Twitch Larang Pengguna yang Melakukan Pelecehan

0
130

Twitch akan mulai melarang pengguna untuk melakukan pelecehan dalam di anggota komunitasnya. Sekalipun, mereka melakukannya di luar aplikasi.

Dilansir dari The Verge, pengumuman perluasan besar dari kebijakan pelanggaran di luar layanan tersebut disampaikan langsung oleh Twitch.

Pasalnya, pelanggaran tersebut dapat memungkinkan pengguna untuk mengambil tindakan terhadap pengguna yang mengaiaya orang lain dimanapun hal tersebut terjadi. Baik oflline maupun di platform sosial lainnya.

Kebijakan baru tersebut membagi pelanggaran menjadi dua kategori. Kategori pertama yang berlaku untuk pelecehan yang terjadi di dalam dan di luar Twitch. Sementara, kategori kedua hanya berlaku untuk pelecehan di luar Twitch.

Kategori pertama tidak berubah. Jika Twitch menemukan pelaporan pelecehan yang terjadi pada suatu streaming, maka platform akan mempertimbangkan hal terkait pelecehan tersebut di Facebook.

Kategori kedua merupakan laporan yang baru. Sekarang, jika Twitch mengetahui tentang “pelanggaran serius yang mneimbulkan risiko keamanan substansial bagi komunitas Twitch”.

Twitch sendiri akan mengambil tindakan, bahkan saat pelanggaran tersebut terjadi sepenuhnya di luar platfrom. Perusahaan sendiri saat ini mendefinisikan “pelanggaran serius” sebagai insiden ektremisme kekerasan, ancaman kekerasan massal yang dapat dipercaya, keanggotaan dalam hate group, eksploitasi seksual anak dan aktivitas seksual nonkonsesual.

Twitch membawa firma hukum pihak ketiga untuk membantu penyelidikan di luar platform. “Penyelidikan ini jauh lebih kompleks dan dapat memakan waktu serta sumber daya yang signifikan untuk menyelesaikannya,” tulis perusahaan dalam sebuah posting blog.

“Untuk perilaku yang terjadi di Twitch, kita harus lebih mengandalkan penegakan hukum dan layanan lain untuk berbagi bukti yang relevan sebelum kita dapat melanjutkan,” seorang juru bicara perushaaan menolak memberikan nama firma hukum tersebut.

Langkah tersebut diambil setelah Twitch merombak kebijakan pelecehannya pada Desember lalu. Perubahan tersebut termasuk aturan yang lebih ketat seputar pelechean seksual dan larangan mempromosikan opini yang penuh kebencian dengan dalih komedi.

Pada Juni 2020, perusahaan tersebut menghadapi penghitungan seputar pelecehan dan penyerangan seksual dengan banyak wanita yang datang menyatakan bahwa kebijakan yang dimiliki platform tersebut tidak cukup melindungi mereka.

Sementara, beberapa dari insiden tersebut terjadi di platform streaming yang lainnya terjadi di luar situs. Akan tetapi, melibatkan anggota komunitas Twitch. Seorang streamer memberi tahun The Verge bahwa orang dewasa mulai mengirimi mereka pesan seksual di Twitch ketika berusia 15 tahun.

Dalam pengumumannya hari ini, Twitch mengatakan akan memusatkan perhatian pada “jenis keruskan fisik dan psikologis yang paling mengerikan” untuk memulai terapi yang menyiratkan hal tersebut dapat memperluas kebijakan pelecehan di luar layanan di kemudian hari.

Perusahaan juga mengatakan akan menangguhkan pengguna yang mengirimkan sejumlah besar laporan palsu.

Baca juga, Seorang Remaja Habiskan 20.000 Dolar untuk Menyumbang ke Streamer Twitch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here