Tuesday, 2 March 2021
[adrotate banner="3"]

Xiaomi Umumkan Kepopuleran Redmi 9T Saat Penjualan Perdana

Xiaomi, mengumumkan hasil penjualan perdana Redmi 9T pada 24 Februari di JD.ID dan mi.com yang menjual habis lebih dari 15.000 unit. Redmi 9T yang berjulukan “Jawaranya Batre...
More

    Latest Posts

    [adrotate banner="4"]

    Instagram bisa bantu kita berolahraga

    Instagram bisa membantu kita mencari motivasi dalam berolahraga. Terlalu sering berolahraga memang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, pasti ada waktu dimana aktivitas tersebut terasa melelahkan. Mencari sesuatu atau seseorang dapat membantu kita termotivasi.

    Baca juga: Begini cara membuat Hand Sanitizer

    Dilansir dari medicalexpress, para peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) telah menguji bagaimana sosial media bisa membantu kita untuk meningkatkan motivasi dalam berolahraga. Tujuannya untuk mendorong seseorang agar merasa senang saat berolahraga.

    Hasil percobaan tersebut menyatakan bahwa adanya efek yang dapat ditimbulkan dari Instagram untuk memotivasi seseorang dalam berolahraga. Penelitian tersebut diikuti oleh 500 peserta melalui Facebook dan jejaring sosial lainnya. Peserta yang ikut diambil dari berbagai macam jenis olahraga yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang berbeda pula.

    Dalam penelitian tersebut, para peserta dikelompokkan secara acak ke dalam dua grup. Lalu, mereka semua ditanyai seberapa termotivasinya mereka untuk berolahraga. Juga apakah mereka menikmati olahraga mereka tersebut.

    Satu grup harus mengikuti akun Instagram #dinmotivation. Dalam akun tersebut, para peneliti mengunggah postingan yang memotivasi setiap tiga hari sekali dalam empat minggu. “Kita mencoba untuk membuat para peserta menyadari apa motivasi mereka dalam berolahraga. Sekaligus, meningkatkan perhatian mereka terhadap kenapa mereka selama ini berolahraga,” Ujar Stenseng.

    Para peserta kembali diberi pertanyaan tentang bagaimana motivasi dan seberapa menikmatinya mereka dalam berolahraga. Berikut adalah ulasan dari hasil yang mereka temui.

    Meningkatkan kenikmatan dalam berolahraga yang lebih besar

    Para peserta dalam kedua grup harus melakukan olahraga selama empat minggu dengan rutin. Namun, cara mereka menikmati olahraga berbeda. “Para paserta yang mengikuti akun kami mendapat banyak hal positif terkait olahraga yang mereka ikuti. Namun, ada beberapa juga yang tidak.” ujar Stenseng.

    Hasil dari penelitian tersebut secara jelas menyatakan bahwa orang-orang yang mengikuti postingan Instagram tersebut menikmati latihan olahraga mereka lebih banyak daripada yang tidak menikmatinya.

    Influencer tidak terlalu efektif

    Memang banyak influencer memiliki tubuh yang bagus dan dengan bangga membagikan pengalaman berolahraga mereka dalam berbagai macam media sosial. Namun, mereka belum tentu membantu kamu untuk melakukan hal yang sama seperti mereka. “Saat ini, para influencer memang memberikan dampak yang baik. Alasan inilah yang membuat kami untuk melanjutkan penelitian ini,” ujar Siljie Berg, penulis pertama dan psikolog klinis.

    Media sosial memberikan kita beberapa tips dan saran tanpa memilki dasar ilmiah. Maka dari itu, banyak penelitian yang sampai saat ini telah menunjukkan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi penerima pesan.

    “Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa dengan menggunakan media sosial  akan menghasilkan efek positif yang signifikan dengan mengandalkan teori psikologis ilmiah,” kata Berg.

    Postingan yang ada di Instagram biasanya didasari pada self-determination dan passion theory. Yang mana media sosial memang dirancang untuk memberi kita rasa memiliki, penguasaan dan otonomi. Sementara itu, otonomi adalah memberi seseorang rasa bahwa apa yang mereka lakukan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.

    “Kami ingin menunjukkan seberapa berpengaruhnya media sosial jika digunakan untuk hal positif dan untuk mempromosikan kesehatan publik. Dibandingkan dengan hal sebaliknya. Maka dari itu, kami juga ingin memberi pernyataan bahwa sudah seharusnya kita berpikir kritis tentang sumber informasi yang kita dapat dari feeds Instagram kita. Kesadaran adalah kunci utama untuk mendapatkan dampak positif yang kita inginkan.” ujar Berg.

    Para influencer yang menulis tentang pengalaman berolahraga mereka kebanyakan adalah atlet tingkat atas. Mungkin juga memang bagian dari pekerjaan mereka untuk memberi pengalaman seputar berolahraga. Jadi, mereka sebenarnya dapat memberi keraguan kepada kamu untuk meraih level mereka. Namun, juga tidak ada salahna mengikuti mereka.

    Akhirnya, para peneliti menyimpulkan bahwa media sosial dapat menjadi pendekatan yang baik bagi orang untuk mendapat informasi seputar kesehatan dan berolahraga. Menggunakan media sosial dengan yang bijak bisa meningkatkan kenikmatan pada orang-orang dalam berolahraga sekaligus berkontribusi dalam kesehatan masyarakat.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR