Cerita para sineas muda hasilkan film epic melalui Galaxy Movie Studio

0
241
Galaxy Movie Studio

Memasuki tahun ketiga, Galaxy Movie Studio menghadirkan kembali kompetisi lanjutan dari ketiga sineas muda yang menang di Galaxy Movie Studio 2020 lalu.

Rezy Junio Bernessa sebagai pemenang kategori Best Picture, Hasna Rafida Sari sebagai pemenang kategori Best Cinematography dan Kenza Luthfiani sebagai pemenang kategori People’s Choice telah mendapatkan hal-hal baru tentang dunia perfilman selama dan setelah mengikuti kompetisi dan pelatihan yang diberikan Samsung melalui Galaxy Movie Studio.

Seperti apa, sih cerita ketiga peserta Galaxy Movie Studio 2021 tersebut tentang kesan dan pesan setelah menjadi pemenang di tahun lalu. Simak dibawah ini, ya!

Rezy Junio Bernessa, yakin bahwa semua orang bisa membuat film

Berawal dari kecintaan menonton film sejak bangku SMP, Rezy Junio Barnessa bertekad untuk menonton satu film setiap harinya hingga saat ini. Masa-masa SMA dia habiskan untuk belajar dan menggali informasi tentang perfilman secara otodidak.

Dia yang akrab disapa Rezy sempat pesimis dalam membuat film karena keterbatasannya dalam melihat saat senja datang, namun ini menjadikan Rezy sadar bahwa hal ini membawa sudut pandang yang berbeda pada video-video yang dia buat.

“Galaxy Movie Studio membuat saya bereksplorasi dalam menciptakan film menggunakan ponsel pintar dan semakin yakin siapa saja bisa membuat film. Dari rangkaian acara yang ada, saya mendapatkan tips dan bisa bertanya secara langsung dengan para pelaku industri film Indonesia seputar seluk beluk pembuatan film dari awal hingga akhir,” ujar Rezy Junio Barnessa, pemenang kategori Best Picture, Galaxy Movie Studio 2020.

Setelah meraih penghargaan Best Pictures, kesempatan ini menambah portofolio baru dan menjadi hal yang membanggakan bagi Rezy. “Karya saya semakin dikenal oleh banyak orang dan saya yakin semua yang saya dapatkan bisa menjadi bekal untuk terjun ke industri film nantinya,” lanjutnya.

Rezy menambahkan bahwa ponsel pintar Samsung yang digunakan selama membuat video sangat memudahkan dia dari proses pengambilan gambar hingga editing. Tentunya Rezy juga merasa senang mendapatkan kesempatan kembali untuk merasakan bagaimana pembuatan film sesungguhnya bersama dengan sutradara dan mendalami industri perfilman Indonesia.

Melalui Galaxy Movie Studio, Rezy berharap dapat menginspirasi teman-teman dengan ketertarikan yang sama untuk membuat film sudah semudah dalam genggaman, sehingga semakin banyak cerita-cerita yang disampaikan melalui film-film yang ada.

Hasna Rafida Sari, pengalaman adalah guru terbaik

Sejak bangku SMA, Hasna Rafida Sari telah mencoba mengikuti festival sinema yang diadakan oleh sekolahnya. Gadis asal Jawa Timur ini menjadi penulis naskah serta peran utama wanita yang akhirnya juga mendapatkan kesempatan menjadi pemeran wanita terbaik pada saat itu.

Hasna yang sekarang ini sudah menjadi mahasiswa, tentunya tertantang kembali untuk memperdalam bakatnya pada industri perfilman walau dia bukan dari mahasiswa perfilman.

Hasna Rafida Sari, pemenang kategori Best Cinematography, Galaxy Movie Studio 2020, mengungkapkan, “Saat mengetahui adanya kompetisi Galaxy Movie Studio di tahun 2020, saya memang sangat berharap dapat memproduksi film kembali semasa saya di SMA dulu. Saya yang bukan mahasiswa perfilman sangat tertarik untuk terlibat lebih jauh dalam produksi film yang bermodalkan pengalaman saya.”

“Namun ketika terlibat dalam pelatihan selama acara Galaxy Movie Studio berlangsung, saya menjadi paham bagaimana proses memproduksi film. Saya hingga saat ini juga terus memproduksi konten sosial media dan konten untuk pekerjaan melalui teknologi ponsel pintar yang dimiliki oleh Samsung, di mana sekarang kita tidak perlu repot lagi saat ingin menghasilkan suatu video yang kualitasnya epic,” tambahnya.

Kompetisi yang semakin dipersempit ini membuat Hasna juga menjadi lebih tertantang dan sangat semangat untuk menjadi yang terbaik. Hasna menambahkan harapan agar dari kompetisi lanjutan ini juga dapat membawa pengaruh positif yang dirasakan oleh para peserta dan khalayak luas.

Kenza Lutfhiani, tidak cukup menjadi penikmat film saja

Sebagai mahasiswa yang tertarik dengan dunia perfilman, Kenza Lutfhiani merasa tidak cukup jika hanya menjadi penikmat film. Kenza berfikir bahwa kita juga dapat membuat sebuah film yang berasal dari ide dan imajinasi yang ada dalam benak.

Bermula dari sebuah peran kecil yang pernah dijalani pada sebuah pembuatan film, akhirnya Kenza dapat membuat sendiri film seperti yang diharapkan olehnya.

“Setelah rangkaian Galaxy Movie Studio yang saya jalani, saya merasakan perubahan skill terutama dari segi pembuatan film. Mungkin dulu saya hanya gemar menonton film-film, namun saya yang akhirnya bisa mendapatkan insight dari para filmmaker di Indonesia dan membawa saya untuk berhasil membuat film pendek karya saya sendiri,” ungkap Kenza Lutfhiani, pemenang kategori People’s Choice, Galaxy Movie Studio 2020.

Selama proses pembuatan film yang dilakukan, Kenza mengatakan bahwa smartphone Samsung sangat membantu terutama dari segi kualitas kameranya. Proses syuting menjadi cepat karena kualitas yang memang sudah sangat bagus.

“Saya tentunya sangat ingin mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan lebih dalam bersama dengan sutradara sungguhan. Tapi saya berharap dengan pengalaman yang saya miliki sekarang dapat terus menghasilkan karya yang berkelanjutan dan lebih banyak lagi karya yang bisa saya hadirkan ke masyarakat,” lanjutnya.

Para peserta akan memberikan hasil karya terbaik mereka melalui film pendek yang nantinya akan menjadi penentu salah satu dari mereka untuk dapat merasakan pembuatan film secara nyata bersama sutradara profesional.

Jangan lupa, update keseruan momen epic Galaxy Movie Studio 2021 melalui sosial media Samsung indonesia @SamsungIndonesia #GalaxyMovieStudio2021.

Baca juga, Galaxy Movie Studio 2021: Tiga Sineas siap bikin video layaknya film pakai Galaxy S21 Ultra 5G

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here