Pembaruan Telegram Tambahkan Opsi auto-delete dalam Platformnya

0
114

Aplikasi Telegram baru saja memperbarui platformnya dengan membawa opsi auto-delete. Tak hanya itu, ternyata ada pula fitur invie links dan new unlimited groups. Pembaruan ini disampaikan langsung oleh Telegram melalui posting blog perusahaan.

Mirip seperti Signal, Telegram menerima lonjakan pengguna baru setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi terbarunya yang membingungkan.

Saat ini, Telegram mengadopsi fitur yang sudah menjadi bagian dari aplikasi pesaingnya. Dimana mereka membawa fitur yang menawarkan lebih banyak keamanan dan privasi.

Fitur auto-delete yang sudah dimungkinkan dalam Secret Chat milik Telegram. Akan tetapi, pembaruan baru untuk iOS dan Android ini menambahkan opsi untuk menghilangkan pesan dalam segala jenis obrolan.

Lebih lanjut, fitur auto-delete juga dapat diaktifkan dalam chat dan disetel untuk menghapus 24 jam atau tujuh hari setelah pesan dikirim. Fitur ini juga tidak akan menghapus semua pesan, jika pesan dikirim sebelum fitur diaktifkan, pesan tersebut akan tetap ada.

Pesaing Telegram telah memiliki fitur serupa: WhatsApp memperkenalkan fitur pada tahun 2020 dan Signal telah menghilangkan pesan setidaknya sejak 2016.

Telegram juga membuat perubahan pada grup yang memungkinkan jenis pengalaman audio langsung dan informatif yang telah menjadi populer dalam Clubhouse. Fitur “Broadcast Groups” terbaru memungkinkan jumlah anggota yang tidak terbatas. Akan tetapi, batasi pembuatan postingan untuk admin grup sehingga mereka dapat menyiarkannya.

Fitur Voice Chats ini di sisi lain terbuka untuk semua orang dalam broadcst group. Telegram berpikir fitur tersebut harus “ideal untuk komunitas besar dimana orang dapat mengikuti dan menangkap wawancara eksklusif, berita atau hanya obrolan biasa”.

Untuk membantu menjaga grup ini tetap eksklusif (atau mengembangkannya dengan cepat), Telegram menambahkan fitur links invite yang kadaluwarsa dan dapat diatur untuk kadaluwarsa setelah sejumlah penggunaan, jangka waktu tertentu atau keduanya.

Dengan fitur invite baru, admin grup harus dapat memoderasi siapa yang bergabung dan menjaga subjek pribadi menjadi sedikit lebih pribadi.

Di samping itu, banyak pengguna yang meninggalkan WhatsApp untuk Telegram karena khawatir Facebook akan membaca pesan mereka. Memperluas fitur privasi seperti auto-delete yang nampaknya baik bagi Telegram untuk mengatasi masalah tersebut.

Bahkan dengan opsi privasi baru, Telegram masih belum secara universal menawarkan fitur yang diharapkan banyak pengguna enkripsi end-to-end. Semua pesan dalam Telegram secara teknis dienkripsi, akan tetapi Secret Chat adalah satu-satunya yang dapat dilihat secara eksklusif dalam perangkat orang yang berpartisipasi.

Baca juga, Telegram Mungkinkan Pengguna untuk Impor Chat dari Aplikasi Lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here