E-Commerce

Intip Tren Transaksi Produk Digital Tokopedia Setahun ke Belakang

post-img

Source : gadgetDiva

Selain marketplace, perusahaan teknologi Indonesia, Tokopedia, juga memfasilitasi penjualan atau pembayaran lebih dari 40 produk digital, seperti Pulsa, Paket Data, BPJS, Listrik, Air, Biaya Pendidikan, Penerimaan Negara dan sebagainya, untuk menghemat waktu konsumen.

“Khusus Biaya Pendidikan dan Penerimaan Negara, Tokopedia mencatat lonjakan transaksi lebih dari dua kali lipat selama setahun ke belakang,” kata Head of Sales and Operation Development (Digital Goods) Tokopedia, Yosep Aditya Susanto.

Survei: 77% Konsumen Kecantikan Peduli BPOM dan Keaslian Produk

Yosep menambahkan, “Dua produk digital ini masing-masing diharapkan bisa terus membantu menjaga keberlangsungan pendidikan dan mempermudah masyarakat mengakses layanan publik serta meningkatkan penerimaan negara.”

Produk digital Tokopedia, Biaya Pendidikan, telah terhubung dengan 6.000 instansi pendidikan. “Selama setahun ke belakang, Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan), Aceh Barat (Aceh), Padang Pariaman (Sumatra Barat) dan Mahakam Ulu (Kalimantan Timur) menjadi beberapa wilayah dengan transaksi Biaya Pendidikan tertinggi,” jelas Yosep.

“Di periode yang sama, sejumlah wilayah dengan transaksi Penerimaan Negara tertinggi mencakup Kabupaten Bombana (Sulawesi Tenggara), Timor Tengah Utara dan Konawe (Sulawesi Tenggara), Pulang Pisau (Kalimantan Tengah), hingga Lombok Utara (Nusa Tenggara Barat),” tambah Yosep.

Jumlah pengguna produk Penerimaan Negara pun meningkat hampir tiga kali lipat di semester I 2022, dibandingkan periode yang sama di 2021.

"Tokopedia"

Tokopedia menjadi perusahaan teknologi Indonesia pertama yang menghadirkan produk digital Penerimaan Negara. Produk ini diluncurkan pada Agustus 2019 lewat kolaborasi dengan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Selain ‘Biaya Pendidikan’ dan ‘Penerimaan Negara,’ produk digital Tokopedia juga mencakup fitur pembayaran E-Samsat dan PBB. Selama satu tahun ke belakang, transaksi melalui produk digital E-Samsat dan PBB masing-masing meningkat sekitar 1,5 kali lipat.

Wilayah Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Medan (Sumatera Utara), Trenggalek (Jawa Timur), Sampang (Jawa Timur), hingga Balikpapan (Kalimantan Timur) menjadi sejumlah wilayah dengan peningkatan transaksi ‘E-Samsat’ tertinggi selama setahun ke belakang, dibanding satu tahun sebelumnya.

Di sisi lain, dalam periode yang sama, Kabupaten Kediri (Jawa Timur), Bojonegoro (Jawa Timur), Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Malang (Jawa Timur) dan Makassar (Sulawesi Selatan) adalah beberapa wilayah dengan peningkatan transaksi ‘PBB’ paling tinggi.

“Kami menyambut baik tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk digital di Tokopedia. Kami berharap puluhan produk digital kami dapat terus mempermudah masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhannya,” tutup Yosep.

Baca juga : Begini Cara Pakai Neck Stretch Reminder di Galaxy Buds2 Pro


author-img_1

Jundi Amrullah

Reporter

Artikel Terkait

Social Commerce Semakin Diminati, 86% Masyarakat Belanja Melalui Platform Media Sosial
E-Commerce

Social Commerce Semakin Diminati, 86% Masyarakat Belanja Melalui Platform Media Sosial

Baru-baru  ini, Populix mengadakan survei mengenai pengalaman dan kebiasaan masyarakat Indonesia..

Survei: 77% Konsumen Kecantikan Peduli BPOM dan Keaslian Produk
E-Commerce

Survei: 77% Konsumen Kecantikan Peduli BPOM dan Keaslian Produk

Gadgetdiva.id — Konsumen kecantikan atau perawatan tubuh ternyata cukup peduli dengan serti..

5 Cara Meminimalisir Durasi Pengiriman untuk Bisnis
E-Commerce

5 Cara Meminimalisir Durasi Pengiriman untuk Bisnis

Gadgetdiva.id — Durasi pengiriman menjadi penting bagi bisnis saat ini. Di Indonesia, para ..

Daftar Harga Promo Produk Huawei 9 September 2022
E-Commerce

Daftar Harga Promo Produk Huawei 9 September 2022

Gadgetdiva.id — Turut serta menyemarakkan momen 9.9, ada serangkaian penawaran produk Huawe..


;