Lakukan Cyberbullying terhadap Hana Kimura, Pria Jepang ini ditagih $81

0
332

Hana Kimura, seorang pegulat pro dan bintang reality show Jepang Terrace House: Tokyo, dilaporkan tewas bunuh diri setelah mengalami cyberbullying terus menerus.

Saat ini, pengadilan Jepang telah menuntut seorang Osaka yang tidak disebutkan namanya sebesar $81 atas pesan kasar yang dituturkan terhadap Kimura. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Washington Post.

Jarang melihat pengadilan menjatuhkan intimidasi dunia maya secara umum, akan tetapi keputusan khusus ini menurut beberapa penggemar Kimura sangat ringan. Dalam kasus yang dihadapi oleh Kimura ini, banyak sekali penindasan yang ia terima. Termasuk pertanyaan, “Kapan kamu akan mati?”

Berapa biaya sebenarnya dari penindasan di dunia maya, terutama jika hal tersebut mengarah pada potensi bunuh diri? Pada bulan Desember, Nikkei Asia melaporkan bahwa pria Osaka yang mengaku atas tuduhan penghinaan publik dapat dipenjara hingga 29 hari atau hingga 10.000 yen (sekitar $90).

Keputusan terakhir ada di ujung atas dari potensi denda, akan tetapi tidak termasuk waktu penjara. Nikkei mencatat bahwa pria tersebutmengatkan kepada polisi bahwa ia ingin “kembali” pada Kimura, menyusul insiden dengan pemeran pria di Terrace House (yang menyebabkan banyak pesan kebencian dari pemirsa lain). Dia juga menulis surat permintaan maaf kepada keluarga Kimura, menurut penyelidik.

Kyoko Kimura, ibu dari sang bintang dan pegulat profesiona, juga meminta tugas produser Terrace House karena memicu konflik di antara kontestannya. Ia juga mengajukan klaim pelangggaran hak asasi manusia, Washington Post melaporkan.

Akan tetapi, hal tersebut ditolak oleh Organisasi Peningkatan Program & Etika Penyiaran Jepang. Diakui bahwa jaringan induk Terrace House, Fuji TV, memiliki “masalah dalam hal etika penyiaran,” dan tidak cukup memperhatikan kesejahteraan para pemerannya.

Namun terlepas dari temuan tersebut, badan tersebut juga tidak menganggapnya sebagia pelanggaran hak asasi manusia.

Kisah Kimura ini merupakan kombinasi dari dunia reality TV, dimana produser sering membuat partisipan terlibat dalam kebuntuan yang dramatis dan peningkatan dramatis penindasan maya selama dekade terakhir.

Baca juga, Kenalan sama Moorissa Tjokro, Insinyur Autopilot Tesla asal Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here