Saturday, 6 March 2021
[adrotate banner="3"]

Ponsel gaming Rp 1 jutaan, Realme narzo 30A resmi rilis!

Realme baru saja resmi meluncurkan smartphone gaming terbaru, Realme narzo 30A “Power Up The Game” ke Indonesia dengan harga Rp 1 jutaan.   Untuk pertama kalinya,...
More

    Latest Posts

    [adrotate banner="4"]

    Teen Nan sebutan untuk nenek gaul melek teknologi

    Diva says – Seorang wanita bernama Ruth memperkenalkan sebuah istilah baru yang dikenal dengan Teen Nan. Sebutan ini ditujukan untuk wanita usia lanjut seperti 60, 70 dan 80 tahun-an yang menggunakan teknologi begitu luwesnya seperti remaja. Untuk kebalikannya disebut trad nan, atau traditional nanny.

    Ibunya Ruth membuat daftar lagu kesukaannya di Spotify, juga sebagai pengguna Skype yang secara teratur membangunkannya dengan foto matahari terbit setelah kelas yoga di minggu paginya. Layaknya remaja, Teen Nan mempunyai waktu yang dapat dikendalikannya dan tidak takut untuk berpesta nonton di Netflix. Memposting sesuatu di akun Facebook (mengetik di atas sofa dengan iPad-nya), mengunggah Insta Story bersama anjing mereka, aktif di Whatsapp, disertai dengan emoji yang tidak dikenal, yang bahkan orang-orang usia 40 tidak menggunakannya.

    Bagi Teen Nan, tidak ada keajaiban yang lebih besar daripada kemampuannya menjeda siaran TV langsung dan pergi ke toilet. Dia mempunyai Skype dan mengerti bagaimana cara menggunakannya. Dia juga suka berbelanja di toko online Zara. Berbelanja pakaian gaya pelatih model terbaru dengan semangat yang membuat Mary Berry malu. Dengan girangnya, wanita itu selalu menghabiskan Rp970 ribu karena ini berarti pengiriman gratis.

    Namun, beberapa dari mereka tidak termasuk dalam Teen Nan, seperti Dionne Westgate yang kini berusia 64 tahun. Dirinya memiliki 900 pesan Whatsapp yang belum dibaca. Begitu pula dengan Facebook Messenger-nya. Dionne bisa saja menangani ponsel dan laptop terbarunya, namun pada akhirnya, ia yakin bahwa alat-alat elektronik itu nanti akan hancur.

    Lain halnya dengan Dionne, Hazel Fenney, wanita berusia 76 tahun ini mengaku bahwa dirinya sangat menyukai teknologi, karena dapat menghubungkannya dengan cucu kesayangan meski terhalang oleh jarak yang jauh. “Aku melakukan face time dengan cucu-cucuku yang berada di Australia,” ungkapnya. Hazel, yang juga seorang pensiunan hakim, sekaligus pebisnis makanan, menggunakan teknologi sesuai dengan kemampuannya, dan berhasil membuat orang-orang setengah usianya menjadi malu. Ia menggunakan Whatsapp yang diakses secara gratis, dan aplikasi yang dapat memantau kesehatannya, mencatat tingkat perjalanan harian yang mampu memotivasi dirinya untuk selalu aktif.

    Begitu juga dengan Lily, seorang direktur Dearne Community Housing mendirikan tiga grup di akun Facebooknya yang menyebabkan anggota komunitas tersebut dapat saling terhubung dengan mudah, mengingat ada beberapa fasilitas lokal yang ditutup. Kelompok ini memiliki 300 anggota. Lily mengaku senang, komunitas yang didirikannya di Facebook itu berjalan dengan baik, bahkan mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 875 juta lebih untuk disumbangkan kepada yayasan amal kanker lokal.

    Dan inilah beberapa perbedaan antara trad nan dan teen nan yang dikutip dari dailymail.co.uk.

    Trad nan :

    1. Mempunyai secangkir teh yang siap diminum pada Minggu malam, tepatnya pukul 9 sambil menonton BBC One
    2. Senang mengantre di supermarket dan membawa tas yang sedikit berat
    3. Mengirim kartu ucapan terima kasih setelah meninggalkan suatu tempat

    Teen nan :

    1. Membeli makanan secara online
    2. Mengirimkan teks singkat, ceria, dan penuh emoji saat perjalanan pulang
    3. Menyukai kelas Zumba, yang dia pesan melalui grup Facebooknya

    Kecanggihan teknologi masa kini sangat memudahkan aktifitas seseorang dimana pun dan kapan pun. Mereka mampu memesan bahan makanan secara online, tetap terhubung saat berpergian, dan menemukan atau berbagi lokasi terbaru. Teknologi memberi kebebasan bagi siapa saja yang mengaksesnya, pun tidak ada batas usia yang dimilikinya. Seperti yang dikatakan oleh Hazel bahwa, “iPhone saya telah membebaskan saya, sama halnya dengan Netflix. Saya bisa menonton film yang saya inginkan, kapan pun saya mau.”

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR