Thursday, 25 February 2021
[adrotate banner="3"]

Ponsel sejutaan bisa bikin konten lebih seru di TikTok

Aplikasi TikTok kini semakin menjadi perbincangan yang hangat dibicarakan terutama generasi milenial dan generasi Z yang sangat ekspresif dan kreatif. Berbagai konten seru selalu bermunculan...
More

    Latest Posts

    [adrotate banner="4"]

    Coo Facebook ungkap kekhawatirannya terhadap aplikasi TikTok

    Sheryl Sandberg, selaku COO Facebook mengatakan kekhawatiran tentang ancaman yang ditimbulkan oleh TikTok, aplikasi video pendek yang disukai banyak kalangan pengguna media sosial.

    Kekhawatiran Aplikasi TikTok

    Dikutip pada laman, Businessinsider, selama sesi wawancara yang dilakukan reporter NBC, podcast Dylan Byers “Byers Market,” Sandberg ungkap tentang cara perusahaan media sosial bersaing untuk mendapatkan keterlibatan. “Di dunia teknologi kami bersaing untuk setiap menit mendapatkan perhatian para pengguna. Setiap hari anak-anak saya menggunakan smartphone dan mereka menggunakan TikTok, ”katanya

    TikTok mencapai 1,5 miliar unduhan pada November tahun lalu dan merupakan aplikasi non-game ketiga yang paling banyak diunduh pada 2019, melampaui Facebook dan Instagram.

    Hal ini dilanjutkan Sandberg, dirinya ungkap kekhawatirannya terhadap pengguna aplikasi TikTok yang terus bertambah, “Tentu saja kami khawatir tentang hal itu, kami harus khawatir tentang semua inovasi, mereka besar, mereka tumbuh sangat cepat, mereka mendapatkan jumlah yang lebih besar lebih cepat dari yang pernah kita lakukan.”

    Format TikTok telah dilihat oleh beberapa orang sebagai penangkal untuk aplikasi seperti Instagram, yang mendorong pengguna untuk membuat gambar yang sempurna atas keaslian. CEO Snap Evan Spiegel, juga mengatakan dirinya berpikir TikTok bisa menyalip Instagram karena itu bergantung pada “bakat” daripada sikap sosial seseorang.

    Bukan cuma itu, Sandberg juga mengemukakan kekhawatiran tentang asal-usul TikTok di Cina. Perusahaan induk aplikasi ini merupakan raksasa Cina, “jika orang-orang khawatir tentang data, saya pikir ada banyak yang harus dikhawatirkan di sana,” tambahnya.

    Anggota parlemen AS sebelumnya juga sudah menyuarakan kekhawatiran tentang aplikasi TikTok ini yang menanyakan apakah perusahaan dapat memberi informasi data pengguna kembali ke pemerintah Cina. Kabarnya hal ini menyebabkan beberapa agen pemerintah AS termasuk tentara dan angkatan laut telah melarang staf menggunakan aplikasi media sosial.

    Sebenarnya, Sandberg bukanlah eksekutif Silicon Valley pertama yang mengutip masalah privasi tentang aplikasi TikTok. CEO Reddit Steve Huffman juga sempat mengatakan pada panel tepat hari Rabu kemarin bahwa dirinya memandang aplikasi TikTok sebagai “spyware.”

    Baca juga, Selebriti Indonesia yang ramaikan TikTok, Dian Sastro sampai Agnez Mo

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR