LinkedIn Bakal Hapus Fitur Stories Akhir September Mendatang

0
69
Stories LinkedIn
Foto: Unsplash/Souvik Banerjee

Setelah satu tahun peluncuran, LinkedIn akan menghapus fitur stories. Penghapusan tersebut kabarnya bakal dilakukan pada akhir September mendatang.

Dilansir dari Engadget, dengan banyak pertimbangan, LinkedIn mengatakan bahwa penggunanya lebih menginginkan fitur video yang selalu ada di profil mereka secara permanen. Bukan yang dapat menghilang.

“Saat mengembangkan Stories, kami berasumsi bahwa pengguna tidak ingin video informan dilampirkan ke profil mereka dan hal tersebut akan mengurangi hambatan yang dirasakan orang untuk memposting,” tulis Liz Li, selaku direktur senior produk LinkedIn. “Ternyata, kamu ingin membuat video abadi yang menceritakan kisah profesional kamu dengan cara yang lebih pribadi dan yang menunjukkan kepribadian dan keahlianmu.”

Dengan demikian, perusahaan akan kembali mempelajari permintaan penggunanya. Dari fitur tersebut, mereka mengetahui bahwa Stories menginginkan alat kreatif untuk menghidupkan video secara profesional.

Fitur Stories LinkedIn sendiri merupakan fitur serupa yang dimiliki oleh Snapchat dan Instagram. Fitur ini pertama kali diluncurkan pada Februari 2020 lalu.

Sepertinya memang fitur ini tidak selalu cocok untuk media sosial. Selain LinkedIn, Twitter juga telah menghapus fitur storiesnya pada 3 Agustus lalu. Tujuan awal dibuatnya Fleets adalah untuk mengatasi kecemasan yang dirasa oleh pengguna untuk tidak men-tweet. Serta, menulis pemikiran mereka secara singkat.

Namun, ternyata tujuan tersebut belum tercapai hingga hampir tujuh bulan. Akhirnya, Twitter memutuskan untuk menghapus fitur storiesnya.

Lain halnya dengan TikTok yang baru meluncurkan fitur storiesnya untuk pengguna di luar Amerika Serikat. Fitur tersebut diluncurkan melalui sebuah pengujian yang diberikan kepada beberapa pengguna saja di awal bulan Agustus lalu.

Sama seperti pesaingnya yang lain, TikTok merasa perlu menambahkan fitur tersebut pada platformnya. Guna untuk tetap relevan. Terutama dengan perusahaan seperti Youtube yang menginvestasikan jutaan dolar untuk meniru kesuksesannya.

Baca juga, TikTok Ujicoba Fitur Stories untuk Pengguna di Luar AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here