Friday, 6 August 2021
More

    Latest Posts


    Kenapa perempuan cenderung membandingkan diri setiap buka Instagram?

    Para peneliti dari bidang psikologi menemukan bahwa Instagram cenderung membuat kita membandingkan diri dengan orang lain. Khususnya bagi perempuan muda seperti kita ini. Salah satunya dalam sisi kecantikan dan penampilan tubuh. Kira-kira apa hubungannya, ya?

    Penelitian dari tahun 2019 menemukan bahwa pengguna aktif media sosial telah mencapai lebih dari 3 miliar. Artinya, angka tersebut hampir mencapai setengah populasi di dunia.

    Penelitian tersebut mengungkap bahwa para pengguna memiliki jenis penggunaan yang berbeda dan juga psikologis yang berbeda. Misalnya, ada yang berfokus pada penampilan, ada yang menggunakannya sebagai peluang bisnis dan sebagainya.

    Nah, hal terburuk yang ditemukan dalam kalangan perempuan. Ternyata Instagram berpengaruh buruk bagi perasaan mereka dalam berpenampilan. Apalagi, Instagram sebagai media sosial yang berfokus pada foto dan video, banyak sekali dari mereka yang membandingkan penampilan mereka dan merasa menjadi tidak percaya diri setelah melihat postingan dari seseorang  yang berpenampilan lebih baik.

    Hal tersebut menjadi salah satu topik dari penelitian terbaru yang dilakuakn oleh sebuah lab Body and Media di Northwestern University. Dilansir dari artikel Psychology Today, penelitian tersebut mengungkap adanya sisi buruk yang diberikan oleh Instagram bagi para perempuan muda.

    Dalam penelitian tersebut, mereka membandingkan perbedaan kondisi psikologis perempuan muda yang membuka Instagram selama 7 menit dengan perempuan muda yang membuka Facebook selama 7 menit.

    Partisipan yang terlibat dalam penelitian tersebut ditarik secara random. namun dengan catatan mereka adalah pengguna aktif Instagram dan Facebook. Lalu, mereka diarahkan untuk membuka Instagram dan Facebook selama 7 menit melalui iPda yang diberikan oleh para peneliti. Ada sekitar 30 mahasiswi yang menjadi partisipan dari penelitan ini.

    Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan pengguna Instagram dan Facebook. Bagi para perempuan pengguna Instagram dinyatakan bahwa mereka lebih sering membandingkan dan memikirkan penampilan tubuh mereka dengan orang lain. Hal tersebut dipengaruhi karena pengguna Instagram menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat foto-foto yang diunggah oleh seseorang.

    Dari partisipan perempuan yang menggunakan Instagram menyatakan bahwa kepuasan pada tubuh mereka menurun ketika membuka platform tersebut. Mereka mengatakan pula bahwa Instagram memengaruhi emosi dan suasana hati dalam hal negatif setelah membuka platform tersebut. Hal tersebut juga menyangkut dengan kepuasan tubuh yang mereka miliki.

    Sementara, pengguna pengguna Facebook lebih banyak menghabiskan waktu untuk melihat foto-foto yang tanpa potret seseorang, menulis atau membaca konten dan memberi kan komentar. Pengguna Facebook memiliki kepuasan tubuh yang stabil, lebih banyak emosi positif dan tidak memengaruhi suasana hati mereka.

    Selanjutnya, penelitian ini secara keseluruhan menunjukan bahwa jika kita menghabiskan waktu di media sosial untuk melihat foto-foto seseorang, otomatis kita juga akan sulit menghindari perasaan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain.

    Fokus dalam penampilan ini menjadi alasan mengapa perempuan dalam penelitian ini menggunakan Instagram hanya beberapa menit saja. Hal tersebut mereka lakukan agar tidak merasa lebih buurk dari orang lain tentang penampilan mereka dan juga terhindar dari pengaruh negatif.

    Psychology Today juga memberikan solusi bagi kita agar terhindar dari perasaan negatif tersebut. Yang pertama adalah kamu tidak perlu mengisi feedsmu agar terlihat lebih baik dari mereka atau supaya meyakinkan mereka kalau kamu juga cantik. Instagram bukanlah kontes kecantikan online.

    Yang kedua adalah follow seseorang yang berfokus pada hal-hal lain selain penampilan atau kecantikan. Seseorang yang dapat memberi sisi positif bagi diri kamu. Mengingat Instagram memiliki konten yang beragam. Banyak peluang untuk mengubah feeds kamu untuk menjadi ruang pembelajaran.

    Baca juga, penelitian COVID-19: jaga jarak dua meter lebih efektif daripada satu meter

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR