Orang tua disarankan mabar game online dengan anak

Diva says – Sebuah lembaga sosial bernama Internet Matters mengatakan jika orang tua menemani anak bermain game bersama, ternyata mampu membantu tumbuh kembang mereka. Hal ini diungkap dalam laporan terbarunya, ‘Parenting Generation Game’.

Didirikan pada tahun 2014 oleh penyedia layanan internet BT, Sky, TalkTalk, dan Virgin Media, Internet Matters memusatkan perhatian tentang manfaat internet, mengimbangi dengan keprihatinan atas efeknya yang meningkat pada kehidupan sehari-hari. Dalam laporan tersebut, orang tua diminta menemani sang anak saat bermain game agar bisa turut mengetahui manfaat dan kelebihan dalam bermain game.

“Kita tahu bahwa orang tua yang secara teratur terlibat dengan aktivitas anak-anak mereka secara online lebih baik ditempatkan untuk memimpin mereka, berinteraksi melalui beberapa masalah yang mungkin mereka akan hadapi. Kami meminta orang tua untuk melakukan sesuatu yang mungkin bertentangan dengan sifat mereka dan ikut terlibat,jelas CEO Internet Matters Carolyn Bunting.

Berdasarkan survei terhadap 2.000 orang tua di Inggris dengan anak-anak berusia antara 4 – 16 tahun, 81 persen anak-anak bermain game online, sementara haya 58 persen orang tua yang mencobanya sendiri. Laporan itu juga menemukan bahwa lebih banyak seorang ayah bermain game bersama anak-anak mereka daripada ibu. Sebagian responden pria setuju bahwa bermain game adalah bentuk waktu berkualitas untuk anak mereka, sementara hanya sedikit responden wanita merasakan hal yang sama.

Di sisi risiko, 55 persen  mengkhawatirkan adanya  orang asing akan yang menghubungi anak-anak mereka.  Sebanyak 50 persen orang tua menganggap kecanduan game sebagai kekhawatiran, di samping paparan kekerasan yang berlebihan dan pengumpulan serta eksploitasi data pribadi anak mereka. Yang mengecewakan, 32 persen orang tua mengatakan mereka ‘ nyaman‘ dengan anak-anak mereka untuk bermain game, dimana sebagian besar mereka memainkan game untuk usia 18 tahun ke atas, termasuk Grand Theft Auto.

37 persen responden mengatakan anak-anak mereka bermain Minecraft, 29 persen bermain Fortnite, 24 persen Candy Crush, dan 23 persen FIFA.  Sementara itu, sebanyak 62 persen responden melaporkan bahwa bermain game membantu meningkatkan keterampilan dalam pemecahan masalah, 53 persen mengaku game meningkatkan fokus dan konsentrasi, dan 33 persen mengklaim telah meningkatkan kemajuan akademik, sementara 64 persen melihatnya sebagai cara yang baik untuk menghilangkan bosan.

Setelah publikasi laporan tersebut, Internet Matters telah meluncurkan pusat saran permainan yang diharapkan akan membantu orang tua di seluruh dunia untuk lebih memahami permainan dan hobi yang dipilih anak-anak mereka.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.