritel Standard Chartered yang mendalam, sebagai salah satu bank tertua dengan kehadiran lebih dari 150 tahun di Indonesia, memungkinkan konsumen untuk dapat menikmati proses aplikasi kredit secara cepat, mudah, dan aman, dengan pengalaman yang sepenuhnya digital dan tanpa persyaratan verifikasi tatap muka. 

Jeffrey Tan, Head of Consumer, Private and Business Banking (CPBB), Indonesia, Standard Chartered, menjelaskan, “Walaupun Standard Chartered telah memiliki posisi yang kuat di segmen perbankan ritel menengah ke atas, kini kami memperkuat dan memperluas saluran distribusi kami untuk melayani konsumen di segmen pasar massal dengan lebih efisien. Oleh karena itu, kami senang dapat bermitra dengan Kredivo, yang memiliki visi yang sama untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, melalui penawaran POS (point-of-sale) melalui platform digital.”

Terbentuknya kemitraan ini sejalan dengan percepatan adopsi layanan-layanan keuangan digital di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perusahaan fintech lending naik menjadi Rp4,34 triliun pada Juli 2021 dari Rp3,25 pada Juli 2020. Sementara itu, total outstanding loan yang disalurkan, naik dari Rp11,94 triliun pada Juli 2020 menjadi mencapai Rp24,22 triliun pada periode yang sama. Dengan meningkatnya jumlah vaksinasi, sentimen pasar dan penjualan ritel yang terus meningkat, permintaan akan pinjaman pun diharapkan akan terus bertambah. 

Umang Rustagi, CEO, Kredivo Indonesia, mengatakan, “Kami sangat bersemangat dan bangga bermitra dengan Standard Chartered, salah satu bank tertua dan paling berpengalaman di Indonesia. Kerja sama ini menunjukkan bagaimana fintech dan bank bersinergi untuk sama sama mencapai tujuan yang selaras yaitu untuk membuka akses kredit seluas-luasnya. Dengan pengalaman yang dimiliki Standard Chartered dan keahlian yang Kredivo miliki, kami harap kerjasama ini bisa mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional lebih jauh lagi.”

Terbentuknya kemitraan ini sejalan dengan percepatan adopsi layanan-layanan keuangan digital di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perusahaan fintech lending naik menjadi Rp4,34 triliun pada Juli 2021 dari Rp3,25 pada Juli 2020. Sementara itu, total outstanding loan yang disalurkan, naik dari Rp11,94 triliun pada Juli 2020 menjadi mencapai Rp24,22 triliun pada periode yang sama. Dengan meningkatnya jumlah vaksinasi, sentimen pasar dan penjualan ritel yang terus meningkat, permintaan akan pinjaman pun diharapkan akan terus bertambah. 

Baca juga: Bantu Pelaku Usaha, Youtap Sediakan Layanan Belanja Stok dan PHP (Pesan dari Hape)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here