Pengiriman Smartphone Global Turun di Q2 2022

0
27
Suga

Gadgetdiva.id — Pengiriman smartphone mengalami penurunan pada Q2 tahun 2022 di pasar global. Dengan Samsung yang berhasil mempertahankan posisinya.

Menurut laporan dari Canalys, pengiriman smartphone mengalami penurunan sebanyak 9% pada Q2 tahun 2022. Pengiriman tersebut turun 287 juta unit, dimana merupakan penurunan rendah bahkan sejak 2022.

Pengiriman Smartphone
Meski mengalami penuruan, Samsung masih berada di posisi teratas dibanding dengan jumlah pengiriman smartphone sebanyak 61.8 juta dibanding perusahan lainnya. Posisi kedua diduduki oleh Apple dengan jumlah pengiriman smartphone sebanyak 49.5 juta.

Posisi ketiga diduduki oleh Xiaomi dengan jumlah pengiriman sebanyak 39,6 juta. Sedangkan, posisi keempat dan kelima diduduki oleh OPPO dan Vivo.

Sebuah laporan dari Canalys menyatakan bahwa pengiriman smartphone global dapat meraih 287 juta unit di Q2 2022. Dengan persentase penurunan sebanyak 9% year-on-year (yoy).

Pengiriman Smartphone Meningkat, Samsung Kirimkan Smartphone Lebih Banyak

Meski Samsung dilaporkan menduduki peringkat pertama pengiriman smartphone, namun ternyata perusahaan tersebut mengalami penurunan sebanyak 16% dibanding kuartal sebelumnya.

Samsung sendiri sedang bekerja keras dalam mempromosikan produk low-end dari A Series. Perusahaan meraih keuntungan dari harga rendah yang ditawarkan oleh mereka. Apple tetap di posisi kedua berkat permintaan yang kuat untuk seri iPhone di Amerika Utara, Cina dan Eropa.

Penjualan Smartphone

OEM China terus berdarah karena sejumlah penguncian selama kuartal tersebut. Laporan tersebut menunjukkan pangsa pasar OPPO turun dari 11% menjadi 10%, sedangkan Vivo turun dari 10% menjadi 9% dan Xiaomi juga menderita dengan pangsa pasarnya turun dari 17% menjadi 14%.

“Akan ada peningkatan ketegangan di seluruh rantai pasokan smartphone karena kelemahan permintaan kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama,” kata Toby Zhu, Analis Canalys.

Pengiriman Smartphone

Toby juga menyatakan bahwa pasar mengalami kondisi bisnis yang sangat menantang. Vendor harus meningkatkan transparansi saat bekerja dengan pemasok komponen dan mitra penyalur di kuartal berikutnya.

“Masalah geopolitk penurutnan kepercayana konsumen dan inflasi yang tinggi akan terus merusak kinerja pasar di masa depan, meskipun peluncuran baru dan penjualan festival akan datang pada paruh kedua tahun 2022,” tutup Toby.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini