Saturday, 31 July 2021
More

    Latest Posts


    Virus COVID-19 dapat bertahan di layar ponsel selama 28 hari

    Penelitian menemukan virus COVID-19 dapat tetap bertahan pada permukaan halus seperti layar ponsel, permukaan logam dan uang kertas lebih lama dari pada virus flu. Virus tersebut ditemukan dapat tetap hidup hingga 28 hari. Sementara, virus influenza akan tetap menular hanya selama 17 hari, menurut penelitian tersebut.

    Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Badan Sains Nasional Australia. Mereka menemukan bahwa virus COVID-19 ini “sangat kuat” dibandingkan dengan virus lain. “Temuan ini menunjukkan SARS-CoV-2 dapat tetap menular secara signifikan lebih lama daripada yang dianggap mungkin secara umum,” penelitian menyimpulkan.

    Nyatanya virus COVID-19 tersebut ditemukan dapat bertahan hingga 28 hari di permukaan, termasuk layar ponsel. Sementara, kain dan permukaan berpori lainnya dapat membawa virus menular hanya dalam separuh waktu atau sekitar 14 hari. Maka dari itu, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya membersihkan dan mendisinfeksi layar ponsel dan permukaan lainnya.

    Penelitian tersebut dilakukan pada suhu 68 derajat fahrenheti atau sekitar 20 derajat celsius dalam kondisi gelap untuk meniadakan efek sinar UV, jauh dari kondisi dunia nyata. Eksperimen tersebut juga tidak menggunakan lendir segar – biasanya terdapat virus pada permukaan- yang mengandung sel darah putih dan antibodi.

    “Menurut pendapat saya, virus menular hanya akan bertahan selama berjam-jam di dalam lendir di permukaan dairpada berhari-hari,” kata Profesor Universitas Cardiff Ron Eccles kepada BBC yang dilansir dari Engadget.

    Baru-baru ini, para ahli juga meremehkan risiko penularan virus corona dari permukaan. Menurut CDC, “penyebaran virus COVID-19 dari permukaan yang bersentuhan tidak dianggap umum.”

    Sebaliknya, vektor yang paling umum adalah droplet yang dihasilkan dari batuk atau bersin. Pedoman baru juga menyarankan bahwa hal tersebut juga dapat ditularkan melalui udara di “ruang yang berventilasi buruk dan tertutup yang sering kali melibatkan aktivitas yang menyebabkan pernapasan lebih berat, seperti bernyanyi atau olahraga.”

    Baca juga, Penelitian COVID-19: Jaga Jarak Dua Meter Lebih Efektif Daripada Satu Meter

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR