Microsoft Blokir 1.000 Email Berbahaya Tiap Detik di Tahun 2021

0
127
Eka Rufaedah
Foto: Unsplash?Glenn Carstens Peters

Solusi cybersecurity milik Microsoft melaporkan bahwa mereka telah memblokir 1.000 email berbahaya setiap detiknya di tahun 2021. Sekitar 31,5 juta detik, ungkap perusahaan tersebut.

Dilansir dari Tech Radar, dalam laporan cybersecurity triwulan dari Cyber Signals perdananya, perusahaan menggunakan data antivirus Microsoft Defender serta Azure Active Directory untuk memahami lanskap ancaraman tersebut. Dimana kekerasan, phishing, serta aktivitas email berbahaya lainnya, seperti distribusi malware, berdiri.

Selain dua sumber ini, Microsoft juga mengatakan telah menarik data dari 24 triliun sinyal keamanan harian yang didapatnya dari cloud, endpoint dan intelligent edge. Ternyata, Microsoft Defender untuk Office 365 memblokir lebih dari 35,7 miliar phishing dan email berbahaya lainnya yang menargetkan perusahaan dan konsumen selama tahun 2021.

Terlebih lagi, Defender for Endpoint memblokir lebih dari 9,6 miliar serangan malware terhadap perusahaan dant titik akhir konsumen, sementara Azure Active Directory berhasil dan memblokir lebih dari 25,6 miliar upaya pembajakan akun pelanggan perusahaan melalui kekerasan.

Banyak dari serangan ini, menurut laporan tersebut, berasal dari penyerang negara-negara bangsa. Serangan yang datang dari kelompok-kelompok ini sedang meningkat, klaimnya, dengan mengatakan bahwa mereka biasanya menggunakan taktik sederhana namun efektif, seperti spear-phishing, serangan rekayasa sosial dan semprotann password skala besar.

Selama perusahaan, tetapi juga konsumen, terus mengelola kredensial mereka dengan buruk dan terus meninggalkan identitas digital mereka tanpa perlindungan penting seperti mulit-factor authentication (MFA), negara-bangsa tidak perlu mengubah taktik mereka.

Kebutuhan akan MFA, laporan tersebut menyimpulkan, “tidak dapat dilebih-lebihkan”. Kesederhanaan dan biaya rendah dari serangan yang berfokus pada identitas membuat mereka nyaman dan efektif untuk pelaku ancaman.

Baca juga: VIDA Beber Pentingnya Digital Trust dalam Industri Digital

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini