Life

Waspada! Konten Deepfake Masih Merajalela

post-img

Source : gadgetDiva

Gadgetdiva.id — Layanan konten deepfake uang berasal dari darknet masih merajalela di internet. Konten ini masih sering digunakan oleh para penjahat siber untuk memanipulasi keuangan, politik, balas dendam hingga pelecehan.

Hal tersebut disebabkan penjahatan dapat dengan mudah mengekstrak gambar target potensial mereka. Video dan gambar yang dimanipulasi ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan berbahaya.

Cek dengan Tanda Tangan Steve Jobs dari 46 Tahun Lalu Dilelang

“Penjahat dunia maya semakin seirng menggunakan deepfake untuk melakukan berbagai penipuan, termasuk penipuan aset kripto dan pembobolan keamanan biometrik,” tutur Lead Data Scientist Kaspersky Vladislav Tushkanov dalam pernyataan resminya, Jumat (12/5).

Namun, pembuatan deepfake berkualitas tinggi tentu memerlukan teknis dan perangkat lunak yang canggih. Oleh sebab itu, individu yang ingin membuat media palsu dapat beralih ke layananan pembuatan deepfake yang tersedia dalam deepweb.

Menurut penelusuan dari Kaspersky, ada permintaan yang signifikan untuk deepfake, bahkan melebihi pasokan yang tersedia. Mereka secara aktif mencari individu yang dapat membuat video palsu.

Biaya pembuatan atau pembelian deepfake sendiri bervariasi tergantung dari kerumitan proyek dan kualitas produk akhirnya. Seorang indiviu bahkan dapat meminta deepfake untuk target tertentu seperti selebritis maupun tokoh politik. Harga yang dipatoknya per menit video tersebut dapat berkisar USD 300 hingga USD 20.000.

Konten deepfake ini bahkan sudah sampai merambah ke aset kripto. Beberapa penyedia layanan tersebut yang berkualitas tinggi bahkan ditujukan untuk penipuat aset kripto.

Layanan yang mereka besut tersebut termasuk membuat “Cryptostreams” atau “Hadiah Kripto Palsu. Dimana merupakan penipuan populer dimana penyerang mengumpulkan aset kripto dengan menyiarkan hadiah palsu.

Layanan tersebut merupakan penipuan populer dimana penyerang dapat mengumpulkan aset kripto dengan menyiarkan hadiah palsu. Untuk membuat konten ini, scammers menggunkaan rekaman selebritas maupun menggabungkan video lama untuk meluncurkan sreaming langsung di platform media sosial.

Mereka kerap menunjukkan halaman pre-generated dimana korban diminta untuk mentransfer dari 2.500 hingga 1.000.000 XRP dengan jani akan menggandakan pembayaran mereka. Akibatnya, pengguna yang terjebak dalam penipuan ini dapat kehilangan mulai dari USD 1.000 hingga USD 460.000.

Lebih membahayakannya lagi, para vendor deepfake ini bahkan sampai membuat tutorial pembuatan video palsu tersebut. Termasuk pelajaran memilih materi sumber dan proses pertukaran wajah untuk menghasilkan pemalsuan yang meyakinkan.

Sayangnay, porn-deepfake ini dapat digunakan untuk memeras individu. Contohnya mereka yang menyebabkan kerugian emosional serius dan bahkan kerugian finansial terhadap korban.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News


author-img_1

Nadhira Aliya Nisriyna

Reporter

Bergabung di Gadgetdiva.id sejak Maret 2020. Gemar menonton film, drama dan series. Pernah jadi Editor di deCODE Magazine.

Artikel Terkait

Monash University Gelar Change ExhibIT
Life

Monash University Gelar Change ExhibIT

Gadgetdiva.id — Monash University Indonesia menggelar Change ExhibIT. Pameran ini berlangs..

Cek dengan Tanda Tangan Steve Jobs dari 46 Tahun Lalu Dilelang
Life

Cek dengan Tanda Tangan Steve Jobs dari 46 Tahun Lalu Dilelang

Gadgetdiva.id — Sebuah cek yang ditandatangani oleh Steve Jobs pada 46 tahun dilelang. Cek..

Gara-gara AI, Foto Bella Hadid di Vogue Diketawain Netizen
Life

Gara-gara AI, Foto Bella Hadid di Vogue Diketawain Netizen

Gadgetdiva.id — Model internasional seperti Bella Hadid bisa jadi bulan-bulanan netizen gar..

Heboh! AI Bisa Cover Berbagai Macam Lagu
Life

Heboh! AI Bisa Cover Berbagai Macam Lagu

Gadgetdiva.id — Beberapa waktu belakangan ini, warganet Indonesia dihebohkan dengan berbag..


;