ShopeePay Talk Bagi Tips Susun Konten Brand Memikat Hati

0
61
Pesta Diskon Supermarket

ShopeePay Talk bulan Februari ini digelar kemarin (22/2) secara daring. Acara tersebut mengangkat tema ‘Dari Konten Turun Ke Hati’.

Dalam acara ShopeePay Talk tersebut mereka mengundang dua industri berbeda yakni Dandi Sepsaditri, Founder & CEO Baso Aci Akang dari industri F&B, Ahmad Qois, Marketing Manager Bobobox dari industri perhotelan dan Giorrando Grissandy, Founder & CEO Garis Temu sekaligus pakar industri kreatif. Ketiganya mengupas selukbeluk konten kreatif brand serta strategi meramu konten digital agar mencuri perhatian konsumen di media sosial.

Mengingat kini, kita banyak melakukan aktivitas di media sosial. Mulai dari saling berkomunikasi satu sama lain, mengasah kreativitas, hingga berbisnis. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku bisnis untuk mengetahui konten seperti apa yang seharusnya dibuat mereka agar konsumen tertarik dengan produk yang mereka dagangkan.

Seperti yang dikutip dari Eka Nilam Dari, selaku Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay. Ia menyatakan bahwa media sosial kini telah menjadi salah satu platform jitu yang dapat menghubungkan serta membangun kedekatan personal antara bisnis dengan konsumen.

ShopeePay Talk

“Terlebih di tengah masa pandemi, di mana ruang gerak masyarakat sangat terbatas, media sosial sangat diandalkan agar bisnis dapat terus berjalan. Kami harap pemaparan serta insight inspiratif dari para pembicara ShopeePay Talk kali ini dapat membantu para pebisnis dalam mengembangkan bisnisnya lewat media sosial dengan strategi yang jitu, pengemasan cerita yang tepat sasaran, hingga eksekusi yang matang,” tambah Eka. 

Gali preferensi audiens dan tojolkan daya pikat brand

Akun media sosial kini dapat dianggap sebagai aset bisnis. Pasalnya, akun tersebut memegang peranan pentin sebagai platform penghubung antara bisnis dengan audiesnya. Mulai dari konsumen, calon konsumen hingga masyarakat secara luas.

Oleh karena itu, brand harus menyusun formula komunikasi yang tepat melalui konten, brand harus mengenali preferensi, kecenderungan serta perilaku dari audiesnya.

ShopeePay Talk

Seperti yang dikatakan oleh Dendi Sepsaditri, kehadiran media sosial dengan beragam fitur dan tren telah membuat spektrum dari platform tersebut menajdi luas dan dinamis. Oleh karena itu, pelaku bisnis harus mengenal gaya komunikasi preferensi, serta profil dan audiensnya.

Agar dapat menyuguhkan konten yang engaging. Tak hanya itu, brand juga harus bisa mengidentifikasi kelebihan serta daya pikat dari produk yang ditawarkan.

“Di Baso Aci Akang sendiri, kami sangat mengandalkan aspek visual demi menonjolkan keistimewaan produk kami yang notabene adalah makanan dan minuman. Seluruh konten kami dirancang untuk bisa memperlihatkan kelezatan yang diharapkan dapat menggugah selera dan mendorong konsumen untuk membeli produk kami,” tambah Dandi. 

Memadukan pengalaman konsumen dengan integrasi media sosial

Media sosial yang senantiasa berevolusi seiring dengan dinamika perubahan tren dan perilaku konsumen menuntut brand untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dengan situasi terkini. Salah satu cara yang dapat diterapkan oleh brand adalah menciptakan pengalaman konsumen yang optimal dan terintegrasi, baik secara luring maupun daring, salah satunya adalah dengan memanfaatkan platform media sosial. 

Ahmad Qois, Marketing Manager Bobobox membeberkan bagaimana Bobobox tidak hanya melayani konsumen melalui layanan penginapan, tetapi juga membangun hubungan dengan konsumen melalui media sosial, “Bobobox selalu berusaha untuk mengoptimalkan customer journey yang hybrid, terintegrasi, dan berkelanjutan. Tidak hanya saat konsumen menggunakan produk kita, tetapi juga bagaimana kita bisa terus menjaga komunikasi dengan konten-konten yang relevan di media sosial sehingga konsumen tertarik untuk melakukan pembelian kedua, ketiga, dan seterusya. Contohnya, belakangan ini konsep staycation mulai marak dan menjadi kebutuhan hiburan untuk masyarakat. Situasi ini lantas kami manfaatkan untuk mengajak audiens mengeksplorasi opsi staycation secara virtual melalui media sosial. Dengan begitu, brand bisa terus dekat dan hadir di tengah audiens.”

Jalin kedekatan dengan persona brand yang berkarakter

Bagi Giorrando Grissandy, Founder & CEO Garis Temu, aspek ‘sosial’ dalam media sosial merupakan komponen penting yang harus diperhatikan demi terjalinnya kedekatan antara brand dengan audiens. Untuk itu, audiens sebagai makhluk sosial harus menjadi fokus utamanya.

Brand dapat membangun persona yang kuat, menyampaikan konten yang mengandung nilai-nilai brand, hingga menjalin komunikasi yang transparan dengan audiensnya untuk membangun kepercayaan. Dalam bermedia sosial, memanusiakan brand merupakan salah satu kiat yang bisa diterapkan pada banyak aspek. Mulai dari bentuk konten yang dihasilkan, tipe informasi yang disampaikan, hingga gaya berkomunikasi yang dijalin dengan audiens. Dengan begitu, sisi humanis di balik sebuah brand yang selama ini terkesan jauh akan terasa lebih akrab, serta kepercayaan dan kedekatan pun akan terjalin. Setelah berhasil dijalankan, brand dapat menentukan ukuran parameter keberhasilan sesuai dengan target dan kebutuhan,” tutup Giorrando pada acara ShopeePay Talk: Dari Konten Turun ke Hati. 

ShopeePay Talk akan terus dihadirkan setiap bulan dengan tema-tema yang menarik untuk berdiskusi dan berbagi informasi dari perspektif bisnis secara ringan, trendy, dan insightful. Nantikan ShopeePay Talk episode berikutnya dengan tema dan narasumber menarik lainnya. 

Baca juga: Begini Cara Restore Backup WhatsApp dari Google Drive ke iPhone

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini