FaceBit Bisa Deteksi Kebocoran dan Detak Jantungmu

0
84
FaceBit

Memasuki tahun kedua pandemi COVID-19, berbagai penemuan di bidang teknologi dan sains bermunculan supaya memudahkan hidup kita sehari-hari. FaceBit menjadi salah satunya.

Merupakan sebuah masker wajah N95 yang dapat mendeteksi kebocoran dan detak jantung manusia, FaceBit merupakan hasil pengembangan dari para peneliti di Universitas Northwestern (termasuk juga pencipta Game Boy tanpa baterai, Josiah Hester). Perangkat ini juga ternyata dapat melacak berbagai data kesehatan.

FaceBit adalah sebuah unit yang terpasang secara magnetis. Dimana dapat mengukur detak jantumgmu menggunakan gerakan kepala yang halus dari pemompaan darah, sekaligus dapat mendeteksi kebocoran atau ketidaksesuaian dengan mencari penurunan mendadak pada resistensi masker.

FaceBit

Pengukuran tersebut dapat membantu sensor mendeteksi kondisi lain. Data jantung dan pengukuran pernapasan dapat memberi tahu pengguna saat mereka sedang stress dan perlu istirahat. Sementara, sensori tidak akan menggantikan uji kecocokan N95 untuk memverifikasi segel yang tepat. Sensor ini cukup mampu untuk membantu pengguna mempertahankan kecocokan tersebut selama hari yang panjang.

Menariknya lagi, pengguna FaceBit tak perlu mengisi daya sensor. Meskipun ada baterai dalam prototipe, sensor menggunakan kekuatan pernapasan, panas, gerakan dan Matahari untuk memperpanjang masker hingga 10 hari.

FaceBit harus melalui uji klinis dan tes lain sebelum siap digunakan di dunia nyata. Namun, tim Hester telah merilis kode proyek dan perangkat keras lainnya ke publik untuk membantu orang lain membangun dan memverifikasinya.

Meskipun kamu mungkin tidak akan membeli perangkat ini untuk penggunaan pribadi, namun FaceBit bisa menjadi penting bagi rumah sakit yang ingin menjaga keselamatan pekerja dan mencegah kelelahan selama shift panjang.

Baca juga: L’Oréal Colorsonic Perangkat Handheld untuk Cat Rambut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini