5 Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Pengguna Smartphone Android

0
262
smartphone android

Gadgetdiva.id — Smartphone Android semakin lama semakin memenuhi bumi. Dalam survei StatCounter, saat ini saja, smartphone berbasis Android telah mencapai angka 91,25 persen. Sangat kontras jika dibanding kompetitornya, iOS buatan Apple yang hanya 8,64 persen.

Sedangkan di Indonesia, smartphone Android mendominasi pasar. Dari 10 negara terbanyak pengguna smartphone, Indonesia berada di urutan 4, di bawah China, India dan Amerika Serikat. Total pengguna smartphone di Indonesia telah mencapai angka 170 juta orang. Dari angka tersebut, smartphone Android berkontribusi lebih dari 90 persen.

Meski mendominasi dan menjadi sistem operasi sejuta umat, tidak banyak pengguna smartphone android yang bisa merawat perangkat mereka sendiri. Bukan soal perangkat smartphone memiliki teknologi tinggi, membaca pernyataan izin aplikasi atau app permission saja tidak mau, bahkan aplikasi yang sudah dibuka dibiarkan tetap berada di background layar.

smartphone android

Setidaknya ada lima kesalahan yang kerap dilakukan oleh para pengguna Android selama mereka memakai perangkat tersebut sebagai daily driver.

1. Malas pakai password dan pola

Data Google Consumer Survey menyebutkan, dari seluruh pengguna smartphone Android, hanya 52 persen yang mau bersusah payah menghafal password atau kunci pola. Mereka mengatakan lebih suka melakukan swipe layar untuk membuka kunci smartphone. Hanya 25,5 persen yang mau menggunakan kunci pola.

Penggunaan kunci pola atau password untuk keamanan perangkat dianggap terlalu sulit untuk dihafal. Namun hal ini sejatinya baik untuk melindungi perangkat, terutama dari pencurian data. Smartphone akan mudah dibobol.

2. Tak mau baca izin aplikasi

smartphone android

Izin aplikasi Android diberikan untuk menunjukkan apa yang mungkin dilakukan oleh aplikasi terhadap smartphone kita. Informasi itu bisa digunakan untuk memastikan privasi terlindungi. Tetapi sebagian besar izin aplikasi adalah hal yang selalu digeser untuk dilewati. Pengguna Android berpikiran jika hidup ini singkat dan tidak ada waktu untuk memikirkan hal seperi itu. Tetapi terlalu banyak aplikasi yang meminta terlalu banyak izin, seringkali untuk fitur seperti mengakses mikrofon atau kamera ketika mereka sama sekali tidak perlu melakukannya. Risikonya di sini tidak terlalu besar sehingga pengembang aplikasi menjadi liar dan mulai memata-matai tanpa alasan yang jelas.

3. Terlalu banyak aplikasi di background

Aplikasi berjalan di latar belakang, bahkan saat kita sedang tidak menggunakannya. Namun semakin banyak aplikasi yang dibiarkan terbuka akan membuat semakin banyak energi terkuras dan masa pakai baterai akan semakin berkurang. Untuk melihat apa yang berjalan di latar belakang, buka Pengaturan > Opsi Pengembang Sistem (jika Anda tidak melihat opsi tersebut, buka Tentang Ponsel, lalu ketuk Build Number tujuh kali untuk mengaktifkannya). Sekarang ketuk Running Services. Ini tidak hanya menunjukkan apa yang sedang berjalan, tetapi berapa lama aplikasi itu telah dibiarkan terbuka, dan berapa banyak memori yang digunakan. Untuk penggunaan energi, buka Pengaturan > Baterai > Penggunaan Baterai.

4. Pakai aksesoris murah Smartphone Android

Smartphone yang kita miliki akan semakin terlihat tidak membosankan jika kita memiliki casing atau asesoris penunjang yang menarik. Namun sayang, biasanya asesoris asli untuk smartphone akan dibanderol dengan harga yang mahal. Tidak heran jika banyak orang yang kerap membeli asesoris penunjang tak bermerek atau palsu. Berhati-hatilah jika melihat beberapa earbud nirkabel terbaik namun harganya murah. Palsu adalah masalah besar di industri elektronik dan beberapa produk yang beredar di antaranya memang terlihat sangat meyakinkan.

5. Tidak pernah back-up file

Penyakit pengguna Android lainnya adalah tidak pernah melakukan back-up file atau cadangan. Ada sebagian yang menggunakan memori bawaan Google, yakni langsung terkoneksi ke Google Photos. Namun saat email Googe tak bisa diakses, maka file yang tersimpan pun akan selamanya hilang. Oleh karena itu, butuh banyak back-up data untuk para pengguna Android. Misalnya, selain menyimpan foto di memori ponsel, simpan juga di komputer, duplikasi file untuk dimasukkan ke memori eksternal seperti hard drive.

Memang 4 cara ini kesannya sepele, tapi hal ini harus dilakukan untuk membuat perangkat semakin aman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini