Tips Mengatasi Burnout Saat Dampingi Anak Belajar, Orang Tua Mesti Tahu

0
208
Burnout
Foto: Zenius

Kegiatan belajar mengajar secara daring memiliki peran baru untuk orang tua. Tak jarang, banyak dari mereka yang malah mengalami burnout saat menjalaninya.

Layaknya belajar langsung di sekolah, anak juga perlu didampingi saat belajar di rumah. Dalam prosesnya, tak sedikit orang tua yang merasa kaget, bingung, maupun lelah dalam menghadapi keadaan baru tersebut.

Banyak tantangan yang dihadapi saat menjadi guru bagi anak. Namun, orang tua perlu beradaptasi untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.

Oleh karena itu, tak jarang banyak dari mereka yang mengalami burnout. Apa sih sebenarnya burnout itu?

Dikutip dari Kompas.com, burnout adalah kondisi kelelahan emosional, fisik dan mental akibat stress berlebihan dan berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat seseorang menjadi kewalahan, kelelahan secara emosional dan rasanya tidak mampu menjalankan tanggung jawab keseharian.

Selama ini mungkin banyak orang tua yang dalam benaknya pernah terbesit pertanyaan-pertanyaan seperti “Kenapa ya mendampingi anak belajar sebentar saja melelahkan, padahal kerja berjam-jam kuat?” atau “Seberapa jauh sih orang tua harus membantu Pekerjaan Rumah (PR) anak?”. Untuk mengetahui jawaban dari kedua pertanyaan tersebut, platform edukasi berbasis teknologi, Zenius, melalui Zenius untuk Ortu (ZenOrtu) memberikan penjelasan beserta tips agar orang tua tidak mudah lelah dalam mendampingi anak belajar.

Tips Mengatasi Burnout Saat Dampingi Anak Belajar

Beri ruang bagi diri sendiri

Penting bagi orang tua untuk memberi jeda pada diri. Cobalah untuk mendengarkan pikiran dan rasakan segala pikiran yang muncul. Berikutnya, lakukan temperature check dengan memejamkan mata dan fokus di segala sensasi yang ada di tubuh. Terima semua perasaan dan pikiran, kenali kapasitas diri, dan berdamai dengan diri sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan para orang tua bisa menyayangi diri sendiri serta fokus terhadap diri sendiri sebelum mendampingi putra maupun putri mereka belajar.

Cek kondisi sekitar

Ciptakan kondisi yang kondusif agar kegiatan pembelajaran berlangsung dengan nyaman. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur posisi duduk yang ideal, menghindari ruangan bising yang dapat mempersulit konsentrasi, serta mengatur suhu ruangan yang pas. Kalau selama ini orang tua merasa mudah lelah, mungkin kondisi sekitar belum cukup nyaman. Kondisi yang nyaman membantu kita untuk lebih betah berlama-lama mendampingi buah hati.

Kenali peran orang tua

Untuk menjawab pertanyaan kedua, pertama-tama kita perlu mengetahui fungsi orang tua dalam pendampingan kegiatan belajar, yakni:

  1. Sumber pengetahuan: orang tua membantu anak dalam menyediakan informasi serta menjawab pertanyaan-pertanyaan anak
  2. Sahabat: bangun kedekatan emosional dengan anak, tunjukkan empati dan validasi perasaannya di saat mereka lelah
  3. Penantang: saat anak bosan, beri tantangan dengan soal yang lebih sulit agar anak terpacu. Orang tua juga bisa mengemas pembelajaran yang lebih interaktif dengan metode permainan.
  4. Motivator: anak tentunya memiliki masalahnya sendiri, seperti konflik dengan teman sebaya atau perasaan gagal. Hal terpenting adalah untuk selalu memvalidasi perasaan anak, kemudian beri motivasi untuk menaikkan semangat anak.
  5. Manajemen: bantu anak untuk merencanakan jadwal belajar, target capaian, serta bagaimana untuk mencapai target tersebut

Dalam menerapkan tips di atas, jangan lupa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sekeliling dan bersikap fleksibel. Mewujudkan pendampingan pembelajaran yang ideal bukan berarti anak harus terus dituntun. Terkadang, mendampingi tidak selalu dengan ikut campur, tetapi bisa juga dengan memberi kesempatan putra-putri untuk mencari caranya sendiri dan bersikap mandiri.

Baca juga: Cara Cek Nomor NIK KTP dan KK Sebelum Daftar Simcard Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here