Herawati Diah Dilukis Dalam Tampilan Google Doodle

0
76
herawati diah
(foto: Tempo Institute)

Gadgetdiva.id — Herawati Diah dilukis dalam tampilan Google Doodle hari ini, 3 April 2022. Wanita kelahiran Tanjung Pandan ini dikenal sebagai salah satu perempuan wartawan senior di tanah air, yang telah menghembuskan nafas terakhirnya 2016 lalu.

Perempuan bernama lengkap Siti Latifah Herawati Diah ini juga dikenal sebagai istri dari tokoh pers ternama, yang juga mantan Menteri Penerangan, B.M. Diah. Jika masih hidup, putri pasangan Raden Latip dan Siti Alimah ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke-105.

Herawati merupakan perempuan yang beruntung memiliki kesempatan mengecap pendidikan tinggi. Lepas dari Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta, ia bersekolah ke Jepang di American High School di Tokyo. Setelah itu, atas dorongan ibunya, Herawati berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar sosiologi di Barnard College yang berafiliasi dengan Universitas Columbia, New York dan lulus pada tahun 1941.

herawati diah

Ia pulang ke Indonesia pada 1942 dan kemudian bekerja sebagai wartawan lepas di kantor berita United Press International (UPI). Kemudian ia bergabung sebagai penyiar di radio Hosokyoku. Ia menikah dengan B.M. Diah, yang saat itu bekerja di koran Asia Raja. Pada 1 Oktober 1945, B.M. Diah mendirikan Harian Merdeka. Herawati juga terlibat dalam pengembangan harian tersebut.

Herawati Diah dalam tampilan Google Doodle

Pada tahun 1955, Herawati dan suaminya mendirikan The Indonesian Observer, koran berbahasa Inggris pertama di Indonesia. Koran itu diterbitkan dan dibagikan pertama kali dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat, tahun 1955. The Indonesian Observer bertahan hingga tahun 2001, sedangkan koran Merdeka berganti tangan pada akhir tahun 1999.

Di usianya yang sudah senja, Herawati masih aktif menekuni hobinya bermain bridge dua kali seminggu. Bahkan, ia masih mengikuti turnamen bridge. Ia mengatakan, dengan bermain bridge, kemampuan otak akan terus terasah dan mencegah kepikunan.

Herawati Diah meninggal pada tanggal 30 September 2016 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, karena usia yang sudah sepuh dan mengalami pengentalan darah. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, di samping makam suaminya, B.M. Diah.

Karya Herawati Diah yang paling ternama adalah buku Kembara Tiada Berakhir dan Endless Journey.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini