Huawei TechDay 2021 Dorong Pentingnya Keamanan Siber dan e Goverment yang kuat

0
248

Menjadi penyedia solusi TIK global, Huawei Indonesia kembali menggelar seri kedua dari TechDay 2021. Dimana perusahaan tersebut bekerja sama dengan Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN), Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kali ini, TechDay 2021 mengangkat isu aktual penting sebagai bahasan utama, seperti peran tata kelola IT dan audit Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-Goverment, serta pentingnya keamanan siber dalam mendukung keberhasilan transformasi digital Indonesia.

Besarnya manfaat dan tantangan dihadirkan oleh percepatan transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor publik dan pemerintah dalam skenario pasca pandemi. Bulan Maret lalu, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 3/2021 tentan Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) untuk mendorong digitalisasi di seluruh instansi pemerintah dan menegaskan kembali program-program e-governance dalam daftar prioritas nasional.

TechDay 2021 sendiri bersama Poltek SSN terdiri dari dua sesi utama, yaitu sesi webinar yang terbuka untuk umum dan sesi lokarya yang diikuti oleh mahasiswa Poltek SSN.

Akhmad Toha, Deputi Bidang Proteksi, BSSN mengatakan bahwa strategisnya  peran tata kelola SPBE wajib didukung keamanan siber yang kuat guna membangun  sistem pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel, dengan  mendayagunakan TIK yang terintegrasi, efektif dan efisien. 

“Kami sangat menyambut baik penyelenggaraan acara Webinar Tech Day ini, sebagai  langkah awal dalam mewujudkan kesadaran dan pengetahuan tentang teknologi dan  keamanan siber di lingkungan instansi pendidikan serta masyarakat umum. BSSN  berterima kasih atas inisiasi Huawei Indonesia pada kegiatan webinar yang pertama  kali bersama Poltek SSN mengangkat topik SPBE ini. Semoga dapat bermanfaat bagi  para peserta khususnya dan seluruh instansi pemerintahan maupun swasta, serta  akademisi yang terlibat baik secara langsung atau tidak langsung dengan SPBE,” kata Akhmad Toha. 

Menurut Li Jingcheng, selaku Chief Compliance Officier Huawei Indonesia merupakan wujud konsistensi Huawei dalam terus mengembangkan kapasitas SDM Indonesia di bidang teknologi digital, termasuk meningkatkan literasi keamanan siber.

 “SDM dengan tingkat pemahaman mendalam  akan mampu melihat potensi, peluang dan juga tantangan transformasi digital yang  harus diantisipasi sejak dini. Pada TechDay 2021 bersama Poltek SSN, kami berbagi  pengetahuan tentang kekuatan teknologi digital mutakhir seperti Cloud, Big Data, AI,  Machine Learning, Internet of Things, serta keamanan siber dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan e-Government secara aman dan penuh dengan  layanan-layanan inovatif,” ujar Li Jingcheng, selaku Chief Compliance Officer Huawei Indonesia. 

Pada TechDay 2021 juga digelar edukasi seputar Control Objective for Information and Related Technology, panduan standar praktik manajemen teknologi informasi yang popular dengan istilah COBIT.

Program TechDay merupakan bagian dari komitmen Huawei Indonesia dalam turut mengembangkan kompetensi 100.000 SDM Digital Indonesia dalam 5 tahun, guna mendukung terealisasinya visi Indonesia menjadi lima besar kekuatan ekonomi digital dunia pada 2045. Ini juga menjadi bagian dari konsistensi Huawei Indonesia dalam membangun sinergi dengan pemerintah, dunia pendidikan, industri dan komunitas.

Dalam rangka mengembangkan kompetensi SDM Huawei Digital Indoensia, perusahaan membuka ASEAN Academy Engineering Institute di Jakarta. Huawei Academy di Jakarta memiliki fasilitas lengkap dan canggih di Asia Pasifik.

Huawei Academy sendiri terdiri dari Business College, Technical College dan Engineering College didukung lebih dari 100 trainer, lebih dari 3000 kursus atau pelatihan, lebih dari 100 mirroring environment, serta dilengkapi dengan laboratorium-laboratorium, ruang-ruang kelas,  pusat pelatihan, hingga fasilitas untuk mempelajari instalasi hardware dan pekerjaan pekerjaan di lapangan. 

Nunil Pantjawati, Direktur Poltek SSN mengatakan bahwa literasi tentang tata  kelola SPBE, teknologi digital mutakhir sebagai infrastruktur fundamental, dan keamanan siber yang memperkuatnya, sangat penting bagi publik khususnya kalangan  pemerintahan. Tingkat pemahaman yang tinggi tentang topik-topik tersebut juga perlu  dimiliki oleh para mahasiswa Poltek SSN sebagai garda e-Government dan keamanan  siber Indonesia masa depan yang berkompetensi.  

“Sinergi kami dengan Huawei melalui TechDay 2021 kami harapkan mampu  meningkatkan pemahaman publik terhadap manfaat SPBE dalam mewujudkan tata  kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel, serta  menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan tepercaya. Pemahaman publik  tentang pentingnya keamanan siber, termasuk menjaga keamanan SPBE, diharapkan  juga akan terus meningkat. Dukungan alih pengetahuan dari pakar TIK terkemuka  dunia Huawei berperan strategis dalam mewujudkan harapan ini,” tutup Nunil.  

Baca juga, OPPO Rilis Tema Khusus Ramadan untuk Perangkat Seri A54

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here