Tuesday, 26 January 2021

OPPO secara resmi luncurkan seri Reno5 5G

OPPO hari ini resmi meluncurkan perangkat OPPO Reno5 5G di Indonesia dengan membawa keunggulan AI Highlight Portrait dan AI Mixed Potrait serta pengalaman video...
More

    Latest Posts


    Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Magnifique Bagi Cerita Mengenai M-Class di IDEAFEST 2020

    Mekanisme pelaksanaan M-Class jadi salah satu topik yang dibahas oleh Dian Sastrowardoyo dan Arifaldi Dasril dalam IDEAFEST 2020. Acara tersebut berlangsung hari Jum’at (13/11) kemarin.

    Sebelumnya, M-Class sendiri merupakan webinar gratis yang digagas oleh Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Magnifique yang diluncurkan sejak September 2020. Wbinar ini dilakukan secara berkala setiap bulannya di masa pandemi, khususnya untuk para siswa di daerah kurang terjangkau.

    M-Class bertujuan memberikan webinar bermanfaat dengan melakukan sinergi bersama banyak pihak dan mendukung. Mengingat bahwa kebutuhan PJJ (pembelajaran jarak jauh) tak hanya berkisar pada pendidikan wajib saja.

    Tata cara belajar dan mengajar di dunia termasuk di Indonesia telah berubah dari sistem tatap muka menjadi PJJ selama pandemi COVID-19. Meski sebenarnya tidak semua kegiatan dapat dilakukan secara daring. Contohnya kegiatan seminar.

    “Tidak semua siswa memiliki akses yang setara untuk mengikuti kegiatan ini. Keterbatasan akses internet, lokasi dan pengadaan kuota menjadi kendala bagi sebagian siswa sehingga mereka tidak mendapat kesempatan untuk membekali diri dengan kegiatan webinar. Padahal, kegiatan seperti ini penting untuk menjadi bekal mereka maju ke jenjang professiona,” ujar Dian Sastro Wardoyo selaku pendiri Yayasan Dian Sastro Wardoyo dalam IDEAFEST 2020, Knowledge for All: Increasing Access to Education for Underserved Communities.

    Hal tersebutlah yang menjadi alasan untuk Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Manifque dalam menggelar webinar gratis bagi para pelajar dna mahasiswa selama masa pandemi dengan menargetkan daerah kurang terjangkau dan terfasilitasi.

    “Webinar gratis ini dilakukan dengan sisterm sinergi bersama banyak pihak. Para pengajar yang merupakan profesional di bidangnya, para sponsor yang membantu pelaksanaan acara, komunitas mahasiswa yang mengikuti seminar serta media yang membantu kegiatan positif ini dapat terkomunikasikan dengan baik,” ujar Arifiadi Dasril.

    Sementara itu, sesi IDEAFEST 2020 sendiri diikuti oleh 4.900 peserta. Dimana dalam sesi tersebut dipaparkan business model dari M-Class yang sederhana namun memiliki dampak postif yang baik. Tujuannya adalah agar lebih banyak pihak yang terinspirasi untuk melakukan kegiatan sejenis ini melalui kolaborasi.

    “Pandemi ini mengajak kita agar mau ikut berperan, meski sekecil apapun, sehingga dapat memberikan manfaat untuk yang membutuhkan. Begitu banyak sektor yang telah terdampak, termasuk dunia pendidikan yang merupakan investasi jangka panjang untuk menjadi bangsa yang maju,” tambah Dian.

    Dalam sesi yang berdurasi 60 menit yang dipandu oleh Jaka Darwis ini, Associate Director Manifique, baik Dian dan Arifaldi juga menjelaskan seputar mekanisme M-Class. Mulai dari penentuan program, pemilihan pengajar, pengadaan komunitas, pencarian spomnsor hingga kemitraan dengan media masa untuk hasil yang maksimal.

    Tema IDEAFEST 2020 ini adalah Restart. Maka dari itu, M-Clas mengusung pentingnya menyelaraskan diri dengan kondisi global dunia saat ini yang terpengaruh oleh pandemi, termasuk dunia pendidikan. Tentunya, proses yang menuju tahap restart ini memerlukan banyak penyesuaian agar dapat berjalan dengan lancar dan dapat terlaksana dengan baik melalui kolaborasi banyak pihak untuk membantu pihal lain.

    “Dengan mengikuti IDEAFEST 2020, kami mengharapkan M-Class dapat menjadi prototype bagi pihak lain yang ingin berbuat sesuatu untuk dunia pendidikan Indonesia,” tutup Arifaldi.

    Baca juga, Festival Kreatif IDEAFEST 2020 Kembali Digelar

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR