UMKM

Kisah Sweater Rajut Panaya Crochet untuk 'Adik'

post-img

Source : gadgetDiva

Gadgetdiva.id — Hana mengambil sweater rajut warna-warni itu. Terlihat tebal dengan benang rajut yang halus. Ada warna ungu, biru, pink, dan biru muda. Gigi putih Hana terlihat rapi saat senyumnya melebar. Dia terlihat senang mengenakan sweater rajut itu. Seperti ada kenangan indah dalam setiap proses tusuk rajut tersebut.

“Itu dia yang minta dibikinin sweater rajut. Katanya biar sama ama adeknya,” ujar Noer Cahya. Wanita berjilbab dengan tubuh mungil itu memang kerap berkutat dengan jarum dan benang rajut. Sehari-harinya ia habiskan berjam-jam untuk menyelesaikan pesanan rajut. Mulai dari bros, sepatu, tas, dompet, sampai boot.

Jamkrindo Bantu UMKM Go Internasional Lewat Inovasi Penjaminan dan Pendampingan

Sejenak semua di ruangan terdiam. Kami berpikir berkali-kali tentang kata ‘adik’ yang terucap dari mulut perempuan yang dipanggil Noey itu. Pasalnya, sepengetahuan kami, Hana tidak memiliki adik.

sweater rajut

“Tahun lalu gue sempet ‘isi’ (hamil). Itu juga setelah 4 bulan, baru ketahuan kalau gue hamil. Saat diperiksa, dokter bilang kandungan gue ga akan bertahan, karena ada faktor usia gue juga yang udah tua. Tapi gue tetep keukeuh pertahanin,” ujar Noey dengan mata berkaca-kaca.

Di sela perjuangannya mempertahankan bayi dalam kandungannya tersebut, dia pun merajut. Membuat perlengkapan bayi dari benang rajutan, termasuk sweater. Saat sedang membuat sweater, Hana menghampirinya dan berkata, “Mah, bikinin aku juga dong, yang sama kayak adek.”

sweater rajutSweater Rajut dari Panaya Crochet.

Sayangnya, sang adik tidak pernah merasakan memakai sweater kembar dengan kakaknya itu. Meski sempat bernafas selama 3 jam, Tuhan berkehendak lain. Sweater dan perlengkapan bayi yang dirajut Noey kini tersimpan rapi di kamar, sebagai pengingat jika Hana pernah memiliki adik.

Berkenalan dengan rajut

Noey menyadari jika rajutan cukup memberikan warna dalam hidupnya. Di awal, dia diperkenalkan dengan rajutan oleh tetangganya. Kala itu disebut sebagai masa-masa terpuruknya dengan cobaan yang bertubi-tubi. Dia kadang merajut sambil menangis. Namun dia tahu, menangis tak akan membuat anaknya kenyang. Menangis tidak akan membuat anaknya bsia memiliki mainan, atau bersekolah. Tekad untuk anaklah yang kemudian membuat tangisnya kering dengan sendirinya.

“Belajar merajut tak hanya bisa menghasilkan uang, sekaligus sebagai healing,” katanya.

Sampai akhirnya WhatsApp di ponselnya berbunyi, berisi pesanan 500 pieces bros rajut. Senang bercampur sedih dirasakannya. Senang karena dia bisa mendapatkan pesanan untuk pertama kalinya. Sedih karena dia tak memiliki bantuan. Itu pun tak membuatnya mundur.

Dengan bermodal 3 gulung benang, Noey menyelesaikan pesanan 500 pieces bros rajut hanya dalam hitungan hari. Sendirian.

“Tekad cuma satu saat itu. Pengen punya uang dan tidak ingin bikin pemesan kecewa,” katanya singkat.

Pesanan ratusan bros rajut itu membuat Noey semakin percaya diri untuk menekuni bidang ini. Dari situ, dia mulai melebarkan sayap, bergabung dengan orang-orang lain yang memiliki minat sama. Saling bertukar informasi dan keahlian. Berbagi tips untuk semakin ahli merajut.

Sweater Rajut dan Pesanan sampai ke luar negeri

Sepatu boot dari rajut ala Panaya Crochet.

10 tahun menjalani bisnis rajutan, Noey kini bisa membantu sang suami untuk menghidupi keluarga. Saat sang suami di-PHK imbas pandemi, Noey dan keluarga masih bisa bertahan karena rajutan. Sampai-sampai, dia mendapatkan pesanan rajutan untuk dibawa ke luar negeri.

“Sudah sampai Jerman, Belanda, Amerika,” ujar Noey. Namun produknya bukan lewat importir, melainkan dari mulut ke mulut. Sampai akhirnya terdengar oleh teman dari teman yang berada di luar negeri.

Langkah Noey untuk memajukan rajutannya pun didukung oleh banyak pihak, termasuk Pemda yang memberikan sudut di satu ruangan Galeri yang terletak di gedung Walikota Jakarta TImur, bersama para UMKM potensial lainnya.

Tak hanya itu, Noey juga memanfaatkan beberapa channel penjualan di ecommerce seperti Shopee dan Tokopedia dengan nama akun yang sama, Panaya Crochet. Panaya diambil dari gabungan nama suami, anak dan dirinya sendiri.

Sweater rajut ini bisa didapatkan di Instagram Panaya Crochet dan juga toko ecommerce. Bisa juga menghubungi melalui WA atau Line yang sudah ada di dalam artikel ini.

Cerita lengkap yang menginspirasi bisa ditonton di video ini:


author-img_1

Siti Sarifah Aliah

Reporter

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids. update

Artikel Terkait

Dukung UMKM, Telkomsel Kembali Gelar Program Digital Creative Entrepreneurs
UMKM

Dukung UMKM, Telkomsel Kembali Gelar Program Digital Creative Entrepreneurs

Telkomsel kembali menggelar Digital Creative Entrepreneurs (DCE 2.0) yang bertajuk #BeyondCreat..

Jamkrindo Bantu UMKM Go Internasional Lewat Inovasi Penjaminan dan Pendampingan
UMKM

Jamkrindo Bantu UMKM Go Internasional Lewat Inovasi Penjaminan dan Pendampingan

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), secara aktif dan berkelanjutan memberikan dukungan kepad..

UMKM Perempuan Tokopedia Alami Kenaikan 2,5 Kali Lipat
UMKM

UMKM Perempuan Tokopedia Alami Kenaikan 2,5 Kali Lipat

Gadgetdiva.id — Beriringan dengan jumlah kenaikan penjual, jumlah UMKM perempuan Tokopedia ..

Amartha Kenalkan Impact Investing Pada Perempuan UMKM
UMKM

Amartha Kenalkan Impact Investing Pada Perempuan UMKM

Gadgetdiva.id — PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai microfinance marketplace yang ber..


;