Saturday, 19 June 2021

Begini Tren dan Tips Intimate Wedding Aman Kekinian

Saat ini perencanaan pernikahan melalui pemanfaatan teknologi kian digemari, terutama di tengah pandemi, karena dinilai lebih praktis dan efisien. Hal ini turut disampaikan Ekhel Chandra...
More

    Latest Posts


    Sempat viral di Medsos, Sylvia Browne prediksi COVID-19 sejak 12 tahun silam

    Buku End of Days: Predictions and Prophecies sempat ramai dibacarakan di media sosial. Buku yang ditulis oleh Sylvia Browne tersebut berbicara tentang sebuah ramalan yang diduga sebagai prediksi COVID-19. Dimana pada tahun 2020 akan ada sebuah wabah seperti pneumonia yang menyebar di dunia. Buku tersebut telah diterbitkan pada tahun 2008.

    Baca juga, 5 top searched google terkait COVID-19

    Dalam buku tersebut yang dilansir dari laman Silive, Sylvia menulis, “Sekitar tahun 2020, akan ada sebuah penyakit seperti pneumonia yang akan menyebar ke seluaurh dunia, menyerang paru-paru dan salurna bronkial. Semua pengobatan medis tidak mempan. Penyakit ini lebih membingungkan, tiba-tiba ia akan menghilang begitu saja, lalu meyerang kembali 10 tahun kemudian, lalu menghilang sepenuhnya,tulisnya.

    Buku tersebut sempat viral karena Aktris AS, Kim Kadarshian, mengunggah foto yang merupakan kutipan dari End of Days: Predictions and Prophecies. Yang diduga sebagai prediksi COVID-19. Ia mengunggahnya di akun twitter pribadi miliknya pada 12 Maret 2020.

    Menurut laporan dari Newsweek, penjualan buku End of Days: Predictions and Prophecies di Amazon meningkat dan sempat menduduki peringkat ke 10. Sejak Kim Kadarshian mengunggahnya di twitter. Hal tersebut ternyata cukup membuat orang-orang di AS penasaran.

    Di Twitter sendiri, buku tersebut cukup hangat menjadi bahan perbincangan. Banyak sekali yang mengaitkan penyakit yang dimaksud oleh Sylvia adalah COVID-19. Tidak hanya wabah saja yang dibahas, Sylvia juga membahas ramalan lainnya hingga tahun 2100. Buku tersebut dicetak hingga 300 halaman dan telah didigitalkan.

    Prediksi COVID-19

    Namun, ramalan Syliva tersebut langsung dibantah oleh Benjamin Radflod. Ia adalah seorang peneliti dari The Center for Inquiry. Dalam blognya, ia menyatakan, “Browne memiliki ribuan prediksi. Faktanya memang bisa saja terjadi, bisa juga tidak, atau mungkin bisa jadi tidak ada artinya,” ujar Benjamin.

    Dilansir dari kumparan, Benjamin menyatakan bahwa diksi yang digunakan Sylvia tidak tepat. Khususnya pada diksi ‘di sekitar 2020’. Menurutnya, sekitar 2020 bisa berarti 2017, 2018 atau 2019.

    Ia juga membahas pernyataan Sylvia yang menyatakan penyakit ini tidak ada obatnya. Menurut Benyamin, para dokter sudah mengerti apa yang harus mereka lalukan. Buktinya saat ini para ilmuwan sudah mulai melakukan pengujian vaksin COVID-19.

    Baca juga, wanita pertama yang melakukan tes vaksin COVID-19.

    Selanjutnya, Benjamin juga menyanggah bahwa COVID-19 akan menghilang begitu saja. Menurutnya, pemodelan dari wabah yang dilakukan ilmuwan tidak pernah membingungkan. Terlebih hingga saat ini pasien yang sembuh dan yang baru terpapar tidak naik maupun turun drastis. “Ini salah, setidaknya sampai sekarang. COVID-19 tidak menghilang tiba-tiba,” katanya.

    Sylvia Browne sendiri adalah seorang cenayang asal AS. Selama hidupnya, ia sudah merilis sekitar 40 buku. Hampir semua buku yang ia tulis masuk daftar New York Times Best Seller. Ia sering diundang dalam acara Larry King Live dan The Montel Williams Show yang membuatnya dibayar $700 per 30 menit. Hanya dengan meramal seseorang lewat telepon. Ia meninggal pada tahun 2013 dalam usia 77 tahun.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR