Friday, 30 July 2021
More

    Latest Posts


    TikTok umumkan tingkatkan pembaruan provasi di fitur Family Pairing

    Beberapa waktu lalu TikTok meluncuran fitur privasi yaitu Family Pairing atau Pelibatan Keluarga yang saat ini dilakukan pembaruan. Pembaruan ini memberikan pilihan kepada paradiva selaku orangtua untuk membimbing pengalaman daring anak dengan lebih baik.

    Paradiva saat ini memiliki opsi untuk mengatur pengalaman daring anak dengan menghubungkan akun TikTok paradiva ke akun anak, lho! Secara langsung cara ini dapat mengatur bagaimana anak menemukan konten sekaligus mengontrol keamanannya.

    Baca juga, Di acara “TikTok Stage with BLACKPINK”, bakal disapa BLACKPINK secara live!

    “Fitur Family Pairing diciptakan untuk membantu orangtua dalam melakukan edukasi tentang keamanan digital dan menentukan pengalaman apa yang terbaik untuk keluarga mereka,” ujar Arjun Narayan, selaku Director Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific.

    Diciptakan untuk para orangtua, penambahan fitur ini ditujukan untuk memulai kesejahteraan digital dan edukasi mengenai keamanan daring. Nah, penambahan fitur Family Pairing ini mulai dari,opsi Pencarian, yaitu menentukan apakah anak bisa mencari konten, pengguna, hastag, atau suara.

    Kemudian opsi Komentar, menentukan siapa yang dapat memberikan komentar dalam video anak (semua pengguna, teman, atau tidak ada). Lalu ada Penemua, yaitu menentukan apakah akun anak berstatus privat (anak akan memutuskan siapa yang dapat melihat kontennya) atau publik (siapapun dapat mencari dan melihat kontennya). Dan yang terakhir, opsi Video yang disukai, yaitu menentukan siapa yang dapat melihat video yang disukai anak.

    Fitur Family Pairing ini sudah mencakup berbagai fitur, seperti kontrol Manajemen Waktu Layar, Mode Terbatas, dan Pesan Langsung untuk menyediakan masukan serta kontrol kepada orangtua tentang bagaimana anak menggunakan TikTok.

    Anyway, TikTok telah mengambil sejumlah langkah selama beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan tim, kebijakan, kontrol, dan sumber daya edukasi. Selain perangkat bagi keluarga, platform ini juga terus memperkuat keamanan anak muda dan kebijakan mengenai kesejahteraan.

    Bahkan baru-baru ini, TikTok menambahkan lebih banyak panduan dan sumber daya untuk mendukung body positivity atau kepercayaan diri terhadap bentuk tubuh di dalam komunitas dan menghapus konten berbahaya seperti ujaran kebencian.

    TikTok tidak mengizinkan gambar atau video dikirim dalam kolom komentar atau pesan, karena penelitian telah memperlihatkan bagaimana penyebaran konten seksual mempengaruhi tingkat kekerasan pada anak, terutama video yang memiliki enkripsi.

    Selain itu, TikTok juga telah menjalin kemitraan global untuk melawan eksploitasi terhadap anak dan menghapus konten, menurunkan akun, dan bermitra dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan lembaga penegak hukum.

    Melindungi anak di bawah umur secara daring dan luring sangatlah penting dan membutuhkan kemitraan antara platform, pemerintah, dan organisasi yang menangani keamanan anak. Oleh karena itulah, TikTok mendukung penerapan Voluntary Principles to Counter Online Child Sexual Exploitation and Abuseberisi kerangka kerja yang dapat secara konsisten diterapkan pada seluruh sektor dan layanan untuk menanggapi perubahan perilaku dan melindungi kaum remaja.

    Baca juga, 5 Wanita Kreator TikTok yang Seru untuk Kamu Follow

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR