Wakilkan Generasi Muda, BTS Pidato di Ruang Sidang Umum PBB

0
204
Pidato BTS
Foto: Twitter/@bts_bighit

Wakilkan generasi muda, BTS kembali lakukan pidato di Ruang Sidang Umum PBB pada Senin (20/9) malam waktu Indonesia. Setelah, boy group asal Korea Selatan tersebut terpilih menjadi utusan khusus Presiden Moon Jae-In beberapa waktu lalu.

Pidato BTS ini merupakan bagian dari pembukaan the Sustainable Development Goals (SDG) Moment of the Decade of Action. Ini merupakan kali ketiga BTS melakukan pidato di PBB sejak tahun 2018 lalu.

Tak hanya pidato, BTS juga turut menampilkan Permission to Dance. Videonya tersebut menampilkan mereka bernyanyi di tengah ruang sidang, selasar hingga halaman gedung PBB.

Dalam pidatonya kali ini, BTS berbicara seputar generasi muda yang harus melewati masa-masa sulit selama pandemi dua tahun terakhir ini. Dimana banyak dari mereka yang harus melewatkan momen-momen penting dalam hidup mereka.

Pada kesempatan ini, ketujuh member BTS menyampaikan aspirasi dan harapan mereka untuk generasi masa depan satu per satu. Dimulai dari RM yang menyatakan bahwa mereka ingin menyampaikan kisah dari generasi masa depan saat ini.

“Sebelum datang ke sini, saya bertanya kepada remaja dan pemuda usia 20-an di seluruh dunia bagaimana dua tahun terakhir, dan dunia seperti apa yang mereka jalani sekarang,” ujar RM yang dilansir dari Soompi.

Pidato BTS
Foto: Twitter/@bts_bighit

“Ada masa-masa dimana dua tahun terkahir ini kami merasa bingung dan bermasalah. Namun, di saat yang sama juga, ada orang yang berteriak, ‘Mari kita hidup, mari kita jalani yang terbaik dalam momen ini’,” lanjut Jin.

Pidatonya tersebut dilanjutkan oleh Jimin. Ia menyatakan, “Mereka tidak bisa diam saja selama ini dalam hidup mereka. Tidak ada yang bisa disalahkan. kami pun masih sama seperti kemarin, namun dunia telah berubah seperti tiba-tiba memasuki dunia paralel.”

Jungkook juga berbagi kekecewaannya akibat banyaknya acara kelulusan yang dibatalkan. Pun juga kekecewaannya atas konser tur BTS yang terpaksa dibatalkan juga karena pandemi COVID ini.

“Kami sedih mendengar berita penerimaan dan upacara kelulusan dibatalkan. Sungguh menyedihkan kehilangan momen-momen yang seharusnya dirayakan dalam hidup seseorang,” ceritanya. “Adapun kami, kami kecewa harus membatalkan tur konser yang telah kami persiapkan begitu lama dan untuk waktu yang lama kami melewatkan momen yang ingin kami selesaikan.”

Suga menambahkan, “Kami membutuhkan waktu yang lama untuk meratapi hal-hal yang hilang dari COVID-19 dan waktu untuk menemukan betapa berharganya saat-saat yang kami anggap remeh.”

Dalam kesempatan ini pula, Jimin menunjukkan hasil kampanye yang sempat dilakukan oleh BTS dalam media sosialnya beberapa waktu lalu. Kampanye tersebut bertajuk ‘#youthtoday BTS’.

Dimana dalam kampanye tersebut, mereka meminta warganet untuk mengirim foto dan momen berharga mereka selama pandemi. Jimin bercerita, “Ada banyak orang yang menunjukkan diri mereka di alam luar. Tampaknya, selama dua tahun terakhir ini, waktu yang kami habiskan di alam terasa lebih istimewa.”

Lebih lanjut, J-Hope juga sempat menyinggung seputar masalah lingkungan yang terjadi. Ia menyatakan, “Kami baru saja berbicara tentang berkabung, namun sulit untuk memikirkan tentang berkabung untuk Bumi. Semua orang setuju bahwa perubahan iklim adalah masalah penting, akan tetapi tidak mudah untuk membicarakannya tanpa solusi.”

RM kembali menambahkan bahwa mereka mengetahui bahwa banyak anak muda yang menyadari masalah lingkungan. Beberapa dari mereka bahkan mempelajarinya sebagai bidang studi.

“Masa depan adalah wilayah yang belum dijelajahi dan kita akan menjadi orang yang paling banyak menghabiskan waktu di dalamnya, jadi saya pikir anak muda ini mencoba menemukan sendiri cara agar bisa hidup di dalamnya,” tambah RM.

Pidato BTS
Foto: Twitter/@bts_bighit

V pun turut mengajak kita semua untuk tidak menganggap masa depan sebagai kegelapan. Ia menyatakan bahwa masih banyak yang peduli dengan keadaan bumi dan mencari solusi dari masalah yang terjadi.

“Masih ada banyak halaman tersisa dalam cerita tentang kita, jadi saya harap kita tidak hanya membicaraknnya seperti akhir yang sudah ditulis,” jelas V dalam pidatonya.

Selanjutnya, RM menyatakan bahwa ia mendengar banyak remaja usia muda dan 20-an disebut sebagai generasi COVID yang hilang. Ini artinya, di masa dimana mereka harusnya dapat meraih banyak peluang dan tantangan, terlewat begitu saja karena pandemi.

“Akan tetapi, hanya karena orang dewasa tidak dapat melihat jalan mereka sendiri, ini bukan berarti mereka (generasi muda) juga tersesat,” tambahnya lagi.

Jimin membagikan foto para siswa yang tetap melanjutkan studi dan aktivitas mereka selama pandemi. Ia turut menjelaskan bahwa generasi muda saat ini juga bertemu dengan teman-teman mereka dengan cara baru. Tepatnya, secara online.

“Di ruang online, mereka terus bertemu dengan teman-teman mereka dengan cara baru, mulai mempelajari hal-hal baru dan mencoba menjalani hidup yang lebih sehat. Alih-alih terlihat tersesat, mereka menemukan keberanian baru dan menghadapi tantangan baru,” jelas Jimin.

“Oleh karena itu, saya pikir alih-alih ‘generasi yang hilang’, ‘generasi penyambutan; adalah nama yang tepat,” tukas Jin. Dirinya pun menyatakan bahwa generasi ini akan mengatakan ‘selamat datang’ saat mereka melangkah maju ke depan.

Pada pidatonya, BTS juga menyatakan bahwa mereka telah divaksinasi. Menurut RM, vaksinasi layaknya tiket untuk menghadiri acara ini, sekaligus bertemu dengan para penggemar mereka.

“Kami pikir dunia telah berhenti, tetapi ia terus bergerak maju. Saya percaya bahwa setiap pilihan adalah awal dari perubahan, bukan akhir. Saya harap dunia baru ini, kita semua bisa saling berkata, ‘Selamat datang’,” tutup RM.

Baca juga, Dynamite BTS pecahkan rekor baru Premier di Youtube

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here