Sunday, 9 May 2021
More

    Latest Posts


    Twitter bakal luncurkan fitur edit tweet kalau semua orang pakai masker

    Pengguna Twitter telah lama menginginkan fitur edit tweet untuk merevisi tweet mereka yang telah diposting dalam platform tersebut. Akhirnya Twitter menyatakan bahwa mereka akan meluncurkan fitur tersebut jika semua orang memakai masker.

    Pada Kamis (2/7) lalu, perusahaan akhirnya mengabulkan keinginan para penggunanya yang meminta fitur edit tweet. Namun dengan satu permintaan.

    “Kamu bakal dapet tombol edit, jika semua orang memakai masker,” tulis mereka dalam akun resmi Twitter. Hal ini ditujukan kepada orang-orang yang menolak untuk memakai masker dalam rangka memperlambat kurva COVID-19.

    Fitur edit tweet menjadi salah satu fitur yang sulit dihadirkan oleh Twitter. Meskipun, fitur ini menjadi permintaan hampir seluruh pengguna Twitter.

    Pasalnya, siapapun yang akan memposting tweet bisa saja melakukan kesalahan penulisan dalam tweet mereka. Entah ejaan yang kurang pas atau lupa menyisipkan link dalam tweet mereka.

    Kesalahan sedikit tersebut sangat menjengkelkan karena jika tidak ada fitur edit tweet, maka pengguna mau tidak mau harus menghapus semua tweet mereka. Hal ini tidak lagi ideal bagi banyak orang. Mengingat saat ini banyak yang menggunakan Twitter sebagai platform untuk bisnis dan menyebarkan informasi.

    Dalam menganggapi hal ini, Jack Dorsey, selaku CEO Twitter, “Kamu dapat mengirim tweet dan seseorang mungkin me-retweet itu dan satu jam kemudian kamu mungkin benar-benar mengubah konten tweet itu,” jelasnya pada Fortune yang dilansir dari Elite Daily pada Januari 2020 lalu.

    “Orang yang me-retweet tweet asli sekarang dan menyiarkan ulang seseuatu yang benar-benar berbeda. Jadi, itu sesuatu yang harus diwaspadai,” tambahnya.

    Terkait dengan tweet dari perusahaan, banyak negara yang mengharuskan warganya untuk menggunakan masker di tempat-tempat umum. Sebagai bentuk untuk menghambat penyebaran COVID-19. Namun, ada beberapa warga yang secara vokal menolak untuk menggunakan masker.

    Walaupun sangat tidak mungkin bahwa “semua orang” akan mengenakan masker sebagai ganti dari tombol edit di Twitter. Namun, pernyataan yang dibuat oleh perusahaan dinilai sangat berani.

    Dalam waktu kurang dari 24 jam, tweet tersebut menerima lebih dari 641.000 retweet dan 2,3 juta likes. Meskipun, pernyataan tersebut terlihat seperti ‘harapan palsu’, mengingat pernyataan Dorsey seputar edit tweet.

    Akan tetapi, jika hal tersebut dapat membuat orang menggunakan masker dan membantu menghambat penyebaran COVID-19, maka hal tersebut lebih baik dari fitur edit. Setuju nggak, paradiva?

    Baca juga, Facebook dan Instagram ingatkan pengguna untuk menggunakan masker.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR