Penelitian ungkap aplikasi fitness ternyata punya dampak buruk

0
Aplikasi Kesehatan

Saat ini beberapa ahli dibidang kebugaran sekarang menyoroti sisi buruk dari aplikasi fitness. Sebuah studi baru di Universitas Nasional Irlandia Galway (NUIG) meneliti bagaimana aplikasi kebugaran memengaruhi kesejahteraan pengguna.

Penelitian ini melihat secara khusus potensi aplikasi fitness untuk mengarah pada perilaku obsesif dan kelelahan dalam jangka panjang. “Mayoritas berolahraga sekarang menggunakan teknologi digital untuk melacak dan berbagi data latihan mereka untuk mendukung tujuan kebugaran. Tetapi aplikasi kebugaran ini bisa menjadi pedang bermata dua,” kata Dr Eoin Whelan, dosen senior sistem informasi bisnis di sekolah bisnis dan ekonomi JE Cairnes di NUIG.”

Dr Whelan mengatakan bahwa meskipun aplikasi berbagi kebugaran dapat membantu memulai dan mempertahankan rutinitas olahraga, beberapa pengguna dapat mengembangkan kecenderungan obsesif dan berolahraga terlalu banyak.

Studi ini menemukan bahwa orang yang menggunakan pelacakan tubuh pada aplikasi kebugaran untuk memberikan dukungan dan dorongan kepada orang lain lebih mungkin untuk memiliki pendekatan yang harmonis untuk latihan mereka dan pada akhirnya menurunkan tekanan hidup.

Namun, orang yang menggunakan pelacakan diri pada aplikasi fitness untuk kegiatan olahraga lebih cenderung mengembangkan pendekatan obsesif untuk latihan fisik dan menderita tekanan hidup yang lebih tinggi dari waktu ke waktu.

Studi ini menemukan sebaliknya, fitur sosial aplikasi kebugaran yang menawarkan dukungan untuk kegiatan kolega lebih sehat. “Fitur sosial aplikasi kebugaran yang mempromosikan pengenalan diri seperti hanya memposting data latihan positif atau foto dapat dikaitkan dengan persepsi maladaptif terhadap latihan dan kelelahan dalam jangka panjang,” kata Dr Whelan.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa yang mempelajari 270 orang yang terlibat dalam aktivitas fisik yang intens, juga menandai risiko dan tanggung jawab pemberi kerja dengan memberi karyawan aplikasi kebugaran gratis dan memasukkan aplikasi kebugaran ke dalam program kesehatan karyawan.

“Kadang-kadang, orang menjadi sangat terobsesi dengan sesi olahraga mereka sehingga mereka tidak dapat fokus pada tugas kerja,” lanjut Dr Whelan.

Dr Whelan dan rekan peneliti, Trevor Clohessy dari departemen sistem informasi bisnis di Institut Teknologi Galway-Mayo, juga mengakui bahwa studi lebih lanjut dengan pejalan kaki, pelari, triathletes dan perenang menggunakan aplikasi kebugaran yang berbeda diperlukan untuk menggeneralisasi temuan karena penelitian mereka hanya melihat pengendara sepeda menggunakan aplikasi Strava.

Fyi, aplikasi kebugaran atau fitness pertama kali muncul pada tahun 2010 lalu, yang sempat jadi pilihan para penggemar olahraga sebagai cara baru yang menarik untuk memotifasi berolahraga secara rutin.

Sensor gerakan dan pelacakan GPS pada gelang kebugaran, ikat kepala, dan smartwatch menjadi alternatif mudah untuk digunakan agar melacak rute yang tepat ketika penggunanya melakukan lari atau berjalan.

Dalam 10 tahun terakhir, aplikasi fitness yang dapat dipakai telah diganti oleh aplikasi smartphone yang lebih canggih yang menawarkan pelacakan aktivitas, video pelatihan pribadi, perencanaan makan, meditasi harian, bahkan menampilkan artikel motivasi.

Prof Niall Moyna dari departemen kedokteran pencegahan di Dublin City University mengatakan penggunaannya diperkirakan akan semakin meningkat dari waktu ke waktu. “Aplikasi kebugaran atau fitness ini merupakan alat motivasi yang bagus untuk mereka yang ingin memulai atau mempertahankan program olahraga.”

Niall melanjutkan bahwa aplikasi kebugaran yang menampilkan video tutorial biasanya mengingatkan pengguna akan hal-hal yang diingatkan oleh instruktur gym. “Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengatur langkahnya sendiri dan bahkan mendeteksi jika pengguna berlatih secara berlebihan. Pemberitahuan push menawarkan pengingat untuk latihan yang dijadwalkan atau kutipan inspirasi untuk memotivasi pengguna.” Tutup Niall.

Baca juga, 5 tips penting ini bikin kamu nonton Netflix jadi semakin seru


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Tinggalkan Balasan