Twitter Lakukan Uji Coba untuk Menyisipkan Iklan pada Fitur Fleets

0
144
Twitter Fleets

Twitter sedang melakukan uji coba pada fitur stories miliknya. Dimana platform tersebut akan menyisipkan iklan pada Fleets.

Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa mereka akan mulai melakukan pengujian tersebut di Amerika. Pengujian tersebut akan menghadirkan iklan dengan format vertikal layar penuh ke Twitter untuk pertama kalinya. Sehingga, platform tersebut dapat bersaing dengan platform media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, Snapchat dan TikTok yang memiliki fitur serupa.

Iklan Fleets terbaru ini akan muncul di antara Fleets dari seseorang yang kamu follow dan akan mendukung gambar dengan video dalam format 9:16. Iklan video tersebut mendukung konten hingga 30 detik dan brand yang dapat menyertakan ajakan untuk swipe up dalam iklan mereka.

Untuk iklan berbentuk video, Twitter menawarkan durasi lebih pendek dari Instagram yang mencapai durasi 120 detik atau TikTok dengan durasi 60 detik. Akan tetapi, sejalan dengna praktik terbaik yang menekankan bahwa iklan yang lebih pendek bisa lebih baik.

Twitter tidak mengatakan seberapa sering kamu akan melihat iklan Fleets saat kamu menggeser layar. Platform tersebut hanya mengatakan bahwa akan “berinovasi, menguji dan terus beradaptasi” di area ini saat mempelajari bagaimana orang dapat terlibat.

Sementara itu, para pengiklan akan menerima metrik iklan Twitter pada Fleets mereka. Seperti, impressions, profile visits, clicks dan website visits.

Tak hanya itu, Twitter juga akan melaporkan video views, 6s video views, stars, completes, quartile reporting dan metrik lainnya. Platform tersebut mengatakan bahwa uji coba ini akan membantu perushaan memahami seberapa baik jenis iklan ini akan tampil di Twitter.

Twitter akan memberi tahu perusahaan tidak hanya cara mengoptimalakan iklan Fleets dengan lebih baik ke depannya, akan tetapi juga area lain dimana ia dapat meluncurkan iklan dengan full screen lebih jauh.

Selain itu, Twitter juga ingin mempelajari bagaimana perasaan orang dan terlibat dengan iklan fullscreen saat pengujian tersebut berlanjut.

Twitter sendiri juga mulai bereksperimen dengan Fleets pada musim semi 2020 sebagai cara untuk menawarkan pengalaman produk seperti Stories dimana pengguna dapat memposting konten singkat.

Pada saat itu, perusahaan berharap Fleets akan mendorong lebih banyak pengguna yang ragu-ragu untuk membagikan konten pada platform karena Fleets akan menghilang setelah 24 jam. Mereka juga tidak mengedarkan Twitter seperti retweet dan quote tweet, juga tidak akan muncul di Search maupun Moments.

Fitur ini diluncurkan pengguna global pada November 2020. Twitter awalnya dikritik oleh beberapa orang yang merasa bahwa Fleets adalah contoh lain bagaimana semua aplikasi sosial mulai terlihat sama. Namun dengan demikian, Fleets kini telah menjadi bagian inti dari pengalaman Twitter.

Baca juga, Twitter Kembali Menghentikan Layanan Verifikasinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here