Gojek lanjutkan program Gojek Xcelerate batch 4, Latih 11 Startup Indonesia

0
376
Gojek Xcelerate

Gojek melatih 11 startup lokal di bidang direct-to-consumer atau strategi penjualan brand langsung ke konsumen melalui program Gojek Xcelerate Batch 4. Program ini melatih startup Indonesia melewati tantangan bisnis di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Startup terpilih nantinya bakal diberi pelatihan dalam kreativitas dan inovasi supaya bisa menyesuaikan bisnis dengan cepat sesuai perilaku konsumen yang berubah selama pandemi.

Tarun Agarwal, selaku Head of Groceries Gojek memaparkan di tengah situasi yang dinamis ini, penerapan model bisnis direct-to-consumer menjadi efektif karena membantu startup berinteraksi langsung dengan pengguna yang kini lebih banyak menghabiskan waktu secara online. Startup juga dapat memperoleh data dan umpan balik dengan cepat sehingga dapat lebih menyesuaikan produk seiring perubahan di pasar.

Penerapan model bisnis direct-to-consumer sendiri terbukti membawa perusahaan Gojek ke status decacorn sekaligus menjadikannya lebih resilien selama pandemi.

“Salah satunya saat Gojek turut mengembangkan layanan yang membantu konsumen berbelanja kebutuhan sehari-hari (groceries) melalui layanan GoMart dan GoShop.  Layanan GoFood pun disesuaikan semenjak pandemi COVID-19 dengan bergabungnya Pasar Mitra Tani yang menjual bahan pangan pokok ke dalam platform, serta hadirnya GoFresh, layanan marketplace yang pada awalnya diperuntukkan khusus bagi merchants GoFood, namun saat ini juga dapat diakses oleh konsumen sebagai salah satu upaya Gojek membantu masyarakat selama krisis COVID-19,” lanjut Tarun.

Untuk meminimalisir kegagalan startup dalam pengembangan produk dan layanan, peserta Gojek Xcelerate Batch 4 juga dilatih untuk menerapkan Teknik MVP (Minimum Viable Point). Teknik ini menentukan set fitur paling minimal dalam sebuah ekosistem teknologi sebelum startup meluncurkan produk atau layanan yang lebih lengkap (full-fledged).

Manfaatnya startup bisa mendapatkan umpan balik dari calon pengguna dalam waktu yang relatif singkat sehingga membantu meminimalisasi biaya pengembangan serta kemungkinan produk gagal dalam skala besar.

Startup juga mendapatkan pelatihan metode growth hacking dan impactful data science dari Gojek, dan pelatihan dari partner Gojek Xcelerate kelas dunia lainnya yaitu strategi  pengembangan bisnis startup dari Google Founder’s Lab, prinsip valuasi dari bank UBS, dan sesi mentorship bersama konsultan manajemen McKinsey.

“Implementasi model bisnis direct-to-consumer terbukti sukses membawa ekosistem Gojek menjadi decacorn kebanggan anak bangsa. Kami senang bisa berbagi best practices Gojek kepada sesama anak bangsa, harapannya lebih banyak lagi startup Indonesia yang bisa menyandang status decacorn dan bersama-sama memperkuat ekosistem teknologi global,” tutup Tarun Agarwal.

Baca juga, Bantu 10 Startup, Gojek Xcelerate latih perempuan jadi pemimpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here