Memakai Masker saat berolahraga ternyata memiliki efek tidak baik

0
303
masker saat berolahraga

Memakai masker ternyata memiliki efek yang tidak baik saat berolahraga. Pasalnya, hal tersebut dapat membuat jantung kita berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Tak hanya itu, sebuah penelitian menemukan bahwa ketika kita berlari menggunakan masker dapat membuat kepala kita pusing.

Pejabat kesehatan masyarakat memang merekomendasikan kita untuk menggunakan masker selama COVID-19. Agar mengurangi risikio penyebaran COVID-19.

Namun, baru-baru ini beberapa peneliti baru saja melakukan hubungan antara memakai masker dengan berolahraga. Mereka menemukan bahwa adanya kekhawatiran seputar efek apa saja yang dapat terjadi selama menggunakan masker saat berolahraga.

Masker memang dapat mencegah penyebaran virus corona melalui droplets dari batuk, bersin atau saat berbica. Akan tetapi, hal tersebut juga memengaruhi kinerja kita saat berolahraga.

Dilansir dari Medical Today, sebuah makalah baru-baru ini diterbitkan dalam British Journal of Sport Medicine yang membuat penelitian seputar tantangan untuk menyeimbangkan manfaat saat menutupi wajah dengan masker selama berolahraga.

Sebenarnya, mengenakan masker dapat membatasi proses pernapasan dan menyebabkan ketidaknyamanan terhadap diri kita. Meskipun, dengan mengenakan masker dapat mencegah kita mengeluarkan lebih banyak droplet ke udara saat seseorang bernapas.

Untuk mengetahui penyebab dari mengenakan masker selama COVID-19 dan mengenakannya selama berolahraga, para ilmuwan melakukan penelitian dengan para atlet untuk melakukan tes terpisah yang membutuhkan masker. Menurut Cedric Bryant, persien dan kepala sains dari American Council on Exercise, menyatakan bahwa eberapa dari mereka menemukan bahwa mengenakan masker saat berolahraga dapat mengubah proses latihan mereka.

“Dalam pengalaman pribadi saya, intensitas relatif detak jantung akan lebih tinggi saat kamu mengenakan masker,” katanya yang dikutip dari Irish Times. “Kamu harus mengantisipasi bahwa itu (detak jantung) akan meningkat sekitar delapan hingga 10 denyut lebih tinggi permenit.”

Hal tersebut berarti detak jantung kita akan meningkat setelah mengenakan masker. Bryant mengatakan detak jantung akan terus meningkat jika kita mengenakannya sambil berolahraga.

Selanjutnya, dalam penelitian yang dilakukan oleh Len Kravitz, profesor ilmu olahraga di University of New Mexico, menemukan mengenakan masker dapat membuat kepala kita terasa sakit dan ringan selama berolahraga.

Ia bekerja dengan dua atlet dalam melakukukan penelitan ini. Hasilnya menyatakan bahwa satu dari dua peserta merasa pusing setelah hanya beberapa menit melakukan olahraga.

Medical Today memberi kiat-kiat untuk mengurangi atau menghindari ketidaknyamanan yang disebabkan saat menggunakan masker. Yang pertama, kita harus fokus untuk mendapatkan masker yang tepat dan pas. Rekomendasi ini dinyatakan oleh Christa Janse van Rensburg, profesor ilmu olahraga di Universitiy of Pretoria di Afrikas Selatan.

Resnburg juga menyarankan agar seseorang menghindari kertas dan masker bedah selama berolahraga. Hal tersebut dikarenakan kedua bahan cepat menjadi basah dan kehilangan beberapa kemampuan mereka untuk memblokir kuman keluar.

Sementara, masker kain yang terbuat dari bahan breathable dan sintesis dapat bekerja lenbih baik dalam mencegah kelembaban. Pilih dua lapis masker kain atau kurang karena mereka akan cenderung membuat wajah kita menjadi overheating dan peneyempitan pernapasan.

Baca juga, tips menjaga kulit saat menggunakan masker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here