Friday, 5 March 2021
[adrotate banner="3"]

Grab Financial Group Luncurkan Sobat Proteksi, Produk Asuransi Penyakit Kritis untuk Masyarakat Indonesia

Grab Fiancial Group (GFG), kemarin (2/3) mengumumkan peluncuran dari Sobat Proteksi. Yakni, sebuah produk asuransi penyakit kritis di Indonesia pertama yang bermitra dengan Mega...
More

    Latest Posts

    [adrotate banner="4"]

    Orang tua keluhkan anak kurang tidur karena gadget

    Diva says – Banyak orang tua mengeluhkan jam tidur anak mereka yang bermasalah. Menurutnya, penyebab utama dari permasalahan tersebut adalah penggunaan digital di malam hari, tepatnya saat sebelum tidur.

    Para peneliti di University of Michigan melakukan sebuah poling nasional terhadap 1000 orang tua yang rata-rata memiliki seorang remaja berusia 15-18 tahun. Sarah Clark selaku co-director poling memberikan pernyataannya berdasarkan hasil survei yang diperoleh.

    “Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa masalah tidur, umum terjadi di kalangan remaja dan orang tua. Dipercaya bahwa penggunaan elektronik di malam hari adalah penyebab utama. Jadwal sibuk remaja dan beban pekerjaan rumah, serta kecemasan tentang kinerja di sekolah, dan hubungan dengan teman sebayanya juga dilihat oleh orang tua sebagai penyebab masalah tidur,” kata peneliti.

    Mott Children’s Hospital National Polling on Children’s Health juga menunjukkan, sebanyak 56 persen orang tua mengklaim bahwa jam tidur anak mereka terganggu disebabkan oleh alat-alat elektronik khususnya ponsel dan media sosial.

    Di samping itu, tak jarang dari mereka yang mengangggap bahwa kesibukan jadwal remaja di sekolah juga menjadi alasan terganggunya ketepatan jam tidur remaja. Pernyataan ini telah dirangkum berdasarkan hasil survei yang diperoleh.

    Lebih dari 40 persen, orang tua menganggap beban pekerjaan rumah dan kegiatan remaja mengganggu jadwal tidur remaja mereka. Sebanyak 31 persen, susah tidur disebabkan oleh kekhawatiran anak atau remaja tentang sekolah, dan sebanyak 23 persen, kekhawatiran remaja terhadap kehidupan sosial mereka menjadi faktor mereka tetap terjaga hingga larut malam.

    Atas permasalahan ini, banyak orang tua yang berusaha mencari solusi untuk anak dan remaja mereka agar beristirahat malam secara teratur. Riset membuktikan, separuhnya menyarankan dengan mengurangi konsumsi kafein di malam hari dan mematikan ponsel serta perangkat elektronik lainnya ketika tidur.

    Hasil lain menunjukkan, lebih dari 40 persen orang tua menyarankan mengkonsumsi camilan sebelum tidur. Sebanyak 36 persen mencoba obat tidur seperti melatonin. Sedangkan, 28 persen lainnya telah mencoba bantuan alat tidur.

    Menurut Clark, kurang tidur dapat menimbulkan efek gangguan kesehatan jangka panjang seperti konsentrasi saat di sekolah berkurang. Tak hanya itu, kurang tidur bahkan mampu menimbulkan penyakit obesitas dan depresi bagi yang mengalaminya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR