Permudah Para Pencari Kerja, LinkedIn Perkenalkan Fitur Baru

0
130
LinkedIn
Foto: Unsplash/Souvik Banerjee

LinkedIn perkenalkan filter khusus untuk para pencarai kerja remote, hybrid dan on-site. Filter ini tentunya dibuat untuk memudahkan pengguna.

Dilansir dalam Engadget, filter khusus ini dapat ditemukan saat kamu mencari kerja lewat social network atau melalui fitur Open to Work. Dalam kasus terakhir, dengan memanfaatkan filter ini kamu akan secara pribadi memberi tahu perekrut seputar jenis pekerjaan yang kamu cari.

Dalam waktu yang sama, LinkedIn juga menambahkan filter serupa pada halaman perusahaan. Dimana memungkinkan mereka untuk menunjukkan hal-hal terkait kebijakan vaksin dan rencana return-to-office.

Sementara itu, dalam pengujian filter, LinkedIn menyatakan bahwa mereka melihat lebih dari 70 persen pencarian melibatkan orang yang mencari peran kerja secara remote atau jarak jauh saja. Ini merupakan bukti bahwa betapa tidak pastinya pandemi bagi perusahaan untuk membuat rencana return-to-office.

Bahkan perusahaan besar seperti Amazon, Google dan Facebook telah berjuang untuk menemukan yang tetap. maka tidak mengherankan sebagian besar pengguna LinkedIn mencari peluang dimana mereka dapat terus bekerja di rumah.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, LinkedIn dikabarkan menghapus fitur Stories pada platformnya. Dengan banyak pertimbangan, platform tersebut mengatakan bahwa penggunanya lebih menginginkan fitur video yang selalu ada di profil mereka secara permanen. Bukan yang dapat menghilang.

“Saat mengembangkan Stories, kami berasumsi bahwa pengguna tidak ingin video informan dilampirkan ke profil mereka dan hal tersebut akan mengurangi hambatan yang dirasakan orang untuk memposting,” tulis Liz Li, selaku direktur senior produk LinkedIn. “Ternyata, kamu ingin membuat video abadi yang menceritakan kisah profesional kamu dengan cara yang lebih pribadi dan yang menunjukkan kepribadian dan keahlianmu.”

Dengan demikian, perusahaan akan kembali mempelajari permintaan penggunanya. Dari fitur tersebut, mereka mengetahui bahwa Stories menginginkan alat kreatif untuk menghidupkan video secara profesional.

Baca juga: LinkedIn Bakal Hapus Fitur Stories Akhir September Mendatang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here