Monday, 8 March 2021
[adrotate banner="3"]

Cerita para sineas muda hasilkan film epic melalui Galaxy Movie Studio

Memasuki tahun ketiga, Galaxy Movie Studio menghadirkan kembali kompetisi lanjutan dari ketiga sineas muda yang menang di Galaxy Movie Studio 2020 lalu. Rezy Junio Bernessa...
More

    Latest Posts

    [adrotate banner="4"]

    Pedagang tempe ini kenalkan aplikasi Dana ke pembeli emak-emak

    Asmunilah, pedagang tempe di Pasar Imogiri, Bantul, Yogyakarta menggunakan aplikasi dompet digital, Dana untuk transaksi pembayaran yang dilakukan mayoritas pembeli emak-emak di atas usia 50 tahun.

    Pria asal Brebes ini memasok tempe di warung-warung kecil yang dibanderol Rp 2.500 per satu blok tempe. Dengan demikian, Asmuni memiliki penghasilan kotor per hari mencapai Rp 500 ribu.

    “Saya waktu itu sempat menabung di Tamzis (Koperasi Simpan Pinjam) waktu awal-awal jualan tempe, dan akhirnya justru ditawarin mereka untuk bergabung dengan Usaha Mikro Indonesia (UMI). Salah satu syaratnya adalah UMI mengharuskan pedagang menghadirkan metode pembayaran dengan dompet digital DANA. Saya terkesan dengan konsepnya, ya saya langsung gabung,” ujar Asmuni.

    Nah, melalui bisnis tempenya, Asmuni mengenalkan cara mudah transaksi pembayaran melalui Dana kepada para emak-emak. Bapak dari satu orang anak ini mengakui selalu melakukannya setiap kali ada emak-emak yang membeli tempe atau tahu di kiosnya. Tujuannya sederhana, hanya ingin mengajarkan mereka agar tetap bisa mengikuti perkembangan dan melek digital.

    “Sekarang, orang-orang bayar tempe saya bisa lewat DANA. Saya juga sangat antusias ngajarin ibu-ibu pakai smartphone Android untuk menggunakan DANA. Kemarin ada yang nanya, ‘mas Asmuni kok itu ada papan biru itu sih? Saya penasaran. Ya saya bilang gini: ‘Bu, kalau misalkan beli tempe saya Rp 25 ribu dapet 10 tempe, njenengan kalau ada aplikasi DANA, enggak perlu bayar Rp 25 ribu, cukup bayar Rp 15 ribu dan tetap dapet 10 tempe.’ Dari situ, si ibu itu langsung download dan bayar di tempat. Saya senang banget, bukan karena juga tempenya dibeli, tetapi melihat si ibu terkesan dan penasaran bagaimana mau menjajal teknologi DANA,” Asmuni menjelaskan.

    Asmuni menjelaskan dirinya selalu ingin mengajarkan para pembelinya yang mayoritas emak-emak yang menggunakan smartphone untuk melakukan transaksi pakai Dana agar mendapatkan pengalaman dalam bertransaksi.

    “Saya ingin bantuin orang-orang agar lebih mudah hidupnya, contohnya ya seperti belanja ini, bayarnya enggak repot, dan pasti mereka juga beli tempe dengan harga murah. Nah dari situ kan mereka pasti ngobrol ke orang-orang lain, setidaknya saya bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat, di mana orang-orang lain ini juga merasakan dampaknya. Meski kecil, perlahan pasti terasa,” pungkas Asmuni.

    Di balik bisnis tempenya yang sangat sederhana, kisah Asmuni menyadarkan kita bahwa UMKM kecil di Indonesia bisa dengan mudah menjadi mitra Dana dan memiliki akun Dana Bisnis dengan mendaftarkan usahanya, serta mengikuti panduan yang tersedia dalam aplikasi dompet digital Dana.

    Aplikasi Dana bermitra dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk verifikasi data pengguna dan validasi layanan agar menjamin keamanan pengguna, termasuk pelaku UMKM dan industri kreatif.

    Dana kini juga memiliki sertifikat PCIDSS (Payment Card Industry Data Security Standard) yang merupakan standar keamanan tinggi setingkat keamanan perbankan. Selain itu, dompet digital DANA dilengkapi dengan teknologi pemindaian yang telah mendukung QR Indonesia Standard (QRIS) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai lembaga yang mengawasi sistem pembayaran di Indonesia.

    Baca juga, DANA membuat kita lebih mudah bertransaksi

    1 COMMENT

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR